Ingin Bisnis Berkembang? Ini Alasan UMKM Perlu Gunakan QRIS
QRIS semakin penting bagi pelaku UMKM seiring meningkatnya penggunaan pembayaran digital di Indonesia. Bank Indonesia mengembangkan QRIS sebagai standar pembayaran menggunakan kode QR untuk berbagai penyedia jasa pembayaran. Satu kode dapat menerima transaksi dari beragam aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Sistem tersebut membuat proses pembayaran lebih sederhana bagi pedagang maupun pelanggan.
Bagi UMKM, kemudahan transaksi menjadi salah satu keuntungan utama penggunaan QRIS. Pelanggan tidak perlu menyiapkan uang tunai atau menunggu uang kembalian setelah berbelanja. Pedagang juga dapat mengurangi kebutuhan menyediakan uang pecahan untuk transaksi harian. Pembayaran tercatat secara digital sehingga pemilik usaha lebih mudah memantau pemasukan dari transaksi QRIS.
Penggunaan QRIS terus berkembang dengan jumlah pengguna dan merchant yang semakin besar. Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS mencapai 6,24 miliar transaksi sepanjang 2024. Nilai transaksinya mencapai Rp659,94 triliun atau tumbuh 175,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah merchant mencapai 35,9 juta dan sebagian besar berasal dari kelompok UMKM.
QRIS juga dapat membantu UMKM melayani konsumen yang terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai. Merchant tidak perlu menyediakan kode QR berbeda untuk setiap aplikasi pembayaran. Selain itu, pencatatan transaksi digital dapat membantu pelaku usaha melakukan evaluasi penjualan secara lebih teratur. Namun, pemilik usaha tetap perlu memahami biaya layanan dan ketentuan transaksi yang berlaku.
Keamanan juga perlu menjadi perhatian ketika menggunakan pembayaran digital. Pelaku UMKM sebaiknya memastikan pembayaran benar-benar masuk melalui aplikasi atau perangkat resmi sebelum menyerahkan barang. Jangan hanya mempercayai tangkapan layar bukti pembayaran yang ditunjukkan pembeli. Dengan penggunaan tepat, QRIS dapat membantu UMKM memperluas pilihan pembayaran sekaligus membangun pengelolaan transaksi yang lebih praktis.
