The Local Market Jadi Gerakan Baru Dukung Ekonomi Kreatif Lokal

The Local Market ID hadir sebagai ruang baru untuk mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan masyarakat secara langsung. Program ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif. Edisi Pasar Wiwitan SCBD digelar pada 1–2 Agustus 2026 di SCBD Park, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut diarahkan menjadi wadah promosi, jejaring, dan pengembangan produk kreatif Indonesia.

The Local Market ID dirancang sebagai kegiatan akhir pekan yang berlangsung setiap bulan. Pengunjung dapat menemukan produk kerajinan, kuliner, fesyen, pertunjukan musik, hingga berbagai aktivitas keluarga. Pelaku usaha, desainer, perajin, seniman, musisi, dan komunitas sosial memperoleh ruang memperkenalkan karya mereka. Konsep tersebut membuat pasar tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi.

Terdapat tiga segmen utama dalam The Local Market ID, yakni entrepreneurship, entertainment, dan workshop. Ketiganya mempertemukan kegiatan bisnis dengan hiburan serta pembelajaran dalam satu kawasan. Interaksi langsung juga membuka peluang terciptanya jaringan dan kolaborasi baru antarpelaku kreatif. Masyarakat sekaligus mendapatkan kesempatan lebih dekat mengenal produk buatan kreator Indonesia.

Potensi ekonomi kreatif Indonesia juga menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Data pemerintah menyebut pertumbuhan ekonomi kreatif mencapai 6,86 persen pada 2025. Kuliner memberikan kontribusi 41,06 persen terhadap PDB ekonomi kreatif. Fesyen menyumbang 14,77 persen, sedangkan subsektor kriya memberikan kontribusi sebesar 10,70 persen.

Kehadiran The Local Market ID diharapkan memperluas akses pasar bagi berbagai produk kreatif lokal. Agenda ini juga dirancang menjadi destinasi akhir pekan baru di kawasan SCBD. Dukungan masyarakat terhadap produk lokal dapat membantu usaha kreatif memperoleh pasar lebih luas. Gerakan tersebut sekaligus memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Similar Posts

  • Solusi Biaya Sekolah Anak, BRI Multiguna Hadir Jaga Finansial Keluarga

    Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan dilakukan untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meski BI Rate kembali naik, bank-bank milik negara atau Himpunan Bank Milik…

  • Adhi Karya (ADHI) Raup Rp3,11 Triliun, Laba Naik 12,6% di Semester I/2026

    PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Emiten konstruksi pelat merah tersebut membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,11 triliun. Pada saat yang sama, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 12,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut ditopang oleh perbaikan kinerja operasional serta kontribusi…

  • Wamenperin Sebut Aturan Insentif Kendaraan Listrik Rilis Bulan Depan

    Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) menyebut regulasi terkait insentif kendaraan listrik akan diterbitkan pada bulan depan. Kebijakan tersebut saat ini masih dalam tahap finalisasi oleh pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait. Pemerintah berharap aturan baru ini dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Sebelumnya, pemerintah menargetkan insentif kendaraan listrik mulai berlaku pada Juni 2026. Namun, implementasinya…

  • Dari Kerupuk hingga Industri Rumahan, KUR Perkuat Napas UMKM Indonesia

    Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Mulai dari usaha kerupuk rumahan, warung kelontong, hingga industri pengolahan skala kecil, banyak pelaku usaha memanfaatkan akses pembiayaan ini untuk mengembangkan bisnis mereka dan meningkatkan kapasitas produksi. Melalui skema pembiayaan dengan bunga yang relatif terjangkau,…

  • Daftar Komoditas Pemicu Inflasi Sumsel 2,89% pada Juni 2026

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Inflasi Sumsel pada Juni 2026 mencapai 2,89 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kenaikan harga di sejumlah kelompok pengeluaran menjadi penyebab utama meningkatnya inflasi di provinsi tersebut. BPS menyebut komoditas seperti beras, cabai rawit, bawang merah, emas perhiasan, dan tarif angkutan udara menjadi penyumbang utama inflasi pada Juni 2026. Kenaikan…

  • Iperindo Dorong Insentif untuk Perkuat Industri Galangan Kapal

    Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mendorong pemerintah memberikan berbagai insentif untuk memperkuat daya saing industri galangan kapal nasional. Menurut Iperindo, sektor galangan kapal memiliki peran strategis dalam mendukung kemandirian maritim, memperkuat sistem logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, industri tersebut masih menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi daya saing di tengah persaingan…