Pakan Mahal-Harga Ayam Tak Stabil, Peternak Minta Ini ke Pemerintah
Peternak ayam rakyat kembali mengeluhkan tingginya biaya produksi akibat mahalnya harga pakan dan bibit ayam atau day old chick (DOC). Di sisi lain, harga jual ayam hidup di tingkat peternak masih berfluktuasi. Kondisi tersebut membuat banyak peternak kesulitan memperoleh keuntungan yang layak. Mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan rakyat.
Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Kusnan, mengatakan sektor peternakan membutuhkan perhatian lebih besar dari pemerintah. Menurutnya, tingginya harga pakan, mahalnya DOC, dan rendahnya harga ayam di kandang menjadi persoalan utama. Ia menilai kondisi tersebut melemahkan posisi tawar peternak rakyat. Kusnan berharap Kementerian Pertanian menyusun kebijakan yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Permindo juga meminta pemerintah memperkuat pengawasan rantai pasok perunggasan dari hulu hingga hilir. Organisasi itu mendorong stabilisasi harga pakan, DOC, dan hasil ternak agar peternak memperoleh kepastian usaha. Selain itu, pemerintah diharapkan memperluas akses pembiayaan serta perlindungan bagi peternak kecil. Menurut Kusnan, kebijakan tersebut penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah menjalankan berbagai langkah untuk menstabilkan harga ayam hidup di tingkat peternak. Pemerintah juga menggandeng pelaku usaha dan Satgas Pangan guna mengawal perbaikan harga di lapangan. Meski demikian, peternak berharap kebijakan tersebut disertai pengendalian harga pakan dan DOC. Mereka menilai stabilitas biaya produksi menjadi kunci agar usaha peternakan rakyat tetap bertahan dan berkembang.
