Pakan Mahal-Harga Ayam Tak Stabil, Peternak Minta Ini ke Pemerintah

Peternak ayam rakyat kembali mengeluhkan tingginya biaya produksi akibat mahalnya harga pakan dan bibit ayam atau day old chick (DOC). Di sisi lain, harga jual ayam hidup di tingkat peternak masih berfluktuasi. Kondisi tersebut membuat banyak peternak kesulitan memperoleh keuntungan yang layak. Mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Kusnan, mengatakan sektor peternakan membutuhkan perhatian lebih besar dari pemerintah. Menurutnya, tingginya harga pakan, mahalnya DOC, dan rendahnya harga ayam di kandang menjadi persoalan utama. Ia menilai kondisi tersebut melemahkan posisi tawar peternak rakyat. Kusnan berharap Kementerian Pertanian menyusun kebijakan yang sesuai dengan kondisi lapangan.

Permindo juga meminta pemerintah memperkuat pengawasan rantai pasok perunggasan dari hulu hingga hilir. Organisasi itu mendorong stabilisasi harga pakan, DOC, dan hasil ternak agar peternak memperoleh kepastian usaha. Selain itu, pemerintah diharapkan memperluas akses pembiayaan serta perlindungan bagi peternak kecil. Menurut Kusnan, kebijakan tersebut penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah menjalankan berbagai langkah untuk menstabilkan harga ayam hidup di tingkat peternak. Pemerintah juga menggandeng pelaku usaha dan Satgas Pangan guna mengawal perbaikan harga di lapangan. Meski demikian, peternak berharap kebijakan tersebut disertai pengendalian harga pakan dan DOC. Mereka menilai stabilitas biaya produksi menjadi kunci agar usaha peternakan rakyat tetap bertahan dan berkembang.

Similar Posts

  • Adhi Karya (ADHI) Raup Rp3,11 Triliun, Laba Naik 12,6% di Semester I/2026

    PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Emiten konstruksi pelat merah tersebut membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,11 triliun. Pada saat yang sama, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 12,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut ditopang oleh perbaikan kinerja operasional serta kontribusi…

  • Bukan HP, Mesin Uang Baru Xiaomi Mendadak Laku Keras-Panen Cuan

    Xiaomi tidak lagi hanya mengandalkan penjualan smartphone sebagai sumber pendapatan. Perusahaan teknologi asal China itu kini menikmati pertumbuhan pesat dari bisnis mobil listrik. Model Xiaomi SU7 mencatat permintaan tinggi sejak diluncurkan dan menjadi salah satu kendaraan listrik terlaris di negaranya. Kesuksesan tersebut membuat divisi kendaraan listrik mulai menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perusahaan. Laporan keuangan…

  • Pelaku Bisnis Didorong Menangkan Strategi di Ranah Digital

    Pelaku bisnis di Indonesia didorong untuk semakin adaptif dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen. Penguatan Strategi Digital dinilai menjadi kunci untuk menjaga daya saing di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Perkembangan platform digital telah mengubah cara perusahaan memasarkan produk dan berinteraksi dengan pelanggan. Kini, konsumen lebih banyak mencari informasi, membandingkan produk, hingga…

  • Puncak Musim Panen Kopi Berakhir

    Puncak musim panen kopi di sejumlah daerah penghasil utama Indonesia mulai berakhir pada akhir Juli 2026. Memasuki penghujung panen, aktivitas petani beralih dari memetik buah menjadi merawat tanaman. Hasil panen yang diperoleh pada periode akhir memang lebih sedikit dibanding awal musim. Namun, pendapatan tersebut tetap membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya perawatan kebun. Di Kabupaten…

  • RANS Tawarkan Harga Saham Rp 135-Rp 170, Mahal atau Murah?

    PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) resmi memulai masa penawaran awal atau book building dengan kisaran harga Rp135 hingga Rp170 per saham. Perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu menawarkan 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen modal setelah IPO. Dengan rentang harga tersebut, RANS berpotensi menghimpun dana segar sekitar Rp340,87 miliar hingga…

  • Bulog Baru Serap 190 Ribu Ton Jagung Petani, 19% dari Target

    Perum Bulog mencatat realisasi penyerapan jagung petani mencapai sekitar 190 ribu ton hingga awal Juli 2026. Jumlah tersebut setara sekitar 19 persen dari target pengadaan nasional sebanyak 1 juta ton pada tahun ini. Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya mengatakan penyerapan terus dilakukan di berbagai sentra produksi sesuai penugasan pemerintah. Bulog juga…