Paperboard Jadi Andalan Industri F&B di Tren Kemasan Ramah Lingkungan

Industri makanan dan minuman (F&B) semakin gencar beralih ke kemasan ramah lingkungan seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu keberlanjutan. Salah satu material yang kini banyak digunakan adalah paperboard, yang dinilai mampu menjadi alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan berbasis plastik sekali pakai.

Paperboard memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya diminati pelaku industri F&B. Material ini relatif mudah didaur ulang, berasal dari sumber yang dapat diperbarui, serta memiliki fleksibilitas tinggi untuk berbagai kebutuhan kemasan. Selain itu, perkembangan teknologi memungkinkan paperboard memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap kelembapan dan kontaminasi, sehingga tetap mampu menjaga kualitas produk.

Tren penggunaan paperboard juga didorong oleh perubahan preferensi konsumen. Masyarakat kini semakin memperhatikan dampak lingkungan dari produk yang mereka konsumsi, termasuk jenis kemasan yang digunakan. Banyak merek makanan dan minuman mulai menjadikan kemasan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis sekaligus upaya membangun citra positif di mata pelanggan.

Pelaku industri menilai penggunaan paperboard tidak hanya mendukung target keberlanjutan, tetapi juga membuka peluang inovasi desain kemasan yang lebih menarik. Dengan permintaan pasar yang terus meningkat, material ini diperkirakan akan menjadi salah satu pilihan utama dalam transformasi industri kemasan nasional menuju praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan.

Similar Posts

  • Warga RI Kini Pilih Beli Mobil Murah, Penjualan LCGC Naik 14%

    Masyarakat Indonesia semakin memilih mobil dengan harga terjangkau di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Tren tersebut terlihat dari meningkatnya kontribusi kendaraan Low Cost Green Car atau LCGC terhadap pasar otomotif nasional. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan segmen LCGC menyumbang sekitar 14 persen dari total penjualan mobil nasional pada Februari 2026. Mobil murah…

  • Kimia Farma Bidik Layanan Kesehatan Lansia, Potensinya Rp 700 T

    PT Kimia Farma Tbk melihat layanan kesehatan bagi lansia sebagai salah satu sektor yang memiliki prospek besar di Indonesia. Seiring meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut, kebutuhan terhadap layanan kesehatan, perawatan, dan produk penunjang kesehatan diperkirakan terus bertumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Potensi pasar sektor ini bahkan disebut dapat mencapai sekitar Rp700 triliun. Pertumbuhan populasi…

  • Mengapa Pengusaha Meminta Tarif Penyeberangan Dinaikkan

    Kalangan pengusaha angkutan penyeberangan meminta pemerintah menaikkan tarif penyeberangan karena biaya operasional kapal terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan harga bahan bakar, biaya perawatan armada, suku cadang, serta kebutuhan operasional lainnya disebut menjadi alasan utama di balik usulan tersebut. Asosiasi pelaku usaha penyeberangan menilai tarif yang berlaku saat ini sudah tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi…

  • Di Tengah Heboh Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Harganya di Ritel

    Beras fortifikasi kembali menjadi perhatian publik setelah muncul polemik terkait kualitas sebagian produk di pasaran. Meski demikian, pemerintah dan pelaku ritel menegaskan produk yang beredar tetap diawasi sesuai ketentuan yang berlaku. Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya vitamin dan mineral, seperti zat besi, asam folat, vitamin B12, dan zinc. Produk ini dikembangkan untuk membantu meningkatkan…

  • Neraca Dagang RI Defisit, Mendag Sebut Gara-gara Harga Minyak

    Indonesia mencatat defisit neraca perdagangan sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit tersebut mengakhiri tren surplus yang bertahan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan kondisi itu terutama dipicu meningkatnya defisit sektor minyak dan gas (migas). Kenaikan harga minyak dunia membuat nilai impor migas melonjak sehingga menekan kinerja neraca perdagangan…

  • Ramalan Harga Logam Dasar Bank Dunia Saat Tekanan Pasokan Tembaga, Nikel Cs Memuncak

    Bank Dunia memperkirakan harga logam dasar global akan tetap berada dalam tren menguat sepanjang 2026 di tengah meningkatnya tekanan pasokan dan permintaan yang masih solid dari sektor energi terbarukan, kendaraan listrik, hingga pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI). Dalam laporan Commodity Markets Outlook, Bank Dunia menyebut kondisi pasar logam semakin ketat akibat gangguan pasokan…