Warga RI Kini Pilih Beli Mobil Murah, Penjualan LCGC Naik 14%

Masyarakat Indonesia semakin memilih mobil dengan harga terjangkau di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Tren tersebut terlihat dari meningkatnya kontribusi kendaraan Low Cost Green Car atau LCGC terhadap pasar otomotif nasional. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan segmen LCGC menyumbang sekitar 14 persen dari total penjualan mobil nasional pada Februari 2026. Mobil murah tetap menjadi pilihan karena menawarkan harga kompetitif dan konsumsi bahan bakar yang efisien. Kondisi itu membuat permintaan terhadap LCGC masih cukup tinggi di berbagai daerah.

Pada Februari 2026, penjualan wholesales LCGC mencapai 11.412 unit. Angka tersebut meningkat 6,71 persen dibandingkan Januari 2026. Honda Brio Satya menjadi model terlaris dengan penjualan 3.096 unit. Posisi berikutnya ditempati Daihatsu Sigra sebanyak 3.040 unit dan Toyota Calya sebanyak 3.036 unit. Toyota Agya membukukan penjualan 1.180 unit, sedangkan Daihatsu Ayla mencapai 1.060 unit. Kenaikan ini menunjukkan minat masyarakat terhadap mobil terjangkau masih terjaga.

Segmen LCGC tetap menarik karena menawarkan biaya kepemilikan yang relatif rendah. Harga mobil baru di kelas ini masih berada pada kisaran Rp140 juta hingga Rp200 jutaan. Selain lebih hemat bahan bakar, biaya perawatan kendaraan juga dinilai lebih terjangkau dibanding segmen lain. Faktor tersebut menjadi pertimbangan penting bagi keluarga muda maupun pembeli mobil pertama. Stabilnya harga pada pertengahan 2026 turut mendorong minat konsumen.

Meski mencatat pertumbuhan secara bulanan pada Februari, penjualan LCGC masih menghadapi tantangan sepanjang 2026. Data Gaikindo menunjukkan penjualan segmen ini sempat melemah pada beberapa bulan berikutnya akibat perlambatan pasar. Namun, LCGC tetap menjadi salah satu pilihan utama masyarakat yang menginginkan kendaraan baru dengan harga terjangkau. Pelaku industri berharap daya beli masyarakat terus membaik agar penjualan mobil murah kembali menguat hingga akhir tahun.

Similar Posts

  • Di Tengah Heboh Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Harganya di Ritel

    Beras fortifikasi kembali menjadi perhatian publik setelah muncul polemik terkait kualitas sebagian produk di pasaran. Meski demikian, pemerintah dan pelaku ritel menegaskan produk yang beredar tetap diawasi sesuai ketentuan yang berlaku. Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya vitamin dan mineral, seperti zat besi, asam folat, vitamin B12, dan zinc. Produk ini dikembangkan untuk membantu meningkatkan…

  • Tiket Pesawat Mahal, Pertumbuhan Sektor Transportasi & Pergudangan Melambat

    Sektor transportasi dan pergudangan menghadapi tantangan di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026. Harga tiket pesawat yang masih tinggi ikut menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat, khususnya pengguna transportasi udara. Sementara itu, ekonomi Indonesia tetap mencatat pertumbuhan positif pada periode tersebut. Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen…

  • Potensi komoditas kelapa dalam Berau janjikan iklim investasi

    Komoditas kelapa dalam di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sektor investasi. Pemerintah daerah mulai mengarahkan komoditas tersebut menuju pengembangan agroindustri dan hilirisasi. Langkah ini diharapkan meningkatkan nilai tambah dibandingkan hanya menjual kelapa dalam bentuk butiran. Potensi tersebut terutama berkembang di kawasan pesisir seperti Kecamatan Biduk-Biduk. Pemerintah Kabupaten Berau sebelumnya…

  • Danantara Siapkan Rp44,5 Triliun untuk Garap Bisnis Daging Asia

    Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan investasi sekitar Rp44,5 triliun untuk mengembangkan bisnis protein dan daging di kawasan Asia. Dana tersebut berasal dari investasi senilai 2,5 miliar dolar Amerika Serikat dalam perusahaan patungan dengan raksasa pengolahan daging asal Brasil, JBS. Kemitraan ini akan mengembangkan bisnis produksi protein di Indonesia, Asia Tenggara, Australia, dan…

  • Literasi Keuangan Syariah Masih Rendah, BCA Syariah Gencarkan Edukasi dan Gaet Nasabah

    Tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan potensi pasar yang dimiliki. Kondisi tersebut mendorong berbagai lembaga keuangan syariah, termasuk BCA Syariah, untuk semakin aktif melakukan edukasi kepada masyarakat. Berdasarkan berbagai survei nasional, pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah masih berada di bawah tingkat literasi keuangan nasional. Padahal, Indonesia merupakan negara…

  • Adhi Karya (ADHI) Raup Rp3,11 Triliun, Laba Naik 12,6% di Semester I/2026

    PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Emiten konstruksi pelat merah tersebut membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,11 triliun. Pada saat yang sama, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 12,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut ditopang oleh perbaikan kinerja operasional serta kontribusi…