Bulog Baru Serap 190 Ribu Ton Jagung Petani, 19% dari Target
Perum Bulog mencatat realisasi penyerapan jagung petani mencapai sekitar 190 ribu ton hingga awal Juli 2026. Jumlah tersebut setara sekitar 19 persen dari target pengadaan nasional sebanyak 1 juta ton pada tahun ini. Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya mengatakan penyerapan terus dilakukan di berbagai sentra produksi sesuai penugasan pemerintah. Bulog juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan mitra penggilingan untuk mempercepat serapan hasil panen petani.
Menurut Bulog, proses penyerapan dipengaruhi waktu panen yang berbeda di setiap daerah. Produksi jagung juga bergantung pada kondisi cuaca dan musim tanam. Karena itu, Bulog optimistis realisasi pengadaan akan terus meningkat pada semester kedua 2026. Perusahaan memastikan pembelian jagung dilakukan sesuai harga pembelian pemerintah agar petani memperoleh kepastian pasar dan harga yang layak.
Program penyerapan jagung bertujuan menjaga stabilitas harga saat panen raya sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional. Jagung yang dibeli Bulog akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan mendukung sektor peternakan. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu melindungi pendapatan petani ketika produksi meningkat. Selain itu, kebijakan ini diharapkan mengurangi gejolak harga di tingkat produsen maupun konsumen.
Bulog menegaskan akan terus mengoptimalkan jaringan gudang dan kemitraan untuk mempercepat penyerapan jagung hingga akhir tahun. Pemerintah juga mendorong sinergi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha agar target 1 juta ton dapat tercapai. Dengan penyerapan yang semakin meningkat, kesejahteraan petani diharapkan ikut membaik sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
