Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini Turun

Harga emas yang dijual melalui Pegadaian kompak melemah pada perdagangan hari ini. Penurunan terjadi pada tiga produk emas populer, yakni Antam, UBS, dan Galeri 24. Koreksi harga mengikuti pergerakan pasar logam mulia yang masih berfluktuasi dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data Pegadaian, harga emas Antam turun Rp12.000 menjadi Rp2.812.000 per gram. Sementara itu, emas Galeri 24 turun Rp15.000 per gram. Adapun emas UBS mencatat penurunan paling besar, yakni Rp20.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Penurunan harga tidak hanya terjadi pada ukuran 1 gram. Seluruh pecahan emas yang diperdagangkan mengalami koreksi harga. Kondisi ini membuat sebagian investor mulai mencermati peluang untuk melakukan pembelian saat harga bergerak turun.

Meski melemah hari ini, harga emas sepanjang Juni 2026 masih menunjukkan pergerakan yang dinamis. Sebelumnya, harga emas sempat mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Analis menilai pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih dipengaruhi oleh arah suku bunga global, nilai tukar dolar AS, dan kondisi geopolitik internasional. Faktor-faktor tersebut sering memengaruhi minat investor terhadap instrumen investasi berbasis logam mulia.

Bagi masyarakat yang berencana membeli emas, penurunan harga ini dapat menjadi momentum untuk menambah kepemilikan aset. Namun, investor tetap disarankan mempertimbangkan tujuan investasi dan memantau perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan.

Similar Posts

  • BI Rate Naik Lagi, Bank BUMN Diminta Nggak Buru-buru Naikkan Bunga Kredit

    Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan dilakukan untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meski BI Rate kembali naik, bank-bank milik negara atau Himpunan Bank Milik…

  • BBM Biodiesel B50 Ada Masa Transisi 3 Bulan, ESDM Beberkan Alasannya

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan masa transisi selama tiga bulan sebelum implementasi penuh Biodiesel B50. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh pihak, mulai dari produsen bahan bakar, badan usaha, hingga sektor industri dan transportasi yang akan menggunakan campuran biodiesel 50 persen tersebut. Menurut Kementerian ESDM, masa transisi diperlukan agar proses distribusi,…

  • Solusi Biaya Sekolah Anak, BRI Multiguna Hadir Jaga Finansial Keluarga

    Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan dilakukan untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meski BI Rate kembali naik, bank-bank milik negara atau Himpunan Bank Milik…

  • Arus Logistik Terus Bergerak, Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 5,64 M

    Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar US$ 5,64 miliar pada periode terbaru.Capaian ini didorong oleh meningkatnya aktivitas ekspor yang terus bergerak di sektor logistik nasional.Kinerja tersebut menunjukkan daya saing perdagangan Indonesia di pasar global. Peningkatan surplus ini terjadi karena nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan impor.Komoditas unggulan seperti hasil tambang, manufaktur, dan pertanian menjadi penopang utama.Permintaan…

  • Wamenperin Sebut Aturan Insentif Kendaraan Listrik Rilis Bulan Depan

    Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) menyebut regulasi terkait insentif kendaraan listrik akan diterbitkan pada bulan depan. Kebijakan tersebut saat ini masih dalam tahap finalisasi oleh pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait. Pemerintah berharap aturan baru ini dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Sebelumnya, pemerintah menargetkan insentif kendaraan listrik mulai berlaku pada Juni 2026. Namun, implementasinya…

  • Kisi-Kisi Emiten Telko ISAT, TLKM, EXCL dari Pertarungan Monetisasi 5G

    Persaingan industri telekomunikasi Indonesia memasuki babak baru seiring semakin masifnya pengembangan jaringan 5G. Tiga emiten telekomunikasi besar, yakni PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), kini menghadapi tantangan yang sama: bagaimana mengubah investasi besar pada infrastruktur 5G menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan….