Vietnam Sita Hampir 50.000 Sepatu Nike KW Rp 66 M
Otoritas Vietnam menyita hampir 50.000 pasang sepatu bermerek Nike yang diduga palsu dalam operasi besar di Ho Chi Minh City. Nilai barang yang disita diperkirakan mencapai lebih dari 23,5 miliar dong Vietnam atau sekitar Rp66 miliar. Kasus tersebut terungkap setelah penyelidikan bersama antara Vietnam dan Amerika Serikat. Barang-barang itu diduga diproduksi untuk diekspor ke pasar Amerika Serikat.
Penyelidikan bermula pada Juni 2026 setelah Badan Investigasi Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (HSI) memberikan informasi kepada otoritas Vietnam. Informasi tersebut diterima Direktorat Pengawasan dan Pengembangan Pasar Dalam Negeri di bawah Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam. Kedua lembaga kemudian menyusun operasi secara rahasia untuk mencegah pelaku menghilangkan barang bukti. Hasil penyelidikan menunjukkan kasus tersebut jauh lebih besar dibanding dugaan awal.
Pada 16 Juli 2026, petugas menggerebek fasilitas milik MP Company di Ho Chi Minh City. Mereka menemukan 25.396 pasang sepatu jadi bermerek Nike, Nike Air, dan Air Jordan. Petugas juga menyita 20.875 bagian atas sepatu serta 10.800 sol yang masih menunggu perakitan. Menurut otoritas, produk palsu tersebut sangat sulit dibedakan dari barang asli. Bahkan, kode autentikasi pada setiap sepatu diduga meniru produk resmi Nike.
Perwakilan perusahaan mengklaim hanya menjalankan kontrak produksi untuk mitra luar negeri. Mereka juga menyerahkan dokumen kerja sama dan catatan ekspor kepada penyidik. Namun, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan dugaan pelanggaran hak kekayaan intelektual tersebut. Otoritas Vietnam menyebut kasus ini sebagai salah satu pengungkapan pemalsuan merek terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian produk bahkan diketahui telah lebih dulu dikirim ke pasar Amerika Serikat sebelum penggerebekan dilakukan.
