Lewat Pemberdayaan BRI, Suhita Lebah Indonesia Kembangkan Usaha Madu

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melalui berbagai program pendampingan. Salah satu penerima manfaat adalah Suhita Lebah Indonesia, usaha budidaya lebah dan produksi madu yang berhasil memperluas bisnisnya berkat dukungan BRI. Pendampingan tersebut tidak hanya mencakup akses pembiayaan, tetapi juga pengembangan kapasitas usaha dan perluasan pasar. Program ini menjadi bagian dari komitmen BRI dalam mendorong UMKM agar mampu tumbuh secara berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai penggerak perekonomian nasional.

Suhita Lebah Indonesia memanfaatkan dukungan BRI untuk meningkatkan kualitas produksi dan memperluas jangkauan pemasaran. Melalui pembinaan yang diberikan, pelaku usaha memperoleh pendampingan mengenai pengelolaan bisnis, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital. Produk madu yang dihasilkan kini menjangkau lebih banyak konsumen melalui berbagai kanal penjualan. Selain meningkatkan kapasitas produksi, usaha tersebut juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Pengembangan bisnis dilakukan dengan tetap menjaga kualitas madu yang dihasilkan dari budidaya lebah secara berkelanjutan.

BRI menilai pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya melalui akses permodalan. Pelaku usaha juga membutuhkan pelatihan, pendampingan, dan akses pasar agar mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital. Karena itu, BRI terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan bagi pelaku UMKM di berbagai sektor usaha. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Dukungan berkelanjutan juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan UMKM yang tangguh dan inovatif.

Keberhasilan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan pentingnya kolaborasi antara lembaga keuangan dan pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis. Pendampingan yang tepat membantu UMKM meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas peluang pasar. BRI berharap semakin banyak pelaku usaha dapat memanfaatkan berbagai program pemberdayaan yang tersedia. Dengan dukungan tersebut, UMKM diharapkan mampu berkembang, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian Indonesia.

Similar Posts

  • GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Pemerintah Optimistis Industri Otomotif Menggeliat

    Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 resmi dibuka di ICE BSD City, Tangerang, pada Kamis (30/7). Pemerintah optimistis ajang tahunan tersebut mampu memperkuat industri otomotif nasional yang mulai menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang 2026. Pameran berlangsung hingga 9 Agustus 2026 dan menghadirkan lebih dari 60 merek otomotif global. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang…

  • Pengusaha Jelaskan Penyebab Daya Tawar Petani Sawit Rendah

    Kalangan pengusaha mengungkapkan rendahnya daya tawar petani sawit masih menjadi tantangan besar dalam industri kelapa sawit nasional. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari skala usaha yang kecil hingga terbatasnya akses petani terhadap pabrik kelapa sawit. Akibatnya, banyak petani bergantung pada tengkulak atau perantara…

  • Kisi-Kisi Emiten Telko ISAT, TLKM, EXCL dari Pertarungan Monetisasi 5G

    Persaingan industri telekomunikasi Indonesia memasuki babak baru seiring semakin masifnya pengembangan jaringan 5G. Tiga emiten telekomunikasi besar, yakni PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), kini menghadapi tantangan yang sama: bagaimana mengubah investasi besar pada infrastruktur 5G menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan….

  • Permintaan Emas di Indonesia Naik 40 Persen pada Kuartal II

    Permintaan emas di Indonesia dilaporkan meningkat sekitar 40 persen pada kuartal II 2026. Kenaikan tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap emas tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global. Emas masih banyak dipilih sebagai instrumen penyimpan nilai dan diversifikasi aset. Tren investasi juga semakin berperan dalam membentuk permintaan emas dibandingkan kebutuhan perhiasan. Secara global, pola permintaan emas…

  • Neraca Dagang RI Defisit, Mendag Sebut Gara-gara Harga Minyak

    Indonesia mencatat defisit neraca perdagangan sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit tersebut mengakhiri tren surplus yang bertahan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan kondisi itu terutama dipicu meningkatnya defisit sektor minyak dan gas (migas). Kenaikan harga minyak dunia membuat nilai impor migas melonjak sehingga menekan kinerja neraca perdagangan…

  • BNI Dukung UMKM Batik Lewat Puspa Nuswantara 2026

    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menunjukkan komitmennya mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melalui ajang Puspa Nuswantara 2026. Program tersebut menjadi wadah promosi bagi UMKM batik dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk batik lokal. BNI menilai batik memiliki potensi besar…