Brownies Ketan Sidoarjo: Berawal Dari Dapur Rumah Tembus Pasar Global

Usaha brownies ketan It’s Me Time asal Sidoarjo, Jawa Timur, membuktikan bisnis rumahan mampu menembus pasar internasional. Usaha tersebut dirintis oleh Jalian Setiarsa atau Arso pada 2 November 2017 dari dapur rumahnya. Pada awal berdiri, kapasitas produksi hanya sekitar 300 brownies setiap bulan. Berkat pengelolaan yang konsisten dan inovasi produk, bisnis itu terus berkembang dari tahun ke tahun. Dukungan pembinaan dan akses permodalan dari BRI turut mempercepat pertumbuhan usaha tersebut.

Arso mulai menjadi nasabah BRI pada 2018 setelah permintaan pasar terus meningkat. Melalui program Rumah BUMN BRI, ia memperoleh pendampingan mengenai manajemen usaha, peningkatan kualitas produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran. Pendampingan juga mencakup penataan fasilitas produksi serta pengurusan berbagai legalitas usaha. Produk It’s Me Time kemudian berhasil mengantongi sertifikasi PIRT, Halal, GMP, SNI, hingga standar keamanan pangan internasional HACCP. Pencapaian tersebut meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produknya.

Hasil pembinaan berdampak signifikan terhadap perkembangan usaha. Pada 2021, kapasitas produksi meningkat menjadi sekitar 20.000 hingga 25.000 brownies setiap bulan. Produk dipasarkan ke berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan melalui penjualan daring maupun luring. BRI juga membuka akses promosi melalui pameran Brilianpreneur, Trade Expo Indonesia, Halal Food Turki, serta Indonesian Exhibition Australia. Kesempatan tersebut membuka jalan bagi produk brownies ketan menembus pasar internasional.

Produk It’s Me Time berhasil melakukan ekspor ke Turki dan Hong Kong pada 2021. Ekspansi pasar berlanjut ke Singapura dan Australia pada 2022, kemudian Malaysia pada 2023. Selain sukses menembus pasar global, usaha tersebut juga meraih penghargaan Produk Terbaik Nomor 1 BRI dan penghargaan pada ajang SNI Award. BRI menegaskan komitmennya terus mendampingi UMKM agar mampu naik kelas melalui pembiayaan, pelatihan, literasi digital, dan perluasan akses pasar.

Similar Posts

  • Pemadaman Listrik, Industri Semen Dibayangi Penurunan Utilisasi & Kerusakan Alat

    Industri semen nasional menghadapi tantangan baru akibat pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah. Gangguan pasokan listrik dinilai berpotensi menurunkan tingkat utilisasi pabrik dan meningkatkan risiko kerusakan peralatan produksi. Proses produksi semen sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil. Gangguan mendadak dapat menghentikan operasional mesin, kiln, dan sistem pengolahan material yang bekerja tanpa henti selama…

  • UMKM Teriak, Bisnis Makin Susah Gara-Gara Ulah Presiden

    Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah mengeluhkan kondisi bisnis yang semakin berat akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kenaikan kurs membuat harga bahan baku impor meningkat dan biaya produksi ikut membengkak. Dampak tersebut paling dirasakan pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri. Kondisi itu memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha…

  • Harga Bawang, Cabai Sampai Emas Turun, Ini Ternyata Penyebabnya

    Harga sejumlah komoditas, mulai dari bawang merah, cabai, hingga emas, mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Meski berasal dari sektor yang berbeda, masing-masing komoditas dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan kondisi pasar yang tidak sama. Penurunan harga pangan terutama dipicu oleh meningkatnya pasokan dari sentra produksi. Sementara itu, harga emas lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi…

  • Perdagangan menumbuhkan peradaban

    Perdagangan telah menjadi salah satu pendorong utama lahirnya peradaban sejak ribuan tahun lalu. Aktivitas jual beli tidak hanya mempertemukan penjual dan pembeli. Perdagangan juga mempertemukan budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan gagasan dari berbagai wilayah. Banyak kota besar di dunia tumbuh karena menjadi pusat perdagangan. Hubungan antarmasyarakat pun berkembang melalui pertukaran barang dan pengetahuan. Sejarah menunjukkan…

  • Harga Batu Bara Acuan Turun Jadi US$ 124,4/Ton

    Pemerintah menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode terbaru sebesar US$124,4 per ton. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya seiring perubahan dinamika pasar energi global. Penurunan HBA dipengaruhi melemahnya permintaan dari sejumlah negara importir serta meningkatnya pasokan batu bara di pasar internasional. Kondisi tersebut turut memengaruhi pembentukan harga komoditas energi di berbagai kawasan. Meski…

  • Purbaya Tunda Pajak Toko Online!

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunda penerapan pungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 terhadap pedagang di marketplace. Kebijakan tersebut sebelumnya diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 37 Tahun 2025. Pemerintah memilih menunggu kondisi ekonomi lebih kuat sebelum aturan dijalankan secara penuh. Purbaya menilai penerapan kebijakan perlu mempertimbangkan momentum pemulihan ekonomi masyarakat. PMK Nomor 37 Tahun 2025…