Tunjangan Guru dan Dosen Kemenag Akan Cair Pekan Depan

Kementerian Agama memastikan tunjangan profesi guru dan dosen binaannya mulai dicairkan pada pekan depan. Kepastian itu disampaikan setelah tambahan anggaran sebesar Rp5,783 triliun resmi masuk ke Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran atau DIPA Kementerian Agama. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membayar tunjangan profesi guru lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan dosen yang telah memiliki sertifikasi. Pencairan akan dilakukan melalui satuan kerja di seluruh Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan seluruh tahapan pengajuan anggaran telah selesai. Persetujuan tambahan anggaran sebelumnya diperoleh dari Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Keuangan. Dana tersebut kini telah didistribusikan ke 604 satuan kerja yang terdiri atas Kantor Wilayah Kemenag Provinsi serta Kantor Kemenag Kabupaten dan Kota. Setiap satuan kerja diminta segera memproses pencairan agar hak para guru dan dosen dapat segera diterima.

Tambahan anggaran itu akan digunakan untuk membayar Tunjangan Profesi Guru bagi guru Pendidikan Agama Islam di sekolah serta guru madrasah yang lulus PPG pada 2025. Selain itu, anggaran juga diperuntukkan bagi pembayaran tunjangan profesi dosen yang mengajar di Perguruan Tinggi Keagamaan binaan Kementerian Agama. Kepala Biro Perencanaan Setjen Kemenag Kastolan menjelaskan usulan tambahan anggaran telah diajukan sejak Januari 2026 sebelum akhirnya disetujui pemerintah.

Kementerian Agama berharap pencairan tunjangan profesi dapat meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia. Pemerintah juga mengapresiasi dukungan DPR dan Kementerian Keuangan yang mempercepat proses persetujuan anggaran tambahan tersebut. Dengan anggaran yang telah tersedia, proses pencairan kini tinggal menunggu penyelesaian administrasi di masing-masing satuan kerja agar dana segera diterima para guru dan dosen penerima hak.

Similar Posts

  • Kemendikdasmen Ingin Hapus Stigma ‘Ospek’ di MPLS 2026, Tak Boleh Ada Kekerasan

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan komitmen untuk menghapus stigma negatif “ospek” dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026.Kebijakan ini diarahkan agar MPLS menjadi kegiatan yang edukatif, ramah siswa, dan bebas dari praktik kekerasan.Pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi praktik perploncoan di lingkungan sekolah. Kemendikdasmen menekankan bahwa MPLS harus berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah…

  • Potret Buram Pendidikan Tasik, 25 Siswa Berdesakan di Bilik Bambu Lapuk

    Sebanyak 25 siswa kelas jauh SDN Kubangsari di Kampung Manglid, Desa Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, masih menjalani kegiatan belajar di bangunan berdinding bilik bambu yang sudah lapuk. Ruang belajar tersebut merupakan bekas rumah panggung yang dialihfungsikan menjadi sekolah sejak 2016. Kondisi bangunan kini semakin memprihatinkan karena bagian lantai, dinding, dan atap mulai mengalami kerusakan….

  • Ratusan Mahasiswa Demo di Kantor Gubernur NTB, Desak MBG Dihentikan

    Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur NTB. Massa menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat dan daerah. Salah satu tuntutan utama adalah penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh. Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa spanduk, poster, dan melakukan orasi…

  • Manfaatkan Limbah Kulit Buah MBG, MAN 1 Medan Raih Medali Emas di Ajang Inovasi Jepang

    Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan kembali mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Tim siswa sekolah tersebut meraih medali emas pada ajang Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) 2026 di Tokyo, Jepang. Prestasi itu diraih melalui inovasi pemanfaatan limbah kulit buah dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inovasi tersebut mengubah limbah organik menjadi produk…

  • Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan

    Sejumlah massa yang mengatasnamakan pendukung sebuah partai politik menggelar aksi unjuk rasa di jalanan ibu kota.Aksi tersebut dilakukan dengan mendirikan tenda dan berkemah di ruang publik sebagai bentuk protes terbuka.Mereka menyuarakan tuntutan agar Menteri Pendidikan mundur dari jabatannya. Massa aksi menilai sejumlah kebijakan di sektor pendidikan tidak berjalan sesuai harapan masyarakat.Mereka menganggap ada kebijakan yang…

  • Pilu Siswa SDN Kubangsari Belajar di Bekas Rumah Panggung Nyaris Ambruk

    Puluhan siswa kelas jauh SDN Kubangsari di Kampung Manglid, Desa Kertaraharja, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, harus belajar di bangunan bekas rumah panggung yang kondisinya nyaris ambruk. Bangunan sederhana tersebut didirikan untuk mengatasi krisis akses pendidikan di wilayah terpencil. Kini, setelah hampir satu dekade digunakan, kondisi ruang belajar semakin memprihatinkan dan membahayakan keselamatan siswa maupun guru….