Kemendikdasmen Ingin Hapus Stigma ‘Ospek’ di MPLS 2026, Tak Boleh Ada Kekerasan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan komitmen untuk menghapus stigma negatif “ospek” dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026.
Kebijakan ini diarahkan agar MPLS menjadi kegiatan yang edukatif, ramah siswa, dan bebas dari praktik kekerasan.
Pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi praktik perploncoan di lingkungan sekolah.

Kemendikdasmen menekankan bahwa MPLS harus berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah secara positif.
Kegiatan ini diharapkan membantu siswa baru beradaptasi tanpa tekanan fisik maupun mental.
Guru dan pihak sekolah diminta menjadi pengawas utama dalam pelaksanaan kegiatan.

Larangan keras juga diberlakukan terhadap segala bentuk kekerasan dalam MPLS.
Baik kekerasan verbal, fisik, maupun perundungan tidak diperbolehkan dalam bentuk apa pun.
Sekolah yang melanggar aturan dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah juga mendorong kegiatan MPLS yang kreatif dan menyenangkan bagi siswa baru.
Aktivitas seperti pengenalan ekstrakurikuler, lingkungan sekolah, dan nilai kebersamaan lebih diutamakan.
Hal ini bertujuan membentuk pengalaman awal sekolah yang lebih positif.

Dengan kebijakan ini, Kemendikdasmen berharap citra MPLS berubah menjadi lebih humanis dan edukatif.
Sekolah diharapkan menjadi ruang aman bagi seluruh peserta didik sejak hari pertama masuk.

Similar Posts

  • Pendaftaran Beasiswa Chevening 2026 Dibuka, Kuliah S2 Gratis ke Inggris

    Pendaftaran Chevening Scholarship untuk tahun akademik 2027–2028 resmi dibuka pada 4 Agustus 2026. Program bergengsi Pemerintah Inggris tersebut juga tersedia bagi pelamar dari Indonesia. Chevening memberikan kesempatan menjalani pendidikan magister selama satu tahun di universitas Inggris. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi Chevening. Berdasarkan jadwal resmi, pendaftaran dibuka mulai pukul 11.00 UTC pada 4…

  • Siswa Indonesia Raih 5 Medali di Olimpiade Fisika Internasional 2026

    Tim Olimpiade Fisika Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di ajang 56th International Physics Olympiad (IPhO) 2026. Kompetisi bergengsi tersebut berlangsung di Bucaramanga, Kolombia, pada 4–12 Juli 2026. Indonesia berhasil membawa pulang lima medali yang terdiri atas satu emas, dua perak, dan dua perunggu. Prestasi tersebut diraih setelah para peserta bersaing dengan 381 siswa dari 93…

  • Hadapi Apatisme Politik Gen Z, SMA dan SMK Strada Dorong Siswa Berpikir Kritis

    SMA dan SMK Strada terus mendorong siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis sebagai respons terhadap meningkatnya apatisme politik di kalangan Generasi Z. Sekolah menilai pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga membentuk peserta didik agar memahami kehidupan demokrasi, memiliki kepedulian sosial, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar. Melalui berbagai kegiatan pembelajaran, siswa…

  • Data Anak Putus Sekolah di Muba Capai 19 Ribu Orang, Pemkab Bantah

    Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin membantah kabar yang menyebut jumlah anak putus sekolah di daerahnya mencapai 19 ribu orang. Bantahan itu muncul setelah data tersebut disampaikan dalam rapat Komisi V DPRD Sumatera Selatan. Pemkab menegaskan angka tersebut merupakan data mentah yang belum melalui proses verifikasi. Pemerintah daerah meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan kondisi pendidikan di Musi…

  • Cara Masuk Sekolah Rakyat, Benarkah Pendaftaran Dibuka Terus?

    Banyak masyarakat bertanya apakah Sekolah Rakyat membuka pendaftaran peserta didik sepanjang tahun. Jawabannya adalah tidak. Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan Sekolah Rakyat tidak menggunakan sistem pendaftaran mandiri seperti sekolah pada umumnya. Calon peserta didik tidak dapat datang langsung atau mengisi formulir secara bebas. Proses penerimaan dilakukan melalui mekanisme seleksi dan pendataan oleh pemerintah daerah serta Kemensos….

  • Pemprov apresiasi pemerintah pusat bangun sektor pendidikan di Kepri

    Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat Sektor Pendidikan di daerah. Sinergi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Kepulauan Riau. Pemprov Kepri menyebut dukungan pemerintah pusat diwujudkan melalui pembangunan sarana pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta berbagai program bantuan pendidikan. Langkah tersebut diharapkan memperluas akses…