Pemprov apresiasi pemerintah pusat bangun sektor pendidikan di Kepri

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat Sektor Pendidikan di daerah. Sinergi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Kepulauan Riau.

Pemprov Kepri menyebut dukungan pemerintah pusat diwujudkan melalui pembangunan sarana pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta berbagai program bantuan pendidikan. Langkah tersebut diharapkan memperluas akses belajar bagi masyarakat.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga mendorong peningkatan kompetensi guru dan penguatan pembelajaran. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan lulusan yang memiliki daya saing tinggi serta siap menghadapi perkembangan dunia kerja.

Pemprov Kepri menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat. Kerja sama tersebut diperlukan agar berbagai program pendidikan dapat berjalan efektif dan menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah kepulauan yang memiliki tantangan geografis.

Pemerintah berharap pembangunan sektor pendidikan terus berlanjut secara berkesinambungan. Dengan dukungan berbagai pihak, kualitas layanan pendidikan di Kepulauan Riau diharapkan semakin meningkat dan mampu menghasilkan generasi yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing global.

Similar Posts

  • Mohan Tegaskan SPMB Mataram Harus Bebas Titipan, Masyarakat Diminta Ikuti Jalur Resmi

    MATARAM – Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menanggapi maraknya isu penggunaan nama pejabat untuk mempermudah proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Mataram. Ia menegaskan seluruh proses penerimaan siswa harus berjalan sesuai aturan dan tidak memerlukan praktik titip-menitip. Mohan meminta masyarakat, khususnya para orang tua calon siswa, tidak memaksakan anak masuk ke sekolah tertentu….

  • Buku Pelajaran yang Adaptif terhadap Pergantian Kurikulum

    Buku Pelajaran Adaptif dinilai menjadi solusi untuk menghadapi pergantian kurikulum di Indonesia. Konsep tersebut memungkinkan materi pembelajaran tetap relevan meski terjadi perubahan kebijakan pendidikan. Buku adaptif disusun dengan materi yang fleksibel dan mudah diperbarui. Guru dapat menyesuaikan isi pembelajaran sesuai capaian belajar, karakter peserta didik, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Pendekatan ini mendukung proses belajar yang…

  • Sekolah Rakyat di OKI Ditarget Operasional 13 Juli, Tahap Awal Terima 300 Siswa

    Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menargetkan Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada 13 Juli 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Pada tahap awal, sekolah akan menerima sebanyak 300 siswa dari berbagai wilayah di OKI. Persiapan sarana, prasarana, dan tenaga pendidik terus dipercepat menjelang pembukaan….

  • Open House SRMP 2 Medan, Gus Ipul Ajak Warga Lihat Gambaran Sekolah Rakyat

    Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan open house yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan gambaran langsung kepada masyarakat mengenai konsep, fasilitas, serta sistem pendidikan yang diterapkan dalam program Sekolah Rakyat. Menurut Gus Ipul, open house menjadi kesempatan…

  • SMA Negeri 7 Lubuklinggau Hanya Dapat 13 Siswa Baru di Tahun 2026

    SMA Negeri 7 Lubuklinggau, Sumatera Selatan, hanya memperoleh 13 siswa baru pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut jauh di bawah daya tampung sekolah yang telah disediakan. Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Pemerintah daerah pun mulai mengevaluasi penyebab rendahnya minat calon peserta didik terhadap sekolah tersebut….

  • Murid SMP, SMA dan SMK Ikut Simulasi Rapat DPR, Apa yang Dibahas?

    Ratusan pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK mengikuti simulasi rapat DPR sebagai bagian dari program pendidikan demokrasi. Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan proses legislasi dan pengambilan keputusan di parlemen. Para peserta berperan sebagai anggota dewan, pimpinan rapat, hingga perwakilan pemerintah. Mereka menjalani tahapan rapat layaknya sidang resmi di DPR. Simulasi ini diharapkan meningkatkan pemahaman generasi muda…