Daftar Komoditas Pemicu Inflasi Sumsel 2,89% pada Juni 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Inflasi Sumsel pada Juni 2026 mencapai 2,89 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kenaikan harga di sejumlah kelompok pengeluaran menjadi penyebab utama meningkatnya inflasi di provinsi tersebut.

BPS menyebut komoditas seperti beras, cabai rawit, bawang merah, emas perhiasan, dan tarif angkutan udara menjadi penyumbang utama inflasi pada Juni 2026. Kenaikan permintaan serta faktor pasokan memengaruhi pergerakan harga sejumlah komoditas tersebut.

Selain bahan pangan, kelompok transportasi turut memberikan andil terhadap inflasi. Penyesuaian tarif angkutan udara selama periode liburan ikut mendorong kenaikan indeks harga konsumen di Sumatera Selatan.

Meski terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas, BPS mencatat terdapat barang yang mengalami penurunan harga. Penurunan tersebut membantu menahan laju inflasi agar tidak meningkat lebih tinggi. Kondisi pasokan dan distribusi dinilai tetap menjadi faktor penting dalam pembentukan harga.

Pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat langkah pengendalian harga. Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan pasokan, kelancaran distribusi, dan operasi pasar apabila diperlukan. Langkah itu diharapkan menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat pada bulan-bulan berikutnya.

Similar Posts

  • Neraca Dagang RI Defisit, Mendag Sebut Gara-gara Harga Minyak

    Indonesia mencatat defisit neraca perdagangan sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit tersebut mengakhiri tren surplus yang bertahan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan kondisi itu terutama dipicu meningkatnya defisit sektor minyak dan gas (migas). Kenaikan harga minyak dunia membuat nilai impor migas melonjak sehingga menekan kinerja neraca perdagangan…

  • Kisi-Kisi Emiten Telko ISAT, TLKM, EXCL dari Pertarungan Monetisasi 5G

    Persaingan industri telekomunikasi Indonesia memasuki babak baru seiring semakin masifnya pengembangan jaringan 5G. Tiga emiten telekomunikasi besar, yakni PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), kini menghadapi tantangan yang sama: bagaimana mengubah investasi besar pada infrastruktur 5G menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan….

  • Ramai Pemain Baru, Persaingan Unit Usaha Syariah (UUS) Multifinace Kian Dinamis

    Industri pembiayaan syariah di Indonesia semakin menunjukkan pertumbuhan yang positif seiring bertambahnya jumlah pelaku usaha yang masuk ke segmen tersebut. Kehadiran sejumlah pemain baru membuat persaingan Unit Usaha Syariah (UUS) perusahaan multifinance kian dinamis, sekaligus memperluas pilihan layanan pembiayaan berbasis syariah bagi masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, tren pembiayaan syariah terus mengalami peningkatan. Kondisi ini…

  • Harga Telur & Ayam Turun Saat MBG Disetop Sementara, Hotel-Kafe Diminta Serap

    telur ayam dan daging ayam mengalami penurunan harga di sejumlah pasar setelah program MBG dihentikan sementara.Kondisi ini terjadi karena permintaan dari sektor tertentu mengalami penyesuaian dalam waktu singkat.Perubahan tersebut langsung berdampak pada pergerakan harga di tingkat pedagang. Para pelaku usaha mencatat adanya penurunan serapan dari distribusi sebelumnya.Akibatnya, stok telur dan ayam di beberapa daerah mengalami…

  • Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini Turun

    Harga emas yang dijual melalui Pegadaian kompak melemah pada perdagangan hari ini. Penurunan terjadi pada tiga produk emas populer, yakni Antam, UBS, dan Galeri 24. Koreksi harga mengikuti pergerakan pasar logam mulia yang masih berfluktuasi dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data Pegadaian, harga emas Antam turun Rp12.000 menjadi Rp2.812.000 per gram. Sementara itu, emas Galeri…

  • BBM Biodiesel B50 Ada Masa Transisi 3 Bulan, ESDM Beberkan Alasannya

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan masa transisi selama tiga bulan sebelum implementasi penuh Biodiesel B50. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh pihak, mulai dari produsen bahan bakar, badan usaha, hingga sektor industri dan transportasi yang akan menggunakan campuran biodiesel 50 persen tersebut. Menurut Kementerian ESDM, masa transisi diperlukan agar proses distribusi,…