Hadapi Apatisme Politik Gen Z, SMA dan SMK Strada Dorong Siswa Berpikir Kritis
SMA dan SMK Strada terus mendorong siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis sebagai respons terhadap meningkatnya apatisme politik di kalangan Generasi Z. Sekolah menilai pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga membentuk peserta didik agar memahami kehidupan demokrasi, memiliki kepedulian sosial, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar.
Melalui berbagai kegiatan pembelajaran, siswa diajak berdiskusi mengenai isu-isu sosial, politik, dan kebangsaan secara terbuka. Pendekatan tersebut bertujuan membangun keberanian menyampaikan pendapat sekaligus menghargai perbedaan pandangan. Sekolah berharap siswa tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan di media sosial.
Pihak Strada menilai Generasi Z memiliki akses informasi yang sangat luas melalui platform digital. Namun, derasnya arus informasi juga membawa tantangan berupa hoaks, polarisasi, dan rendahnya kepercayaan terhadap institusi politik. Karena itu, kemampuan berpikir kritis menjadi bekal penting agar siswa mampu memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Selain pembelajaran di kelas, sekolah juga mengembangkan berbagai aktivitas yang melatih kepemimpinan, kerja sama, dan kemampuan berdialog. Melalui organisasi siswa, debat, hingga proyek kolaboratif, peserta didik didorong untuk aktif menyampaikan gagasan sekaligus mencari solusi atas persoalan di lingkungan sekitar. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi mereka sebagai warga negara.
Sekolah menegaskan bahwa tujuan pendidikan politik bukan mengarahkan siswa kepada pilihan politik tertentu. Sebaliknya, pendidikan diarahkan agar peserta didik memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, menghargai demokrasi, serta mampu mengambil keputusan secara rasional berdasarkan fakta dan nilai-nilai kebangsaan.
Melalui penguatan literasi politik dan budaya berpikir kritis, SMA dan SMK Strada berharap siswa tidak tumbuh menjadi generasi yang apatis terhadap kehidupan berbangsa. Sebaliknya, mereka diharapkan menjadi warga negara yang aktif, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia di masa depan.
