Manfaatkan Limbah Kulit Buah MBG, MAN 1 Medan Raih Medali Emas di Ajang Inovasi Jepang
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan kembali mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Tim siswa sekolah tersebut meraih medali emas pada ajang Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) 2026 di Tokyo, Jepang. Prestasi itu diraih melalui inovasi pemanfaatan limbah kulit buah dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inovasi tersebut mengubah limbah organik menjadi produk yang bernilai guna sekaligus ramah lingkungan. Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar pelajar Indonesia dalam menciptakan solusi berbasis sains dan teknologi.
Tim MAN 1 Medan mengembangkan inovasi dengan memanfaatkan kulit buah yang selama ini menjadi limbah dari program MBG. Limbah tersebut diolah menggunakan pendekatan ilmiah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan. Inovasi itu dinilai mampu mendukung pengurangan sampah organik sekaligus mendorong konsep ekonomi sirkular. Dewan juri memberikan apresiasi atas orisinalitas ide, dampak lingkungan, dan potensi penerapannya. Proyek tersebut bersaing dengan berbagai karya inovasi dari sejumlah negara peserta.
Kepala MAN 1 Medan menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para siswa di ajang internasional tersebut. Menurutnya, prestasi itu merupakan hasil kerja keras siswa, guru pembimbing, dan dukungan berbagai pihak. Ia berharap keberhasilan tersebut memotivasi pelajar lain untuk terus berinovasi melalui penelitian sederhana. Madrasah juga berkomitmen memperkuat pembelajaran berbasis riset dan kreativitas. Pendekatan itu dinilai mampu meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia.
Japan Design, Idea and Invention Expo menjadi salah satu kompetisi inovasi bergengsi yang diikuti pelajar, mahasiswa, dan peneliti dari berbagai negara. Ajang tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mempresentasikan gagasan inovatif yang menjawab berbagai persoalan global. Keberhasilan MAN 1 Medan menambah daftar prestasi Indonesia di bidang inovasi internasional. Inovasi berbasis limbah organik juga sejalan dengan upaya mendukung pembangunan berkelanjutan. Prestasi tersebut diharapkan menginspirasi lahirnya lebih banyak karya inovatif dari pelajar Indonesia.
