Sekolah Harus Sosialisasikan MPLS ke Ortu, Boleh Lewat Surat-Saat Daftar Ulang

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa sekolah wajib menyosialisasikan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada orang tua siswa.
Sosialisasi ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk surat resmi saat proses daftar ulang.
Langkah ini bertujuan agar orang tua memahami kegiatan yang akan diikuti siswa baru.

Kemendikdasmen menilai keterlibatan orang tua penting dalam mendukung pelaksanaan MPLS yang aman dan edukatif.
Dengan adanya informasi yang jelas, orang tua dapat mengetahui isi kegiatan sejak awal.
Hal ini juga diharapkan mencegah kesalahpahaman terkait pelaksanaan MPLS di sekolah.

Sekolah diminta menyampaikan informasi secara terbuka mengenai jadwal dan bentuk kegiatan MPLS.
Selain itu, aturan terkait larangan kekerasan juga perlu dijelaskan kepada orang tua.
Transparansi ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.

Pemerintah juga mendorong sekolah untuk menggunakan berbagai media komunikasi.
Selain surat, informasi dapat disampaikan melalui grup orang tua atau platform digital sekolah.
Hal ini agar penyampaian informasi lebih cepat dan mudah dipahami.

Dengan kebijakan ini, MPLS diharapkan berjalan lebih tertib, aman, dan melibatkan peran aktif orang tua.
Sekolah dan keluarga diharapkan dapat bekerja sama dalam mendampingi siswa baru.

Similar Posts

  • Murid SMP, SMA dan SMK Ikut Simulasi Rapat DPR, Apa yang Dibahas?

    Ratusan pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK mengikuti simulasi rapat DPR sebagai bagian dari program pendidikan demokrasi. Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan proses legislasi dan pengambilan keputusan di parlemen. Para peserta berperan sebagai anggota dewan, pimpinan rapat, hingga perwakilan pemerintah. Mereka menjalani tahapan rapat layaknya sidang resmi di DPR. Simulasi ini diharapkan meningkatkan pemahaman generasi muda…

  • Faculty of Humanities BINUS University Siapkan Talenta Global di Era AI, Menjawab Kekhawatiran Orang Tua akan Masa Depan Karier Anak

    Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat memunculkan berbagai kekhawatiran di kalangan orang tua terkait masa depan karier anak-anak mereka. Menjawab tantangan tersebut, Faculty of Humanities BINUS University terus mengembangkan kurikulum yang dirancang untuk mencetak talenta global yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi tanpa kehilangan keunggulan manusia yang sulit digantikan oleh AI. Faculty of…

  • Kemendikdasmen Ingin Hapus Stigma ‘Ospek’ di MPLS 2026, Tak Boleh Ada Kekerasan

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan komitmen untuk menghapus stigma negatif “ospek” dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026.Kebijakan ini diarahkan agar MPLS menjadi kegiatan yang edukatif, ramah siswa, dan bebas dari praktik kekerasan.Pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi praktik perploncoan di lingkungan sekolah. Kemendikdasmen menekankan bahwa MPLS harus berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah…

  • Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree

    Pemerintah Kamboja menargetkan penguatan kerja sama pendidikan tinggi dengan Indonesia melalui pengembangan program double degree atau gelar ganda. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kedua negara. Program tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh gelar akademik dari dua perguruan tinggi dalam satu masa studi. Rencana kerja sama tersebut…

  • Raker di Sabang, SMAN 9 Banda Aceh Perkuat Komitmen Wujudkan Pendidikan Berkualitas dan Berprestasi

    SMAN 9 Banda Aceh menggelar rapat kerja (raker) di Kota Sabang sebagai langkah menyusun program pendidikan tahun ajaran baru. Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan strategi peningkatan mutu sekolah. Raker diikuti oleh jajaran manajemen sekolah, guru, serta tenaga kependidikan. Selama kegiatan berlangsung, peserta membahas berbagai program prioritas yang akan dijalankan pada tahun ajaran 2026/2027….

  • Wajib Belajar 13 Tahun Akan Diatur dalam Draf RUU Sisdiknas

    Program wajib belajar 13 tahun akan mendapat penguatan melalui Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Ketentuan tersebut dimasukkan dalam draf revisi sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan nasional sejak usia dini. Skema wajib belajar mencakup satu tahun pendidikan prasekolah, sembilan tahun pendidikan dasar, dan tiga tahun pendidikan menengah. Komisi X DPR RI menilai…