Dinsos: Siswa SRMA 18 Blora mengalami peningkatan rasa percaya diri

Dinas Sosial menyatakan para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora menunjukkan peningkatan rasa percaya diri setelah mengikuti proses pembelajaran dan pembinaan. Perubahan tersebut terlihat dari keberanian siswa menyampaikan pendapat, berinteraksi dengan teman, serta mengikuti berbagai kegiatan sekolah. Program pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan keterampilan sosial. Upaya tersebut diharapkan membantu siswa lebih siap menghadapi tantangan pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.

Menurut Dinas Sosial, peningkatan kepercayaan diri terlihat melalui berbagai aktivitas harian di lingkungan sekolah. Siswa mulai aktif mengikuti diskusi, tampil dalam kegiatan seni, serta berpartisipasi pada program kepemimpinan. Pendamping dan tenaga pendidik juga memberikan motivasi secara rutin agar setiap siswa mampu mengenali potensi yang dimiliki. Pendekatan tersebut dinilai efektif membangun karakter positif dan semangat belajar.

Selain pembelajaran di kelas, SRMA 18 Blora menghadirkan berbagai kegiatan pengembangan diri. Siswa memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan keterampilan, olahraga, dan aktivitas kelompok yang mendorong kerja sama. Lingkungan belajar yang mendukung membuat mereka lebih berani mencoba hal baru. Program tersebut juga membantu meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan membangun hubungan sosial yang sehat. Perkembangan siswa dipantau secara berkala oleh guru serta pendamping.

Dinas Sosial berharap perubahan positif tersebut dapat terus dipertahankan melalui pembinaan yang berkelanjutan. Kepercayaan diri dinilai menjadi bekal penting bagi siswa untuk meraih prestasi dan merencanakan masa depan. Pemerintah juga berkomitmen memperkuat kualitas layanan pendidikan dan pembinaan di Sekolah Rakyat. Dengan dukungan berbagai pihak, SRMA 18 Blora diharapkan mampu mencetak lulusan yang mandiri, percaya diri, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

Similar Posts

  • BGN Sisir Sekolah Swasta Elite Tak Butuh MBG

    Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menyisir sejumlah sekolah swasta elite yang dinilai tidak membutuhkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran program tepat sasaran. Pemerintah ingin memprioritaskan peserta didik yang lebih membutuhkan dukungan pemenuhan gizi. Evaluasi juga dilakukan agar anggaran negara digunakan secara lebih efektif dan efisien. BGN menjelaskan pendataan dilakukan…

  • Open House SRMP 2 Medan, Gus Ipul Ajak Warga Lihat Gambaran Sekolah Rakyat

    Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan open house yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan gambaran langsung kepada masyarakat mengenai konsep, fasilitas, serta sistem pendidikan yang diterapkan dalam program Sekolah Rakyat. Menurut Gus Ipul, open house menjadi kesempatan…

  • Mathla’ul Anwar dan Pemprov Jabar Teken MoU Perluas Akses Beasiswa Pendidikan

    Organisasi pendidikan dan dakwah Mathla’ul Anwar menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperluas akses beasiswa pendidikan bagi masyarakat. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemerataan pendidikan, khususnya bagi pelajar dari keluarga kurang mampu. Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak akan mendorong perluasan akses bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa…

  • MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG, Ini Alasan dan Ketentuannya

    MK larang dana pendidikan untuk MBG setelah mengabulkan sebagian permohonan pengujian Undang-Undang APBN 2026. Putusan tersebut dibacakan Ketua MK Suhartoyo pada Kamis, 30 Juli 2026. Perkara ini mempersoalkan masuknya pendanaan Makan Bergizi Gratis dalam komponen anggaran pendidikan. Konstitusi mewajibkan negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD. MK menilai penggunaan porsi tersebut…

  • Sekolah Rakyat di OKI Ditarget Operasional 13 Juli, Tahap Awal Terima 300 Siswa

    Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menargetkan Sekolah Rakyat mulai beroperasi pada 13 Juli 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Pada tahap awal, sekolah akan menerima sebanyak 300 siswa dari berbagai wilayah di OKI. Persiapan sarana, prasarana, dan tenaga pendidik terus dipercepat menjelang pembukaan….

  • Wacana SPP SMA/SMK Aktif Lagi, Dedi Mulyadi: Belum Saatnya

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan belum ada rencana mengaktifkan kembali pungutan Sumbangan Pembinaan Pendidikan atau SPP di SMA dan SMK negeri. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya wacana mengenai kemungkinan pemberlakuan kembali biaya pendidikan di sekolah menengah negeri. Menurut Dedi, saat ini pemerintah daerah masih memprioritaskan akses pendidikan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat. Ia menilai…