BGN Sisir Sekolah Swasta Elite Tak Butuh MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menyisir sejumlah sekolah swasta elite yang dinilai tidak membutuhkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran program tepat sasaran. Pemerintah ingin memprioritaskan peserta didik yang lebih membutuhkan dukungan pemenuhan gizi. Evaluasi juga dilakukan agar anggaran negara digunakan secara lebih efektif dan efisien.

BGN menjelaskan pendataan dilakukan bersama pemerintah daerah dan pihak sekolah. Proses tersebut bertujuan memetakan kondisi ekonomi peserta didik serta kemampuan sekolah menyediakan makanan bergizi secara mandiri. Sekolah yang memiliki fasilitas dan sumber daya memadai akan menjadi bagian dari proses evaluasi. Hasil pendataan akan menjadi dasar dalam menentukan sasaran penerima program berikutnya.

Pemerintah menegaskan Program MBG tetap berfokus pada peningkatan kualitas gizi anak dan mendukung proses belajar. Karena itu, penyaluran bantuan harus mempertimbangkan tingkat kebutuhan di setiap daerah. Sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga mampu dapat menjadi prioritas lebih rendah. Sebaliknya, sekolah dengan peserta didik dari keluarga rentan akan tetap menjadi perhatian utama.

BGN juga memastikan evaluasi tidak mengurangi komitmen pemerintah terhadap pemerataan akses gizi bagi seluruh anak Indonesia. Pendataan dilakukan secara objektif dan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah berharap kebijakan tersebut mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program MBG. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan satuan pendidikan juga terus diperkuat selama proses berlangsung.

Melalui penyisiran tersebut, pemerintah berharap Program MBG semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal. Anggaran yang tersedia diharapkan dapat menjangkau lebih banyak siswa yang benar-benar membutuhkan. Evaluasi berkala juga akan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan transparan, akuntabel, dan mendukung peningkatan kualitas gizi anak di seluruh Indonesia.

Similar Posts

  • Pertamina Patra Niaga Perkuat Dukungan Pendidikan Anak lewat Program CID

    Pertamina Patra Niaga terus memperkuat dukungan terhadap sektor pendidikan anak melalui program Community Involvement and Development atau CID. Program tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan di sekitar wilayah operasional. Pendidikan ditempatkan sebagai salah satu bidang penting dalam pengembangan masyarakat. Kegiatan diarahkan untuk membantu meningkatkan akses sekaligus kualitas pembelajaran bagi generasi muda….

  • Alumni Dilarang Ikut Urus MPLS 2026, Perpeloncoan hingga Atribut Tak Edukatif Dihapus

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pelaksanaan MPLS 2026 harus berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari praktik perpeloncoan. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Mendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Salah satu poin penting dalam aturan itu adalah larangan melibatkan alumni sebagai penyelenggara MPLS 2026. Ketentuan tersebut diterapkan untuk memastikan kegiatan…

  • Kemdikti Sebut Talenta STEM Indonesia Kurang, Siapkan Lulusan SMA Unggul Garuda

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyebut Indonesia masih kekurangan talenta di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau STEM. Saat ini, proporsi talenta STEM Indonesia masih di bawah 20 persen, jauh tertinggal dibanding negara maju yang telah mencapai 30 hingga 40 persen. Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini, mengatakan kondisi…

  • Sekolah Harus Sosialisasikan MPLS ke Ortu, Boleh Lewat Surat-Saat Daftar Ulang

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa sekolah wajib menyosialisasikan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada orang tua siswa.Sosialisasi ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk surat resmi saat proses daftar ulang.Langkah ini bertujuan agar orang tua memahami kegiatan yang akan diikuti siswa baru. Kemendikdasmen menilai keterlibatan orang tua penting dalam mendukung pelaksanaan MPLS…

  • Hadapi Apatisme Politik Gen Z, SMA dan SMK Strada Dorong Siswa Berpikir Kritis

    SMA dan SMK Strada terus mendorong siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis sebagai respons terhadap meningkatnya apatisme politik di kalangan Generasi Z. Sekolah menilai pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga membentuk peserta didik agar memahami kehidupan demokrasi, memiliki kepedulian sosial, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar. Melalui berbagai kegiatan pembelajaran, siswa…

  • Cerita SMAN 4 Bandung Verifikasi 3.000 Berkas demi 1 Kursi

    Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMAN 4 Bandung menjadi sorotan karena tingginya jumlah pendaftar. Sekolah tersebut harus memverifikasi sekitar 3.000 berkas pendaftaran untuk memperebutkan kursi yang tersedia. Tingginya minat masyarakat menunjukkan SMAN 4 Bandung masih menjadi salah satu sekolah favorit di Kota Bandung. Pihak sekolah mengungkapkan proses verifikasi dilakukan secara teliti untuk…