Wamen Isyana: Pendidikan jalan terpenting entaskan kemiskinan keluarga
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan bahwa pendidikan merupakan jalan paling penting untuk memutus rantai kemiskinan dalam keluarga. Menurutnya, investasi pada pendidikan akan memberikan dampak jangka panjang karena mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih baik.
Isyana menjelaskan bahwa kemiskinan sering kali berlangsung antargenerasi apabila anak-anak tidak memperoleh akses pendidikan yang memadai. Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai program yang memperluas kesempatan belajar, terutama bagi keluarga kurang mampu. Pendidikan dinilai menjadi fondasi utama agar anak memiliki keterampilan dan daya saing di masa depan.
Selain pendidikan formal, Isyana juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kolaborasi antara ayah dan ibu dinilai sangat menentukan keberhasilan pendidikan, mulai dari membangun kebiasaan belajar hingga menanamkan karakter positif sejak dini. Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang mandiri dan produktif.
Pemerintah juga terus memperkuat berbagai program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, termasuk pemberian akses bagi kelompok rentan. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan angka partisipasi sekolah, tetapi juga memperbesar peluang anak memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang lebih sejahtera di masa depan.
Menurut Isyana, pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan. Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mendukung akan lebih mudah mengembangkan potensi dirinya. Kondisi tersebut diyakini dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Melalui penguatan akses pendidikan dan ketahanan keluarga, pemerintah berharap semakin banyak anak Indonesia memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik. Pendidikan tidak hanya menjadi bekal memperoleh pekerjaan, tetapi juga menjadi sarana membangun kemandirian, meningkatkan kesejahteraan, serta memutus rantai kemiskinan yang berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya.
