Pertama di Pulau Jawa, STAH Luncurkan Program Magister Pendidikan Agama Hindu

Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta resmi meluncurkan Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu. Program tersebut menjadi jenjang magister pertama yang diselenggarakan perguruan tinggi Hindu di Pulau Jawa. Peluncuran dilakukan di kampus STAH Dharma Nusantara Jakarta pada Sabtu, 25 Juli 2026. Langkah itu diharapkan memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan Hindu bagi masyarakat Indonesia.

Peresmian program dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, I Nengah Duija. Hadir pula Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, pimpinan perguruan tinggi, akademisi, dosen, serta tokoh agama Hindu. Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta, Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari, menyebut peluncuran tersebut sebagai tonggak penting pengembangan pendidikan Hindu. Menurutnya, kampus berkomitmen mencetak lulusan berkarakter dan mampu menjawab tantangan zaman.

Program Magister Pendidikan Agama Hindu dirancang untuk memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kurikulum dikembangkan dengan memadukan nilai-nilai dharma, budaya, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lulusan diharapkan memiliki kompetensi akademik, profesional, dan spiritual yang seimbang. Program itu juga diproyeksikan menghasilkan sumber daya manusia Hindu yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Direktur Jenderal Bimas Hindu, I Nengah Duija, mengapresiasi hadirnya program magister tersebut. Ia berharap STAH Dharma Nusantara Jakarta berkembang menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan Hindu yang unggul dan inovatif. Gugun Gumilar juga menilai pendidikan menjadi investasi penting dalam membangun karakter bangsa. Kehadiran program ini melengkapi perkembangan pendidikan tinggi Hindu di Pulau Jawa setelah berdirinya STAHN Jawa Dwipa Klaten pada 2024 sebagai perguruan tinggi keagamaan Hindu negeri pertama di wilayah tersebut.

Similar Posts

  • PM Singapura Ajak Siswa SMA Garuda Ikut Program Pertukaran Pelajar

    Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengajak siswa SMA Garuda Indonesia mengikuti program pertukaran pelajar antara Indonesia dan Singapura. Ajakan tersebut disampaikan saat mengunjungi SMA Garuda bersama Presiden Prabowo Subianto di Magelang, Jawa Tengah, Selasa, 7 Juli 2026. Wong menilai pertukaran pelajar penting untuk mempererat hubungan kedua negara sejak usia muda. Program itu juga diharapkan memperluas…

  • Purbaya Pastikan Kesiapan Sarana-Prasarana Sekolah Rakyat Layak Guna

    Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat telah dipersiapkan secara layak. Penegasan itu disampaikan saat meninjau langsung salah satu lokasi Sekolah Rakyat bersama jajaran pemerintah terkait. Kunjungan dilakukan untuk memastikan fasilitas pendidikan siap digunakan oleh peserta didik. Pemerintah ingin proses belajar mengajar berlangsung dengan aman,…

  • 17 Siswa dari 4 Negara Jalani Program Pertukaran Pelajar di Indonesia Selama 10 Bulan

    Sebanyak 17 siswa dari empat negara mengikuti program pertukaran pelajar di Indonesia selama sekitar 10 bulan. Program tersebut memberikan kesempatan bagi pelajar asing untuk mengenal pendidikan, kehidupan keluarga, dan kebudayaan Indonesia. Para peserta akan tinggal bersama keluarga angkat selama menjalani program. Mereka juga mengikuti kegiatan belajar di sekolah Indonesia seperti pelajar lainnya. Program pertukaran tersebut…

  • Kemdikti Sebut Talenta STEM Indonesia Kurang, Siapkan Lulusan SMA Unggul Garuda

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyebut Indonesia masih kekurangan talenta di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau STEM. Saat ini, proporsi talenta STEM Indonesia masih di bawah 20 persen, jauh tertinggal dibanding negara maju yang telah mencapai 30 hingga 40 persen. Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini, mengatakan kondisi…

  • Tiga Sekolah Disegel, Pemkab Bima Minta Massa Tak Anarkistis

    Pemerintah Kabupaten Bima meminta masyarakat tidak bertindak anarkistis menyusul penyegelan tiga sekolah di Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Penyegelan dilakukan oleh sekelompok warga yang menuntut penyelesaian persoalan pemekaran desa. Akibat aksi tersebut, kegiatan belajar mengajar di sekolah terdampak sempat terganggu. Pemerintah daerah mengimbau semua pihak mengedepankan dialog untuk menyelesaikan persoalan. Tiga sekolah yang…

  • Alumni Dilarang Ikut Urus MPLS 2026, Perpeloncoan hingga Atribut Tak Edukatif Dihapus

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pelaksanaan MPLS 2026 harus berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari praktik perpeloncoan. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Mendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Salah satu poin penting dalam aturan itu adalah larangan melibatkan alumni sebagai penyelenggara MPLS 2026. Ketentuan tersebut diterapkan untuk memastikan kegiatan…