Tiga Sekolah Disegel, Pemkab Bima Minta Massa Tak Anarkistis

Pemerintah Kabupaten Bima meminta masyarakat tidak bertindak anarkistis menyusul penyegelan tiga sekolah di Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Penyegelan dilakukan oleh sekelompok warga yang menuntut penyelesaian persoalan pemekaran desa. Akibat aksi tersebut, kegiatan belajar mengajar di sekolah terdampak sempat terganggu. Pemerintah daerah mengimbau semua pihak mengedepankan dialog untuk menyelesaikan persoalan.

Tiga sekolah yang terdampak meliputi SDN 1 Sandue, SMPN 4 Sanggar, dan SMAN 1 Sanggar. Penyegelan dilakukan dengan memasang bambu dan berbagai material pada akses masuk sekolah. Aksi itu merupakan bentuk protes warga terhadap belum tuntasnya pembentukan Desa Oi Saro. Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait tuntutan tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bima, Feri Sofiyan, meminta massa menghentikan tindakan yang merugikan dunia pendidikan. Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat selama dilakukan secara tertib dan damai. Pemerintah daerah menilai aktivitas belajar siswa tidak boleh menjadi korban dalam penyelesaian persoalan administratif. Pemkab juga berkomitmen memfasilitasi dialog bersama seluruh pihak terkait.

Pemerintah Kabupaten Bima terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif. Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal. Pemkab berharap masyarakat mengedepankan musyawarah dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Hingga kini, proses komunikasi antara pemerintah daerah dan perwakilan warga masih terus berlangsung untuk mencari solusi terbaik.

Similar Posts

  • Sekolah Rakyat Kaliwadas Siap Terima 90 Siswa dari Kota Cirebon Tahun Ajaran 2026

    Sekolah Rakyat Kaliwadas di Kabupaten Cirebon dipastikan akan menerima 90 siswa asal Kota Cirebon pada tahun ajaran 2026. Kebijakan ini diambil karena fasilitas Sekolah Rakyat di Kota Cirebon belum mampu menampung peserta didik baru. Dinas Sosial Kota Cirebon menjelaskan, penggabungan peserta didik dilakukan berdasarkan arahan Kementerian Sosial. Seluruh siswa akan mengikuti kegiatan belajar mengajar di…

  • Rahasia Alumni Penabur Raih IPK Nyaris Sempurna di NUS dan Lolos COC Season 3

    Alumni BPK PENABUR, Joshua Jonathan, membuktikan prestasi akademik dan pengembangan diri dapat berjalan beriringan. Lulusan Singapore University of Technology and Design (SUTD) itu berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK 4,93 dari skala 5,00. Selain berprestasi di bangku kuliah, Joshua juga lolos sebagai peserta Clash of Champions (COC) Season 3, ajang yang mempertemukan mahasiswa berprestasi…

  • Pastikan Kualitas Bangunan, Revitalisasi Sekolah Libatkan Pakar Kampus-Mahasiswa

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan program revitalisasi sekolah melibatkan perguruan tinggi untuk menjaga kualitas pembangunan. Keterlibatan akademisi diharapkan mampu memastikan setiap proyek memenuhi standar teknis, keamanan, dan keberlanjutan. Selain dosen dan pakar konstruksi, mahasiswa juga akan dilibatkan dalam proses pendampingan serta pengawasan di lapangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu infrastruktur pendidikan…

  • Cirebon Matangkan Sekolah Rakyat, Siapkan Guru Sementara

    Pemerintah Kota Cirebon terus mematangkan persiapan Sekolah Rakyat. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menyiapkan tenaga pengajar sementara sebelum proses rekrutmen guru tetap selesai. Guru sementara akan bertugas pada tahap awal penyelenggaraan pembelajaran. Pemerintah daerah ingin memastikan kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Selain menyiapkan tenaga pendidik, pemerintah juga melakukan pembenahan…

  • Mensos: Kemiskinan Ortu Tak Boleh Jadi Takdir Anak, Negara Buka Pendidikan

    Menteri Sosial menegaskan bahwa Kemiskinan yang dialami orang tua tidak boleh menjadi takdir bagi anak-anak mereka. Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas sebagai salah satu cara memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Pendidikan dinilai menjadi kunci agar setiap anak memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik. Mensos mengatakan pemerintah terus…

  • Kemendikdasmen Ingin Hapus Stigma ‘Ospek’ di MPLS 2026, Tak Boleh Ada Kekerasan

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan komitmen untuk menghapus stigma negatif “ospek” dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026.Kebijakan ini diarahkan agar MPLS menjadi kegiatan yang edukatif, ramah siswa, dan bebas dari praktik kekerasan.Pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi praktik perploncoan di lingkungan sekolah. Kemendikdasmen menekankan bahwa MPLS harus berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah…