17 Siswa dari 4 Negara Jalani Program Pertukaran Pelajar di Indonesia Selama 10 Bulan

Sebanyak 17 siswa dari empat negara mengikuti program pertukaran pelajar di Indonesia selama sekitar 10 bulan. Program tersebut memberikan kesempatan bagi pelajar asing untuk mengenal pendidikan, kehidupan keluarga, dan kebudayaan Indonesia. Para peserta akan tinggal bersama keluarga angkat selama menjalani program. Mereka juga mengikuti kegiatan belajar di sekolah Indonesia seperti pelajar lainnya.

Program pertukaran tersebut dijalankan melalui skema hosting yang diselenggarakan Bina Antarbudaya bersama jaringan AFS. Bina Antarbudaya memang secara rutin menerima siswa dan relawan asing untuk mengikuti program di Indonesia. Program hosting dirancang agar peserta merasakan langsung kehidupan masyarakat Indonesia. Masa tinggal peserta berlangsung sekitar 10 bulan bersama keluarga angkat.

Selama mengikuti program, pelajar asing tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik di sekolah. Mereka juga berkesempatan mempelajari bahasa Indonesia dan berbagai kebiasaan masyarakat setempat. Interaksi bersama keluarga angkat menjadi bagian penting dalam proses pertukaran budaya tersebut. Pengalaman sehari-hari diharapkan membantu peserta memahami keberagaman kehidupan masyarakat Indonesia.

Pertukaran pelajar juga menjadi kesempatan memperkenalkan budaya Indonesia secara langsung kepada generasi muda dari negara lain. Peserta dapat mengenal makanan, tradisi, seni, hingga kehidupan sosial selama tinggal bersama keluarga angkat. Sebaliknya, sekolah dan keluarga Indonesia juga memperoleh kesempatan mengenal budaya negara asal peserta. Pertukaran tersebut menciptakan proses pembelajaran yang berlangsung dua arah.

Program selama 10 bulan memberikan waktu cukup panjang bagi peserta untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Bina Antarbudaya menyebut pelajar asing dalam program hosting akan bersekolah di Indonesia selama masa tinggal tersebut. Kehadiran 17 siswa dari empat negara diharapkan memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui pendidikan. Program ini juga menjadi sarana membangun pemahaman lintas budaya sejak usia muda.

Similar Posts

  • Kemendikdasmen Ingin Hapus Stigma ‘Ospek’ di MPLS 2026, Tak Boleh Ada Kekerasan

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan komitmen untuk menghapus stigma negatif “ospek” dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026.Kebijakan ini diarahkan agar MPLS menjadi kegiatan yang edukatif, ramah siswa, dan bebas dari praktik kekerasan.Pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi praktik perploncoan di lingkungan sekolah. Kemendikdasmen menekankan bahwa MPLS harus berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah…

  • Dosen Atma Jaya Dipecat Pasca-adukan Praktik Jurnal Predator

    Kasus dugaan praktik jurnal predator di lingkungan perguruan tinggi kembali menjadi perhatian publik setelah seorang dosen Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya dilaporkan mengalami pemecatan usai mengadukan persoalan tersebut. Peristiwa ini memicu diskusi luas mengenai kebebasan akademik, transparansi tata kelola perguruan tinggi, serta perlindungan terhadap pelapor dugaan pelanggaran di lingkungan pendidikan tinggi. Informasi mengenai pemecatan…

  • FKSS Jabar Soroti Mekanisme Penyaluran 77 Ribu Siswa ke Swasta

    Forum Komunikasi Sekolah Swasta (FKSS) Jawa Barat menyoroti mekanisme penyaluran sekitar 77 ribu siswa ke sekolah swasta yang menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan seluruh peserta didik mendapatkan akses pendidikan. FKSS menilai proses penyaluran tersebut perlu dilakukan secara transparan, terukur, dan melibatkan koordinasi yang baik. Ketua FKSS Jawa Barat menyampaikan bahwa sekolah swasta…

  • Alami Kerusakan, SMK Satu-satunya di Pulau Miangas Akhirnya Direvitalisasi

    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) satu-satunya di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, akhirnya direvitalisasi setelah mengalami kerusakan pada sejumlah fasilitas. Perbaikan dilakukan untuk meningkatkan kualitas sarana belajar sekaligus mendukung pemerataan pendidikan di wilayah terluar Indonesia. Revitalisasi ini diharapkan memberikan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik. Pemerintah menilai pendidikan…

  • Ratusan Mahasiswa Demo di Kantor Gubernur NTB, Desak MBG Dihentikan

    Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur NTB. Massa menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat dan daerah. Salah satu tuntutan utama adalah penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh. Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa spanduk, poster, dan melakukan orasi…

  • Di Tengah Isu Penutupan Prodi, Bagaimana Cara Pendidikan Pariwisata Tetap Relevan?

    Wacana penutupan sejumlah program studi memunculkan kekhawatiran di dunia pendidikan tinggi. Salah satu bidang yang ikut menjadi perhatian adalah pendidikan pariwisata. Banyak pihak mempertanyakan relevansi program studi ini di tengah perubahan kebutuhan industri. Padahal, sektor pariwisata masih menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia. Industri ini terus berkembang dengan karakter yang berbeda dibanding beberapa tahun lalu….