Potensi komoditas kelapa dalam Berau janjikan iklim investasi

Komoditas kelapa dalam di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sektor investasi. Pemerintah daerah mulai mengarahkan komoditas tersebut menuju pengembangan agroindustri dan hilirisasi. Langkah ini diharapkan meningkatkan nilai tambah dibandingkan hanya menjual kelapa dalam bentuk butiran. Potensi tersebut terutama berkembang di kawasan pesisir seperti Kecamatan Biduk-Biduk.

Pemerintah Kabupaten Berau sebelumnya telah menyusun strategi promosi penanaman modal khusus sektor agroindustri kelapa. DPMPTSP Berau memaparkan dokumen strategi tersebut pada 10 September 2025. Dokumen itu dirancang untuk menarik investor sekaligus meningkatkan daya saing daerah. Pemerintah juga mendorong pengembangan produk turunan agar manfaat ekonominya lebih banyak dinikmati masyarakat Berau.

Hilirisasi sudah mulai dilakukan masyarakat Kampung Giring-Giring di Kecamatan Biduk-Biduk. Warga mengembangkan kelapa menjadi minyak goreng dan sabun batang melalui pendampingan Program SIGAP Sejahtera. Produk sampingan kelapa juga dimanfaatkan menjadi barang yang memiliki nilai jual. Pengembangan tersebut membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat tingkat kampung.

Potensi pengembangan semakin terbuka setelah Berau memperoleh dukungan pemerintah pusat pada Januari 2026. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyetujui bantuan pengembangan kelapa seluas 200 hektare untuk Berau. Jumlah tersebut dua kali lebih besar dibandingkan permintaan awal Bupati Berau. Bantuan serupa seluas 200 hektare juga diberikan untuk pengembangan komoditas kakao.

Peluang investasi tidak berhenti pada produksi kelapa karena produk turunannya memiliki pasar lebih luas. Pengolahan dapat diarahkan menuju minyak kelapa, pangan, sabun, hingga kerajinan berbahan limbah. Berau juga telah mengembangkan pelatihan kerajinan limbah kelapa di Kecamatan Pulau Derawan. Hilirisasi yang konsisten dapat menjadikan kelapa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Berau.

Similar Posts

  • Kisi-Kisi Emiten Telko ISAT, TLKM, EXCL dari Pertarungan Monetisasi 5G

    Persaingan industri telekomunikasi Indonesia memasuki babak baru seiring semakin masifnya pengembangan jaringan 5G. Tiga emiten telekomunikasi besar, yakni PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), kini menghadapi tantangan yang sama: bagaimana mengubah investasi besar pada infrastruktur 5G menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan….

  • Bulog Baru Serap 190 Ribu Ton Jagung Petani, 19% dari Target

    Perum Bulog mencatat realisasi penyerapan jagung petani mencapai sekitar 190 ribu ton hingga awal Juli 2026. Jumlah tersebut setara sekitar 19 persen dari target pengadaan nasional sebanyak 1 juta ton pada tahun ini. Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya mengatakan penyerapan terus dilakukan di berbagai sentra produksi sesuai penugasan pemerintah. Bulog juga…

  • ETF Emas Rilis 10 Agustus 2026, Panduan Cara Beli dan Untung Ruginya

    Produk Exchange Traded Fund (ETF) Emas dijadwalkan mulai diperdagangkan pada 10 Agustus 2026. Kehadirannya menjadi alternatif baru bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas tanpa harus menyimpan emas fisik. ETF Emas diperdagangkan di bursa layaknya saham sehingga dapat dibeli dan dijual selama jam perdagangan. Produk ini diharapkan memperluas pilihan investasi sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap instrumen…

  • Nilai Ekspor Jawa Barat Capai US$15,97 Miliar per Mei 2026, Mesin Mekanis Jadi Penopang

    Nilai Ekspor Jawa Barat mencapai US$15,97 miliar selama periode Januari hingga Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor industri pengolahan masih menjadi penopang utama kinerja ekspor provinsi tersebut. Komoditas mesin dan perlengkapan mekanis memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai ekspor. Selain itu, peralatan listrik, kendaraan bermotor, tekstil, serta produk kimia juga mencatatkan kinerja yang positif….

  • BBM Biodiesel B50 Ada Masa Transisi 3 Bulan, ESDM Beberkan Alasannya

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan masa transisi selama tiga bulan sebelum implementasi penuh Biodiesel B50. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh pihak, mulai dari produsen bahan bakar, badan usaha, hingga sektor industri dan transportasi yang akan menggunakan campuran biodiesel 50 persen tersebut. Menurut Kementerian ESDM, masa transisi diperlukan agar proses distribusi,…

  • BI Tegaskan Beli Dolar AS Lebih dari US$ 10.000 Harus Dilengkapi Dokumen

    Bank Indonesia (BI) menegaskan pembelian dolar Amerika Serikat (AS) di atas US$10.000 per orang per bulan wajib disertai dokumen pendukung atau underlying transaction. Ketentuan tersebut merupakan bagian dari penguatan prinsip kehati-hatian di pasar valuta asing yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026. Meski demikian, BI menegaskan masyarakat tetap dapat membeli dolar AS di atas batas…