Said Abdullah Dorong Kebijakan Afirmatif Cukai Rokok Golongan III

Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mendorong pemerintah menerapkan kebijakan afirmatif bagi industri rokok Golongan III. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan pelaku usaha kecil dan menengah di sektor hasil tembakau. Menurut Said Abdullah, struktur tarif cukai saat ini perlu dievaluasi. Ia menilai lapisan atau layer cukai yang terlalu sempit membatasi ruang gerak produsen kecil dalam menghadapi persaingan industri.

Said mengusulkan agar pemerintah memperluas kembali lapisan tarif cukai. Langkah tersebut diharapkan memberikan perlakuan yang lebih proporsional antara perusahaan besar dan produsen skala kecil. Ia menilai industri rokok Golongan III memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Sektor ini menyerap banyak tenaga kerja dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat di sejumlah wilayah penghasil tembakau.

Di sisi lain, pemerintah tengah mengkaji kebijakan penambahan lapisan cukai baru. Kebijakan tersebut bertujuan menekan peredaran rokok ilegal sekaligus menarik pelaku usaha informal masuk ke sektor resmi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan bahwa pembahasan terkait struktur cukai masih memerlukan konsultasi dengan DPR. Pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas industri hasil tembakau.

Pelaku usaha menyambut positif wacana kebijakan afirmatif tersebut. Mereka berharap regulasi baru mampu memberikan kepastian usaha dan meningkatkan daya saing industri rokok skala kecil. Meski demikian, Said Abdullah mengingatkan bahwa kebijakan cukai tidak hanya berkaitan dengan penerimaan negara. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan aspek kesehatan masyarakat dalam setiap keputusan yang diambil.

Pembahasan mengenai struktur cukai rokok diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang. Hasilnya akan menjadi salah satu faktor penting bagi arah industri hasil tembakau nasional ke depan.

Similar Posts

  • Malik Nuh Jaidi Dorong Industri Tembakau Berkualitas Lewat Kemitraan Strategis

    Malik Nuh Jaidi mendorong penguatan industri tembakau berkualitas melalui inovasi dan kemitraan strategis. Langkah tersebut dijalankan melalui PT Jasmira Sultan Tobacco yang dipimpinnya sebagai CEO. Perusahaan menghadapi perubahan preferensi konsumen, persaingan global, serta tuntutan peningkatan kualitas produk. Malik menilai pertumbuhan perusahaan tidak hanya bergantung pada peningkatan bisnis. Tata kelola profesional dan pengembangan sumber daya manusia…

  • Puncak Musim Panen Kopi Berakhir

    Puncak musim panen kopi di sejumlah daerah penghasil utama Indonesia mulai berakhir pada akhir Juli 2026. Memasuki penghujung panen, aktivitas petani beralih dari memetik buah menjadi merawat tanaman. Hasil panen yang diperoleh pada periode akhir memang lebih sedikit dibanding awal musim. Namun, pendapatan tersebut tetap membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya perawatan kebun. Di Kabupaten…

  • Kadin Bongkar Strategi Dunia Usaha Hadapi Perlambatan Ekonomi, Efisiensi Jadi Andalan

    Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkap strategi dunia usaha dalam menghadapi Perlambatan Ekonomi yang dipengaruhi oleh dinamika global dan kondisi pasar domestik. Menurut Kadin, langkah efisiensi menjadi salah satu strategi utama agar pelaku usaha tetap mampu menjaga kinerja di tengah tantangan ekonomi. Kadin menjelaskan efisiensi tidak hanya dilakukan melalui pengendalian biaya operasional, tetapi juga…

  • Tambak Modern Udang Vaname Hadirkan Solusi Budi Daya Efisien

    Penerapan teknologi modern mulai menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi budi daya udang vaname di Indonesia. Sistem tersebut memungkinkan pembudidaya mengendalikan kualitas air dan lingkungan tambak secara lebih terukur. Salah satu penerapannya terlihat pada tambak milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Kota Semarang. Tambak tersebut berada di Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan Tugu, Kawasan Industri Wijayakusuma….

  • Anggaran MBG 2027 Diperkirakan Turun Jadi Rp 174 T

    Anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 diperkirakan mencapai sekitar Rp174 triliun. Nilai tersebut lebih rendah dibanding alokasi pada 2026 yang mencapai sekitar Rp217 triliun. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan penurunan anggaran bukan karena pengurangan komitmen pemerintah. Perubahan itu dipengaruhi penyesuaian jumlah sasaran penerima manfaat dan efisiensi pelaksanaan program. Pembahasan anggaran…

  • Ramai Pemain Baru, Persaingan Unit Usaha Syariah (UUS) Multifinace Kian Dinamis

    Industri pembiayaan syariah di Indonesia semakin menunjukkan pertumbuhan yang positif seiring bertambahnya jumlah pelaku usaha yang masuk ke segmen tersebut. Kehadiran sejumlah pemain baru membuat persaingan Unit Usaha Syariah (UUS) perusahaan multifinance kian dinamis, sekaligus memperluas pilihan layanan pembiayaan berbasis syariah bagi masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, tren pembiayaan syariah terus mengalami peningkatan. Kondisi ini…