Hanya 17.816 Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang, Wamen Stella: Alasannya Bukan soal Biaya UKT Saja

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, meluruskan informasi yang menyebut sekitar 60 ribu calon mahasiswa tidak melakukan daftar ulang di perguruan tinggi negeri (PTN). Menurutnya, angka tersebut bukan seluruhnya mahasiswa yang mengundurkan diri. Dari total sekitar 60 ribu, sebanyak 42.315 merupakan bangku yang tidak terisi, sedangkan hanya 17.816 calon mahasiswa yang telah diterima tetapi memutuskan tidak melakukan registrasi ulang. Data tersebut merupakan hasil evaluasi penerimaan mahasiswa baru tahun 2025, bukan proses seleksi 2026 yang masih berlangsung.

Stella menjelaskan keputusan 17.816 calon mahasiswa untuk tidak mendaftar ulang dipengaruhi berbagai faktor. Sebagian memilih melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi kedinasan setelah memperoleh beasiswa. Ada pula yang memutuskan masuk perguruan tinggi swasta karena mendapatkan program studi yang lebih sesuai dengan minatnya. Selain itu, terdapat calon mahasiswa yang menghadapi kendala ekonomi, meski faktor tersebut bukan satu-satunya penyebab.

Menurut Stella, pemerintah telah menyediakan berbagai skema pembiayaan untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Bagi mahasiswa yang tidak memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, tersedia kelompok Uang Kuliah Tunggal (UKT) level 1 dengan biaya maksimal Rp500 ribu per semester dan UKT level 2 hingga Rp1 juta per semester. Pemerintah juga membuka mekanisme pengajuan penyesuaian UKT bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi sesuai ketentuan masing-masing perguruan tinggi.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan mayoritas calon mahasiswa tetap melanjutkan pendidikan di PTN. Dari 585.642 peserta yang dinyatakan lolos pada 2025, sebanyak 567.826 orang atau sekitar 97,2 persen melakukan registrasi ulang. Pemerintah berharap masyarakat tidak keliru menafsirkan data tersebut karena sebagian besar angka yang beredar merupakan daya tampung yang belum terisi, bukan mahasiswa yang membatalkan kuliah.

Similar Posts

  • Kemendikdasmen: 2,9 Juta Anak di RI Tidak Sekolah, Paling Banyak Usia SMA

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengungkap sekitar 2,92 juta anak di Indonesia masih belum mengenyam pendidikan. Data tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, saat peluncuran Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026. Mayoritas anak yang tidak bersekolah berada pada kelompok usia 16 hingga 18 tahun. Sebagian besar merupakan lulusan SMP yang…

  • Perbaiki Kualitas Pendidikan RI, Kemenag Perluas Akses Beasiswa Guru Madrasah

    Kementerian Agama (Kemenag) terus memperluas akses beasiswa bagi guru madrasah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Program ini dirancang untuk membantu guru melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kompetensi tanpa meninggalkan tugas mengajar. Pemerintah menilai kualitas guru menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan pembelajaran yang bermutu. Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa peningkatan…

  • Upaya Mendorong Pendidikan Berkualitas bagi Generasi Masa Depan

    Pendidikan berkualitas menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan masa depan. Pemerintah terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, serta pemerataan akses belajar. Langkah tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin keempat yang menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas bagi semua. Kolaborasi antara…

  • AI Tidak Menggantikan Guru, tetapi Menguji Guru

    Kehadiran kecerdasan buatan atau AI membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan dan proses pembelajaran. Teknologi generatif kini dapat membantu membuat rangkuman, menjelaskan materi, hingga menyusun latihan pembelajaran. Namun, perkembangan tersebut tidak otomatis membuat peran guru menjadi tidak diperlukan. Justru, AI menguji kemampuan pendidik untuk beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. UNESCO menilai AI generatif…

  • China Tutup 12.200 Prodi di Universitas, Diganti dengan Jurusan Teknologi

    Pemerintah China terus melakukan reformasi besar di sektor pendidikan tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari 12.200 program studi (prodi) di berbagai universitas telah ditutup. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Sebagai gantinya, banyak perguruan tinggi membuka jurusan baru yang berfokus pada teknologi modern. Beberapa bidang…

  • Lebih dari 1 Juta Lulusan Menganggur, Akademisi Soroti Pengaruh Privilege

    Lebih dari 1 juta lulusan perguruan tinggi di Indonesia tercatat menganggur pada Mei 2026. Data Sakernas mencatat 1.033.132 lulusan D-4 hingga S-3 berada dalam kondisi tersebut. Angka itu setara 14,31 persen dari kelompok lulusan perguruan tinggi. Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan mengenai hubungan pendidikan, keterampilan, dan peluang kerja. Akademisi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Radius Setiyawan, menilai masalah…