El-Nino Mengintai Industri Sawit, Hasil Panen Berisiko Menyusut Harga Terkerek

Ancaman fenomena El Nino kembali menjadi perhatian pelaku industri kelapa sawit pada paruh kedua 2026. Sejumlah lembaga riset memperkirakan cuaca kering akan mulai terasa sejak Juli dan berlanjut hingga awal 2027. Kondisi tersebut berisiko menekan produktivitas perkebunan sawit di Indonesia dan Malaysia. Kedua negara merupakan pemasok utama minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia. Berkurangnya produksi diperkirakan akan mendorong kenaikan harga CPO di pasar internasional.

CGS International Securities Malaysia memperkirakan peluang terjadinya El Nino kuat mencapai 63 persen pada November 2026 hingga Januari 2027. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, cuaca kering berkepanjangan mampu menurunkan hasil panen secara signifikan. Produksi CPO Malaysia pernah turun 13,2 persen saat El Nino 2016. Di Indonesia, sejumlah perusahaan sawit mencatat penurunan produksi rata-rata 13,4 persen pada periode yang sama. Gangguan pasokan tersebut biasanya diikuti kenaikan harga CPO di pasar global.

Selain mengurangi hasil panen, El Nino juga meningkatkan risiko kebakaran lahan dan menambah biaya operasional perkebunan. Pelaku usaha mulai menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga produktivitas tanaman. Strategi yang dilakukan meliputi konservasi air, pengelolaan kelembapan tanah, serta optimalisasi pemupukan sebelum musim kering tiba. Penggunaan mulsa dari limbah kelapa sawit juga dinilai efektif menjaga cadangan air di dalam tanah. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak cuaca ekstrem terhadap produksi.

Meski produksi berpotensi menurun, sejumlah analis menilai kenaikan harga CPO dapat menjadi sentimen positif bagi perusahaan perkebunan. Kenanga Research memperkirakan harga CPO berpotensi naik sekitar 5 hingga 10 persen apabila El Nino berkembang sesuai proyeksi. Namun, besarnya kenaikan akan bergantung pada tingkat keparahan cuaca dan kondisi permintaan global. Pelaku industri tetap diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim yang diperkirakan semakin ekstrem. Pemerintah dan perusahaan juga didorong memperkuat langkah adaptasi demi menjaga keberlanjutan industri sawit nasional.

Similar Posts

  • Bukan HP, Mesin Uang Baru Xiaomi Mendadak Laku Keras-Panen Cuan

    Xiaomi tidak lagi hanya mengandalkan penjualan smartphone sebagai sumber pendapatan. Perusahaan teknologi asal China itu kini menikmati pertumbuhan pesat dari bisnis mobil listrik. Model Xiaomi SU7 mencatat permintaan tinggi sejak diluncurkan dan menjadi salah satu kendaraan listrik terlaris di negaranya. Kesuksesan tersebut membuat divisi kendaraan listrik mulai menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perusahaan. Laporan keuangan…

  • Harga Telur & Ayam Turun Saat MBG Disetop Sementara, Hotel-Kafe Diminta Serap

    telur ayam dan daging ayam mengalami penurunan harga di sejumlah pasar setelah program MBG dihentikan sementara.Kondisi ini terjadi karena permintaan dari sektor tertentu mengalami penyesuaian dalam waktu singkat.Perubahan tersebut langsung berdampak pada pergerakan harga di tingkat pedagang. Para pelaku usaha mencatat adanya penurunan serapan dari distribusi sebelumnya.Akibatnya, stok telur dan ayam di beberapa daerah mengalami…

  • Literasi Keuangan Syariah Masih Rendah, BCA Syariah Gencarkan Edukasi dan Gaet Nasabah

    Tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan potensi pasar yang dimiliki. Kondisi tersebut mendorong berbagai lembaga keuangan syariah, termasuk BCA Syariah, untuk semakin aktif melakukan edukasi kepada masyarakat. Berdasarkan berbagai survei nasional, pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah masih berada di bawah tingkat literasi keuangan nasional. Padahal, Indonesia merupakan negara…

  • Neraca Dagang RI Defisit, Mendag Sebut Gara-gara Harga Minyak

    Indonesia mencatat defisit neraca perdagangan sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit tersebut mengakhiri tren surplus yang bertahan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan kondisi itu terutama dipicu meningkatnya defisit sektor minyak dan gas (migas). Kenaikan harga minyak dunia membuat nilai impor migas melonjak sehingga menekan kinerja neraca perdagangan…

  • Ini Kriteria Industri yang Dapat Harga Gas LNG US$13/MMBTU

    Pemerintah menetapkan skema Harga Gas LNG sebesar US$13 per MMBTU bagi industri tertentu sebagai bagian dari upaya menjaga daya saing sektor manufaktur dan industri strategis. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia dengan harga yang lebih kompetitif bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan. Menurut pemerintah, penerima harga LNG tersebut merupakan industri yang memiliki…

  • OJK Jambi membekali perempuan dengan edukasi literasi keuangan

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi terus memperkuat literasi keuangan di kalangan perempuan melalui berbagai program edukasi. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya perempuan, dalam mengelola keuangan secara bijak dan memanfaatkan layanan keuangan formal dengan aman. Kegiatan edukasi tersebut menyasar berbagai kelompok perempuan, mulai dari pelaku UMKM, ibu rumah tangga, komunitas perempuan, hingga…