Ini Kriteria Industri yang Dapat Harga Gas LNG US$13/MMBTU

Pemerintah menetapkan skema Harga Gas LNG sebesar US$13 per MMBTU bagi industri tertentu sebagai bagian dari upaya menjaga daya saing sektor manufaktur dan industri strategis. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia dengan harga yang lebih kompetitif bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan.

Menurut pemerintah, penerima harga LNG tersebut merupakan industri yang memiliki nilai tambah tinggi, berorientasi ekspor, menyerap banyak tenaga kerja, serta berperan penting dalam rantai pasok nasional. Selain itu, perusahaan juga harus memiliki kebutuhan gas yang jelas dan mampu memanfaatkan pasokan secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku.

Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan produksi di tengah dinamika harga energi global. Dengan biaya energi yang lebih terkendali, industri dapat meningkatkan efisiensi, menjaga daya saing produk, serta memperluas peluang investasi di dalam negeri. Pemerintah juga berharap langkah tersebut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Meski demikian, pemerintah menegaskan pemberian harga khusus tidak berlaku untuk seluruh sektor industri. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kebijakan tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi sektor yang membutuhkan. Pelaksanaan program juga akan mempertimbangkan ketersediaan pasokan LNG nasional.

Pemerintah berharap kebijakan harga LNG ini mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan industri dan ketahanan energi nasional. Dengan dukungan pasokan gas yang kompetitif, sektor industri diharapkan dapat terus berkembang, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia.

Similar Posts

  • El-Nino Mengintai Industri Sawit, Hasil Panen Berisiko Menyusut Harga Terkerek

    Ancaman fenomena El Nino kembali menjadi perhatian pelaku industri kelapa sawit pada paruh kedua 2026. Sejumlah lembaga riset memperkirakan cuaca kering akan mulai terasa sejak Juli dan berlanjut hingga awal 2027. Kondisi tersebut berisiko menekan produktivitas perkebunan sawit di Indonesia dan Malaysia. Kedua negara merupakan pemasok utama minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO)…

  • Dana Asing Cabut Rp 3,19 Triliun Saat IHSG Naik Tipis

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat tipis di tengah tekanan aksi jual investor asing. Fenomena ini menunjukkan bahwa penguatan indeks belum sepenuhnya didukung oleh arus modal luar negeri. Data perdagangan menunjukkan investor asing membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp3,19 triliun. Meski demikian, IHSG tetap mampu bertahan di zona hijau berkat dukungan investor…

  • Penjualan Motor Tembus 3,1 Juta Unit, Bisnis Leasing Ikut Tancap Gas

    Penjualan sepeda motor di Indonesia mencapai sekitar 3,1 juta unit sepanjang semester pertama 2026. Kinerja tersebut menjadi sinyal positif bagi industri otomotif nasional di tengah pemulihan daya beli masyarakat. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat permintaan masih didominasi skuter matik yang menjadi pilihan utama konsumen. Peningkatan penjualan juga didorong oleh kebutuhan mobilitas serta peluncuran…

  • Daftar Komoditas Pemicu Inflasi Sumsel 2,89% pada Juni 2026

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Inflasi Sumsel pada Juni 2026 mencapai 2,89 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kenaikan harga di sejumlah kelompok pengeluaran menjadi penyebab utama meningkatnya inflasi di provinsi tersebut. BPS menyebut komoditas seperti beras, cabai rawit, bawang merah, emas perhiasan, dan tarif angkutan udara menjadi penyumbang utama inflasi pada Juni 2026. Kenaikan…

  • Solusi Agentic Automation Tingkatkan Skala Bisnis Perusahaan

    Teknologi agentic automation mulai banyak dilirik perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempercepat transformasi digital. Solusi ini dinilai mampu membantu bisnis mengelola proses yang semakin kompleks di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau AI. Berbeda dengan otomatisasi konvensional yang hanya menjalankan tugas berulang, agentic automation memungkinkan sistem merencanakan, menjalankan, dan membantu pengambilan keputusan berdasarkan konteks…

  • Pemerintah Belum Bahas soal Kenaikan Tarif E-Commerce

    Pemerintah menegaskan belum membahas rencana kenaikan Tarif E-Commerce. Hingga saat ini, belum ada kebijakan maupun keputusan resmi terkait perubahan tarif pada sektor perdagangan digital. Pemerintah menyatakan berbagai isu yang beredar mengenai kenaikan tarif masih berupa spekulasi. Setiap kebijakan fiskal akan melalui proses kajian sebelum diputuskan. Pemerintah juga akan mempertimbangkan dampaknya terhadap pelaku usaha dan konsumen….