Ini Kriteria Industri yang Dapat Harga Gas LNG US$13/MMBTU

Pemerintah menetapkan skema Harga Gas LNG sebesar US$13 per MMBTU bagi industri tertentu sebagai bagian dari upaya menjaga daya saing sektor manufaktur dan industri strategis. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia dengan harga yang lebih kompetitif bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan.

Menurut pemerintah, penerima harga LNG tersebut merupakan industri yang memiliki nilai tambah tinggi, berorientasi ekspor, menyerap banyak tenaga kerja, serta berperan penting dalam rantai pasok nasional. Selain itu, perusahaan juga harus memiliki kebutuhan gas yang jelas dan mampu memanfaatkan pasokan secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku.

Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan produksi di tengah dinamika harga energi global. Dengan biaya energi yang lebih terkendali, industri dapat meningkatkan efisiensi, menjaga daya saing produk, serta memperluas peluang investasi di dalam negeri. Pemerintah juga berharap langkah tersebut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Meski demikian, pemerintah menegaskan pemberian harga khusus tidak berlaku untuk seluruh sektor industri. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kebijakan tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi sektor yang membutuhkan. Pelaksanaan program juga akan mempertimbangkan ketersediaan pasokan LNG nasional.

Pemerintah berharap kebijakan harga LNG ini mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan industri dan ketahanan energi nasional. Dengan dukungan pasokan gas yang kompetitif, sektor industri diharapkan dapat terus berkembang, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia.

Similar Posts

  • Penjualan Semen Indonesia (SMGR) Tumbuh 4,4% Jadi 15,09 Juta Ton per Mei 2026

    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 4,4 persen secara tahunan hingga Mei 2026. Total volume penjualan mencapai 15,09 juta ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didorong oleh permintaan yang mulai membaik di pasar domestik dan kontribusi penjualan ekspor. Pencapaian ini menunjukkan daya tahan perusahaan di tengah persaingan…

  • Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga Gara-gara Yen Babak Belur

    Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) kembali menjadi sorotan setelah mengambil langkah menaikkan suku bunga di tengah pelemahan nilai tukar yen. Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meredam tekanan terhadap mata uang Jepang yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami depresiasi cukup tajam terhadap dolar AS. Pelemahan yen membuat biaya impor Jepang meningkat, terutama…

  • Said Abdullah Dorong Kebijakan Afirmatif Cukai Rokok Golongan III

    Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mendorong pemerintah menerapkan kebijakan afirmatif bagi industri rokok Golongan III. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan pelaku usaha kecil dan menengah di sektor hasil tembakau. Menurut Said Abdullah, struktur tarif cukai saat ini perlu dievaluasi. Ia menilai lapisan atau layer cukai yang terlalu sempit membatasi ruang gerak…

  • Neraca Dagang RI Defisit, Mendag Sebut Gara-gara Harga Minyak

    Indonesia mencatat defisit neraca perdagangan sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit tersebut mengakhiri tren surplus yang bertahan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan kondisi itu terutama dipicu meningkatnya defisit sektor minyak dan gas (migas). Kenaikan harga minyak dunia membuat nilai impor migas melonjak sehingga menekan kinerja neraca perdagangan…

  • Anggaran MBG 2027 Diperkirakan Turun Jadi Rp 174 T

    Anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 diperkirakan mencapai sekitar Rp174 triliun. Nilai tersebut lebih rendah dibanding alokasi pada 2026 yang mencapai sekitar Rp217 triliun. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan penurunan anggaran bukan karena pengurangan komitmen pemerintah. Perubahan itu dipengaruhi penyesuaian jumlah sasaran penerima manfaat dan efisiensi pelaksanaan program. Pembahasan anggaran…

  • Kebut regenerasi petani, Banten galakkan pertanian modern

    Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong regenerasi petani melalui pengembangan pertanian modern. Langkah ini dilakukan untuk menarik minat generasi muda agar terjun ke sektor pertanian yang selama ini identik dengan pekerjaan konvensional dan memiliki tingkat regenerasi yang relatif rendah. Dinas Pertanian Provinsi Banten menilai pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan daya tarik sektor pertanian. Berbagai inovasi…