Bangga, Mahasiswa PENS Juara 3 Kompetisi Satelit di Amerika Serikat!
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Tim Antasena dari PENS berhasil meraih juara ketiga pada ajang CanSat Competition 2026 yang digelar di Virginia, Amerika Serikat. Berdasarkan informasi dari penyelenggara, kompetisi berlangsung pada 5 hingga 7 Juni 2026 dan diikuti puluhan tim dari berbagai negara.
CanSat Competition merupakan kompetisi rekayasa satelit tingkat internasional yang menantang peserta merancang satelit mini berukuran kaleng minuman. Satelit tersebut harus mampu menjalankan misi tertentu setelah diluncurkan menggunakan roket hingga ketinggian yang telah ditentukan.
Pada kompetisi tahun ini, Tim Antasena PENS bersaing dengan tim-tim dari universitas ternama dunia. Mereka berhasil menunjukkan kemampuan dalam merancang sistem satelit mini yang memenuhi berbagai aspek teknis, mulai dari desain, pengujian, hingga pelaksanaan misi di lapangan.
Direktur PENS, melalui keterangan resmi kampus, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Prestasi ini dinilai menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global dalam bidang teknologi antariksa dan rekayasa sistem.
Keberhasilan Tim Antasena tidak diraih secara instan. Persiapan dilakukan selama berbulan-bulan melalui serangkaian riset, pengembangan perangkat, simulasi misi, serta pengujian sistem secara berkelanjutan. Tim juga harus melewati tahap seleksi dan evaluasi yang ketat sebelum berangkat ke Amerika Serikat.
Kompetisi CanSat sendiri diselenggarakan oleh American Astronautical Society dengan dukungan sejumlah lembaga antariksa dan industri teknologi. Ajang tersebut dikenal sebagai salah satu kompetisi satelit mahasiswa paling bergengsi di dunia.
Prestasi Mahasiswa PENS ini menambah daftar panjang capaian Indonesia di bidang teknologi dan inovasi. Dalam beberapa tahun terakhir, mahasiswa PENS kerap meraih penghargaan internasional di bidang robotika, kecerdasan buatan, hingga teknologi satelit.
Keberhasilan meraih juara ketiga di Amerika Serikat diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang sains dan teknologi. Capaian tersebut juga menunjukkan bahwa talenta Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam perkembangan teknologi antariksa masa depan.
