Guru di Singapura Naik Gaji 9 Persen demi Pertahankan SDM Berkualitas

Pemerintah Singapura menaikkan gaji sekitar 32.000 guru dan tenaga pendidikan hingga sembilan persen mulai 1 Oktober 2026. Kebijakan tersebut diumumkan Kementerian Pendidikan Singapura atau MOE pada 4 Agustus 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya saing profesi pendidikan sekaligus mempertahankan tenaga berkualitas. Penyesuaian diberikan kepada pegawai yang memenuhi syarat dalam skema pendidikan tertentu.

Kenaikan gaji berlaku bagi education officers, allied educators, dan kindergarten educators yang memenuhi ketentuan. Penyesuaian berkisar antara dua hingga sembilan persen berdasarkan skema dan tingkat jabatan masing-masing. MOE menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari tinjauan berkala terhadap struktur gaji tenaga pendidikan. Tujuannya memastikan remunerasi tetap kompetitif dengan kondisi pasar tenaga kerja.

Guru dalam General Education Officer Scheme mendapatkan penyesuaian berbeda berdasarkan grade mereka. Beberapa kelompok menerima kenaikan hingga sembilan persen dari gaji bulanan. Kebijakan tersebut juga mencakup allied educators yang menangani dukungan pembelajaran dan kebutuhan siswa. Kindergarten educators di bawah MOE turut mendapatkan penyesuaian gaji sesuai kelompok jabatan mereka.

Selain gaji, Singapura memiliki skema penghargaan jangka panjang untuk mempertahankan guru dalam profesinya. MOE sebelumnya memperkenalkan CONNECT Plan sebagai bentuk penghargaan terhadap masa kerja dan kontribusi tenaga pendidikan. Sistem pengembangan karier juga memberikan jalur bagi guru melalui teaching, leadership, dan specialist tracks. Pendekatan tersebut membuat peningkatan kesejahteraan berjalan bersama pengembangan profesional.

Kebijakan terbaru menunjukkan Singapura menempatkan kualitas tenaga pendidik sebagai bagian penting dalam menjaga sistem pendidikan. Pemerintah ingin profesi tersebut tetap mampu menarik sekaligus mempertahankan individu berkualitas. Namun, kenaikan sembilan persen tidak otomatis diterima seluruh guru karena besarannya bergantung pada grade. Penyesuaian mulai Oktober 2026 diharapkan memperkuat daya saing profesi pendidikan di tengah perubahan pasar tenaga kerja.

Similar Posts

  • Ajang Pembuktian Prestasi Non-Akademik, “Cheerleading” Kian Dilirik

    Cheerleading semakin mendapat perhatian sebagai salah satu ajang pembuktian prestasi non-akademik bagi pelajar dan mahasiswa di Indonesia. Olahraga yang memadukan unsur tari, senam, akrobatik, dan kerja sama tim ini kini tidak lagi sekadar menjadi hiburan pendukung pertandingan. Cheerleading telah berkembang menjadi cabang kompetisi yang memiliki banyak turnamen di tingkat nasional maupun internasional. Dalam beberapa tahun…

  • Cirebon Matangkan Sekolah Rakyat, Siapkan Guru Sementara

    Pemerintah Kota Cirebon terus mematangkan persiapan Sekolah Rakyat. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menyiapkan tenaga pengajar sementara sebelum proses rekrutmen guru tetap selesai. Guru sementara akan bertugas pada tahap awal penyelenggaraan pembelajaran. Pemerintah daerah ingin memastikan kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Selain menyiapkan tenaga pendidik, pemerintah juga melakukan pembenahan…

  • PM Singapura Ajak Siswa SMA Garuda Ikut Program Pertukaran Pelajar

    Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengajak siswa SMA Garuda Indonesia mengikuti program pertukaran pelajar antara Indonesia dan Singapura. Ajakan tersebut disampaikan saat mengunjungi SMA Garuda bersama Presiden Prabowo Subianto di Magelang, Jawa Tengah, Selasa, 7 Juli 2026. Wong menilai pertukaran pelajar penting untuk mempererat hubungan kedua negara sejak usia muda. Program itu juga diharapkan memperluas…

  • Kemendikdasmen: 2,9 Juta Anak di RI Tidak Sekolah, Paling Banyak Usia SMA

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengungkap sekitar 2,92 juta anak di Indonesia masih belum mengenyam pendidikan. Data tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, saat peluncuran Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026. Mayoritas anak yang tidak bersekolah berada pada kelompok usia 16 hingga 18 tahun. Sebagian besar merupakan lulusan SMP yang…

  • Pertama di Pulau Jawa, STAH Luncurkan Program Magister Pendidikan Agama Hindu

    Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta resmi meluncurkan Program Studi Magister Pendidikan Agama Hindu. Program tersebut menjadi jenjang magister pertama yang diselenggarakan perguruan tinggi Hindu di Pulau Jawa. Peluncuran dilakukan di kampus STAH Dharma Nusantara Jakarta pada Sabtu, 25 Juli 2026. Langkah itu diharapkan memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan Hindu bagi masyarakat Indonesia. Peresmian…

  • Murid SMP, SMA dan SMK Ikut Simulasi Rapat DPR, Apa yang Dibahas?

    Ratusan pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK mengikuti simulasi rapat DPR sebagai bagian dari program pendidikan demokrasi. Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan proses legislasi dan pengambilan keputusan di parlemen. Para peserta berperan sebagai anggota dewan, pimpinan rapat, hingga perwakilan pemerintah. Mereka menjalani tahapan rapat layaknya sidang resmi di DPR. Simulasi ini diharapkan meningkatkan pemahaman generasi muda…