Besaran Gaji Dosen di PTN dan PTS, Benarkah di Bawah UMR?

Besaran gaji dosen di Indonesia kembali menjadi perhatian karena terdapat perbedaan antara perguruan tinggi negeri dan swasta. Penghasilan dosen tidak hanya ditentukan status kampus, tetapi juga kepegawaian, masa kerja, dan jabatan akademik. Bahkan, persoalan kesejahteraan dosen sedang dibahas melalui pengujian Undang-Undang Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi.

Dosen PNS di PTN menerima gaji pokok berdasarkan golongan dan masa kerja. Acuannya masih menggunakan PP Nomor 5 Tahun 2024 yang berstatus berlaku. Dalam aturan tersebut, gaji PNS golongan III/a berkisar Rp2.785.700 hingga Rp4.575.200. Sementara golongan IV memiliki nominal lebih tinggi sesuai golongan dan masa kerja.

Namun, gaji pokok bukan satu-satunya komponen penghasilan dosen PTN. Dosen dapat menerima tunjangan sesuai jabatan, sertifikasi, remunerasi, dan kebijakan perguruan tinggi masing-masing. Dalam sidang MK Juli 2026, lima PTN menjelaskan terdapat perbedaan sistem penghasilan berdasarkan status kelembagaan kampus. Karena itu, nominal yang diterima dosen PTN tidak bisa disamaratakan.

Situasi dosen PTS lebih beragam karena gaji dasar bergantung pada kebijakan perguruan tinggi tempat mereka bekerja. Dosen non-ASN bersertifikat juga dapat memperoleh tunjangan profesi setelah memenuhi ketentuan pemerintah. LLDIKTI Wilayah II menetapkan penyetaraan tunjangan profesi dosen non-ASN mulai 1 Januari 2026. Kebijakan tersebut mengacu pada Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025.

Lantas, benarkah ada dosen menerima gaji di bawah upah minimum daerah? Persoalan tersebut memang muncul dalam pembahasan kesejahteraan dosen, terutama pada kelompok non-ASN. Pihak terkait dalam sidang MK bahkan menilai komponen penghasilan dosen belum menjamin standar hidup layak. Jadi, penghasilan dosen tidak dapat dinilai hanya melalui gaji pokok. Status kepegawaian, kampus, tunjangan, sertifikasi, dan daerah turut menentukan jumlah pendapatan akhirnya.

Similar Posts

  • Wamen Isyana: Pendidikan jalan terpenting entaskan kemiskinan keluarga

    Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan bahwa pendidikan merupakan jalan paling penting untuk memutus rantai kemiskinan dalam keluarga. Menurutnya, investasi pada pendidikan akan memberikan dampak jangka panjang karena mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih baik. Isyana menjelaskan bahwa kemiskinan sering kali berlangsung…

  • Mendikdasmen: Baru 4 Persen SMP dan SMA Masuk Capaian Kualitas Baik

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengungkapkan kualitas pendidikan jenjang SMP dan SMA di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Berdasarkan hasil Rapor Pendidikan 2025, baru sekitar 4 persen satuan pendidikan pada jenjang tersebut yang masuk kategori capaian kualitas baik. Data tersebut menunjukkan masih banyak sekolah yang perlu meningkatkan mutu pembelajaran, tata kelola, dan lingkungan…

  • Alasan Warga Tolak Pembangunan Gedung SDN 026 Bojongloa Bandung

    Rencana pembangunan gedung baru SDN 026 Bojongloa di Kota Bandung menuai penolakan dari sebagian warga sekitar lokasi. Penolakan muncul karena sejumlah warga mengkhawatirkan dampak pembangunan terhadap lingkungan permukiman. Mereka menilai proyek tersebut berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas dan mengurangi kenyamanan kawasan. Selain itu, warga meminta pemerintah membuka ruang dialog sebelum pembangunan dimulai. Warga juga mempertanyakan…

  • PM Singapura Ajak Siswa SMA Garuda Ikut Program Pertukaran Pelajar

    Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengajak siswa SMA Garuda Indonesia mengikuti program pertukaran pelajar antara Indonesia dan Singapura. Ajakan tersebut disampaikan saat mengunjungi SMA Garuda bersama Presiden Prabowo Subianto di Magelang, Jawa Tengah, Selasa, 7 Juli 2026. Wong menilai pertukaran pelajar penting untuk mempererat hubungan kedua negara sejak usia muda. Program itu juga diharapkan memperluas…

  • Ukur Capaian Kompentensi, Polbangtan Kementan Gelar UAS

    Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) di bawah Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Ujian Akhir Semester (UAS) sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan mengukur capaian kompetensi akademik dan keterampilan yang telah diperoleh selama satu semester. UAS juga menjadi indikator penting dalam memastikan kualitas pendidikan vokasi pertanian tetap terjaga. Pelaksanaan UAS dilakukan di seluruh kampus Polbangtan…

  • Mohan Tegaskan SPMB Mataram Harus Bebas Titipan, Masyarakat Diminta Ikuti Jalur Resmi

    MATARAM – Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menanggapi maraknya isu penggunaan nama pejabat untuk mempermudah proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Mataram. Ia menegaskan seluruh proses penerimaan siswa harus berjalan sesuai aturan dan tidak memerlukan praktik titip-menitip. Mohan meminta masyarakat, khususnya para orang tua calon siswa, tidak memaksakan anak masuk ke sekolah tertentu….