Apa Benar Tidak Ada Siswa Tinggal Kelas? Ini Ketentuannya Menurut Permendikbud

Isu bahwa tidak ada lagi siswa tinggal kelas kembali ramai menjelang pembagian rapor tahun ajaran 2025/2026. Banyak orang tua dan siswa mengira seluruh peserta didik akan otomatis naik kelas tanpa mempertimbangkan hasil belajar. Namun anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Kurikulum dan Pembelajaran menegaskan bahwa mekanisme siswa tinggal kelas masih berlaku. Sekolah tetap memiliki kewenangan untuk menetapkan kenaikan kelas berdasarkan perkembangan peserta didik selama satu tahun ajaran.

Dalam Kurikulum Merdeka, keputusan kenaikan kelas tidak hanya didasarkan pada nilai ujian. Guru dan sekolah harus mempertimbangkan laporan kemajuan belajar, pencapaian pembelajaran, proyek, portofolio, kehadiran, serta perkembangan karakter peserta didik.

Kebijakan terbaru memang mendorong sekolah untuk tidak menjadikan tinggal kelas sebagai pilihan utama. Pemerintah menilai mengulang satu tahun penuh sering kali tidak menyelesaikan masalah belajar yang dihadapi siswa. Karena itu, sekolah didorong memberikan pendampingan dan intervensi terlebih dahulu.

Meski demikian, siswa tetap bisa dinyatakan tidak naik kelas dalam kondisi tertentu. Keputusan tersebut dapat diambil apabila terdapat capaian pembelajaran yang belum terpenuhi secara signifikan dan membutuhkan penguatan pada tahun berikutnya.

Kemendikdasmen juga menegaskan bahwa tidak ada aturan nasional yang mewajibkan seluruh siswa harus naik kelas secara otomatis. Penentuan kenaikan kelas tetap menjadi kewenangan satuan pendidikan melalui musyawarah dewan guru sesuai kondisi masing-masing sekolah.

Kurikulum Merdeka mengubah cara pandang terhadap kenaikan kelas. Fokus utama bukan lagi sekadar angka rapor, melainkan perkembangan belajar siswa secara menyeluruh. Karena itu, keputusan tinggal kelas harus melalui pertimbangan yang matang dan berbasis data pendidikan.

Dengan demikian, kabar bahwa siswa pasti naik kelas tidak sepenuhnya benar. Sistem siswa tinggal kelas masih ada, tetapi menjadi pilihan terakhir setelah sekolah memberikan berbagai upaya pendampingan dan perbaikan pembelajaran kepada peserta didik.

Similar Posts

  • Di Tengah Isu Penutupan Prodi, Bagaimana Cara Pendidikan Pariwisata Tetap Relevan?

    Wacana penutupan sejumlah program studi memunculkan kekhawatiran di dunia pendidikan tinggi. Salah satu bidang yang ikut menjadi perhatian adalah pendidikan pariwisata. Banyak pihak mempertanyakan relevansi program studi ini di tengah perubahan kebutuhan industri. Padahal, sektor pariwisata masih menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia. Industri ini terus berkembang dengan karakter yang berbeda dibanding beberapa tahun lalu….

  • China Tutup 12.200 Prodi di Universitas, Diganti dengan Jurusan Teknologi

    Pemerintah China terus melakukan reformasi besar di sektor pendidikan tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari 12.200 program studi (prodi) di berbagai universitas telah ditutup. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Sebagai gantinya, banyak perguruan tinggi membuka jurusan baru yang berfokus pada teknologi modern. Beberapa bidang…

  • Bangga, Mahasiswa PENS Juara 3 Kompetisi Satelit di Amerika Serikat!

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Tim Antasena dari PENS berhasil meraih juara ketiga pada ajang CanSat Competition 2026 yang digelar di Virginia, Amerika Serikat. Berdasarkan informasi dari penyelenggara, kompetisi berlangsung pada 5 hingga 7 Juni 2026 dan diikuti puluhan tim dari berbagai negara. CanSat Competition merupakan kompetisi rekayasa satelit tingkat…

  • Ini 9 Jurusan SMK yang Punya Peluang Cepat Dapat Pekerjaan

    Memilih jurusan SMK menjadi langkah penting bagi siswa yang ingin cepat memasuki dunia kerja. Seiring perkembangan industri, sejumlah jurusan SMK memiliki peluang kerja lebih besar karena kebutuhan tenaga terampil terus meningkat. Salah satu Jurusan SMK yang banyak dibutuhkan adalah Teknik Mesin. Lulusan jurusan ini memiliki peluang bekerja di sektor manufaktur, otomotif, hingga industri peralatan berat…

  • Dosen Atma Jaya Dipecat Pasca-adukan Praktik Jurnal Predator

    Kasus dugaan praktik jurnal predator di lingkungan perguruan tinggi kembali menjadi perhatian publik setelah seorang dosen Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya dilaporkan mengalami pemecatan usai mengadukan persoalan tersebut. Peristiwa ini memicu diskusi luas mengenai kebebasan akademik, transparansi tata kelola perguruan tinggi, serta perlindungan terhadap pelapor dugaan pelanggaran di lingkungan pendidikan tinggi. Informasi mengenai pemecatan…

  • Faculty of Humanities BINUS University Siapkan Talenta Global di Era AI, Menjawab Kekhawatiran Orang Tua akan Masa Depan Karier Anak

    Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat memunculkan berbagai kekhawatiran di kalangan orang tua terkait masa depan karier anak-anak mereka. Menjawab tantangan tersebut, Faculty of Humanities BINUS University terus mengembangkan kurikulum yang dirancang untuk mencetak talenta global yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi tanpa kehilangan keunggulan manusia yang sulit digantikan oleh AI. Faculty of…