BNI Dukung UMKM Batik Lewat Puspa Nuswantara 2026

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menunjukkan komitmennya mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melalui ajang Puspa Nuswantara 2026. Program tersebut menjadi wadah promosi bagi UMKM batik dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk batik lokal. BNI menilai batik memiliki potensi besar sebagai produk unggulan nasional yang mampu bersaing di pasar global. Dukungan terhadap UMKM juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.

Melalui Puspa Nuswantara 2026, BNI menghadirkan puluhan pelaku UMKM batik dengan beragam motif khas Nusantara. Para peserta memperoleh kesempatan memamerkan produk kepada masyarakat dan calon pembeli. Selain pameran, kegiatan juga diisi pelatihan, pendampingan bisnis, serta edukasi mengenai transformasi digital. BNI turut memperkenalkan berbagai layanan perbankan yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM. Langkah tersebut diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis secara berkelanjutan.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan perseroan terus memperluas dukungan bagi UMKM melalui berbagai program pemberdayaan. Menurutnya, akses pembiayaan harus diiringi peningkatan kualitas produk dan pemasaran. Karena itu, BNI tidak hanya menyediakan layanan keuangan, tetapi juga pendampingan usaha. Program tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas. Batik dipilih karena memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang tinggi.

BNI berharap Puspa Nuswantara 2026 menjadi momentum memperkenalkan kekayaan batik Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas. Kolaborasi antara perbankan, pelaku usaha, dan pemerintah dinilai penting untuk memperkuat ekosistem UMKM nasional. Dukungan yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal di dalam maupun luar negeri. BNI juga menegaskan komitmennya terus mendampingi UMKM melalui inovasi layanan dan pembiayaan. Dengan langkah tersebut, pelaku UMKM batik diharapkan semakin berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Similar Posts

  • Vietnam Sita Hampir 50.000 Sepatu Nike KW Rp 66 M

    Otoritas Vietnam menyita hampir 50.000 pasang sepatu bermerek Nike yang diduga palsu dalam operasi besar di Ho Chi Minh City. Nilai barang yang disita diperkirakan mencapai lebih dari 23,5 miliar dong Vietnam atau sekitar Rp66 miliar. Kasus tersebut terungkap setelah penyelidikan bersama antara Vietnam dan Amerika Serikat. Barang-barang itu diduga diproduksi untuk diekspor ke pasar…

  • Ekonom perkirakan inflasi bulanan Juli melambat ke 0,03 persen

    Sejumlah ekonom memperkirakan inflasi Indonesia secara bulanan pada Juli 2026 akan melambat menjadi sekitar 0,03 persen. Proyeksi tersebut menunjukkan tekanan harga diperkirakan lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juni 2026, tekanan inflasi terutama berasal dari komoditas pangan dan kenaikan harga bahan bakar. Pemerintah sebelumnya memperkirakan tekanan tersebut dapat berkurang setelah harga sejumlah komoditas mulai mereda….

  • Ekspor ke Australia, Pupuk Indonesia Pastikan Pasokan ke Petani Tak Terganggu

    Pupuk Indonesia memastikan bahwa kegiatan ekspor pupuk ke Australia tidak akan mengganggu pasokan untuk petani di dalam negeri.Perusahaan menegaskan bahwa kebutuhan domestik tetap menjadi prioritas utama dalam distribusi pupuk nasional.Kebijakan ekspor dilakukan secara terukur agar keseimbangan pasokan tetap terjaga. Pihak perusahaan menyampaikan bahwa stok pupuk bersubsidi untuk musim tanam tetap aman.Distribusi ke berbagai daerah sentra…

  • Iperindo Dorong Insentif untuk Perkuat Industri Galangan Kapal

    Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mendorong pemerintah memberikan berbagai insentif untuk memperkuat daya saing industri galangan kapal nasional. Menurut Iperindo, sektor galangan kapal memiliki peran strategis dalam mendukung kemandirian maritim, memperkuat sistem logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, industri tersebut masih menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi daya saing di tengah persaingan…

  • 85 Investor Asing Berebut Proyek Sulap Sampah Jadi Listrik di RI

    Minat investor terhadap proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Indonesia terus meningkat. Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan sebanyak 85 perusahaan mengikuti proses seleksi pada fase kedua proyek tersebut. Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan fase pertama yang hanya diikuti 24 perusahaan. Tingginya antusiasme menunjukkan proyek waste to energy di Indonesia…

  • RANS Tawarkan Harga Saham Rp 135-Rp 170, Mahal atau Murah?

    PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) resmi memulai masa penawaran awal atau book building dengan kisaran harga Rp135 hingga Rp170 per saham. Perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu menawarkan 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen modal setelah IPO. Dengan rentang harga tersebut, RANS berpotensi menghimpun dana segar sekitar Rp340,87 miliar hingga…