KTF UI Kembali Jalankan Misi Budaya ke Eropa, Tampilkan Keindahan Budaya Indonesia

Komunitas Tari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (KTF UI) Radha Sarisha kembali mengemban misi budaya ke Eropa pada Juli hingga Agustus 2026. Sebanyak 37 mahasiswa yang terdiri atas penari dan pemusik akan mewakili Indonesia dalam rangkaian Festival du Sud di Prancis dan Spanyol. Melalui misi tersebut, mereka akan memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Nusantara kepada masyarakat internasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya Indonesia melalui seni pertunjukan. Persiapan dilakukan selama sekitar tujuh bulan demi menampilkan pertunjukan terbaik di panggung dunia.

Project Officer Misi Budaya Eropa 2026, Andine Clorinda, mengatakan seni merupakan bahasa universal yang mampu menghubungkan berbagai bangsa. Menurutnya, setiap tarian, iringan musik, dan kostum tradisional membawa cerita mengenai keberagaman budaya Indonesia. KTF UI ingin menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam melestarikan warisan budaya. Mereka juga berharap pertunjukan tersebut dapat memperkuat citra positif Indonesia di tingkat global. Misi budaya ini menjadi kelanjutan kiprah KTF UI dalam berbagai festival internasional.

Sebelum bertolak ke Eropa, KTF UI menggelar acara Gelar Pamit di Balai Purnomo Universitas Indonesia, Depok. Pertunjukan dikemas dalam format teater yang memadukan tari dan musik tradisional Indonesia. Repertoar tersebut menggambarkan keragaman budaya Nusantara dalam satu kesatuan narasi artistik. Acara itu juga menjadi kesempatan bagi masyarakat menyaksikan penampilan yang akan dibawa ke Prancis dan Spanyol. Gelar Pamit sekaligus menjadi bentuk dukungan publik terhadap diplomasi budaya Indonesia.

KTF UI berharap misi budaya ini mampu mempererat hubungan antarbangsa melalui seni. Selain menampilkan pertunjukan, para mahasiswa juga akan berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara. Pertemuan tersebut diharapkan membuka ruang dialog budaya dan memperkenalkan nilai keberagaman Indonesia. Universitas Indonesia mendukung penuh partisipasi mahasiswa sebagai duta budaya muda di kancah internasional. Keikutsertaan KTF UI diharapkan semakin mengharumkan nama Indonesia melalui seni tradisional yang kaya dan beragam.

Similar Posts

  • Pelatihan Gamelan Berbasis Braille Dorong Pelestarian Budaya Secara Inklusif di Tulungagung

    Pelatihan Gamelan Berbasis Braille digelar di Balai Budaya Tulungagung, Jawa Timur, sebagai upaya memperluas akses seni bagi penyandang disabilitas. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (19/6) itu diikuti tujuh pelajar tunanetra dengan semangat tinggi untuk mengenal musik tradisional Jawa. Program tersebut dikembangkan menggunakan metode audio-kinestetik yang mengandalkan pendengaran dan perabaan. Peserta diajak mengenal berbagai instrumen gamelan…

  • Ilustrator Liunic Jadi Juri Generasi Ceria Warnai Indonesia

    Ilustrator sekaligus kreator visual Liunic dipercaya menjadi salah satu juri dalam ajang Generasi Ceria Warnai Indonesia. Keterlibatannya diharapkan mampu memberikan inspirasi kepada peserta untuk berani mengekspresikan kreativitas melalui karya seni. Program tersebut menjadi wadah bagi anak-anak dan generasi muda mengembangkan imajinasi sekaligus meningkatkan kemampuan menggambar. Kehadiran Liunic juga dinilai dapat menambah semangat peserta karena karya-karyanya…

  • Emparty 2026 Art For Humanity Event Penuh Makna di TBJT Jateng

    Emparty Art Fest 2026 hadir sebagai ruang kolaborasi seni yang mengusung tema Art for Humanity di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Surakarta. Festival ini berlangsung pada 4–10 Agustus 2026 dan melibatkan 377 seniman dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menggabungkan pameran seni, pertunjukan budaya, lokakarya, diskusi, hingga aksi sosial. Penyelenggara ingin menunjukkan bahwa seni…

  • Buka Festival Lembah Baliem, Wamenpar Janji Bantu Sanggar Seni di Jayawijaya

    Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa membuka Festival Lembah Baliem di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan sanggar seni di daerah. Dukungan itu diharapkan mampu menjaga kelestarian budaya sekaligus meningkatkan kualitas pertunjukan seni lokal. Festival Lembah Baliem dinilai menjadi salah satu agenda budaya penting yang menarik wisatawan…

  • Tari Ujungan Bekasi siap tampil di Festival Lima Gunung 2026

    Tari Ujungan Bekasi dipastikan tampil pada Festival Lima Gunung XXV 2026 di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Penampilan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 19.10 WIB. Tarian tersebut akan dibawakan selama 4 menit 50 detik oleh 10 penari dari Sanggar Seni Kusuma. Keikutsertaan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten…

  • “Sering Disebut Badut, Kadang Bikin Kesal” Lara Seniman Pantomim Menjaga Seni Tanpa Kata

    Lara memilih tetap menekuni seni pantomim meski sering menghadapi anggapan yang keliru dari masyarakat. Seniman pantomim tersebut mengaku tidak jarang dipanggil badut ketika tampil di berbagai acara. Julukan itu terkadang membuatnya merasa kesal karena pantomim merupakan cabang seni pertunjukan yang memiliki teknik dan filosofi tersendiri. Namun, ia memilih menjadikan pengalaman itu sebagai motivasi untuk terus…