Faza Meonk Berharap Pameran Internasional Kerek Peluang Kreator Lokal

Kreator Si Juki, Faza Meonk, berharap kehadiran pameran internasional dapat membuka peluang yang lebih besar bagi kreator lokal Indonesia. Menurutnya, ajang berskala global tidak hanya menjadi tempat memamerkan karya, tetapi juga sarana membangun jejaring dan memperluas akses pasar internasional bagi pelaku industri kreatif Tanah Air.

Faza Meonk menyampaikan hal tersebut dalam sebuah pameran kreatif yang mempertemukan seniman, ilustrator, pelaku komik, dan kreator konten dari berbagai negara. Ia menilai Indonesia memiliki banyak talenta kreatif yang mampu bersaing di tingkat global. Namun, masih diperlukan lebih banyak ruang promosi dan kolaborasi agar karya-karya lokal dapat dikenal oleh audiens internasional.

Menurut Faza, industri kreatif Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai karya lokal mulai mendapat perhatian di pasar luar negeri, termasuk komik, animasi, gim, dan produk berbasis kekayaan intelektual. Kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan ekosistem yang sehat bagi para kreator. Selain akses terhadap pameran internasional, kreator membutuhkan dukungan dari pemerintah, pelaku industri, investor, hingga komunitas kreatif. Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting untuk mempercepat lahirnya karya yang mampu bersaing di pasar global.

Faza Meonk dikenal sebagai kreator di balik karakter Si Juki, salah satu IP lokal yang sukses berkembang menjadi komik, film animasi, merchandise, hingga berbagai proyek kolaborasi. Pengalamannya menembus pasar nasional menjadi bukti bahwa karya lokal memiliki potensi besar jika didukung strategi pengembangan yang tepat.

Melalui partisipasi dalam pameran internasional, Faza berharap semakin banyak kreator Indonesia mendapatkan kesempatan memperkenalkan karya mereka ke dunia. Ia optimistis industri kreatif nasional akan terus berkembang dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi Indonesia di masa depan.

Similar Posts

  • Jakalcer Fest 2026 Resmi Digelar, Pasar Seni Ancol Hadirkan Panggung Seni, Musik, hingga Kuliner Nusantara

    Jakalcer Fest 2026 resmi berlangsung di Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara, mulai 19 hingga 28 Juni 2026. Festival ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan menuju lima abad Kota Jakarta sekaligus menghidupkan kembali kawasan Pasar Seni sebagai pusat kreativitas. Mengusung tema “Seamphony of The Arts”, Jakalcer Fest menghadirkan kolaborasi seni, budaya, musik, kuliner, serta ekonomi kreatif…

  • Senam Kreasi Penthul Tembem Gunungkidul cetak rekor MURI hingga dunia

    Kabupaten Gunungkidul kembali menorehkan prestasi melalui Senam Kreasi Penthul Tembem yang mengangkat budaya lokal. Kegiatan tersebut sukses memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia atau MURI sekaligus rekor dunia. Acara digelar di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat, 10 Juli 2026. Sebanyak 1.588 peserta perempuan ambil bagian dalam senam massal tersebut. Pencapaian itu…

  • Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia

    Lomography kini resmi hadir di Indonesia dan kembali membawa tren fotografi analog ke kalangan pecinta visual.Kehadirannya menjadi angin segar bagi komunitas fotografi yang merindukan proses pemotretan klasik menggunakan film.Fenomena ini sekaligus membangkitkan kembali minat terhadap estetika foto jadul di era digital. Lomography dikenal sebagai gerakan fotografi yang menekankan spontanitas dan eksperimen visual.Gaya ini mendorong fotografer…

  • Pemkab Gunungkidul gelar Festival Kethoprak sebagai pelestarian seni

    Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar Festival Kethoprak Tingkat Kabupaten 2026 sebagai upaya melestarikan seni budaya tradisional. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Taman Budaya Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Festival diikuti 18 kontingen dari seluruh kapanewon di Kabupaten Gunungkidul. Acara berlangsung mulai 6 hingga 14 Juli 2026 dan terbuka untuk masyarakat. Pemerintah berharap festival mampu menarik minat generasi…

  • Cara Seniman Mereinterpretasi Benda Sehari-hari, dari Ritual Pinang hingga Ilusi Optik

    Banyak seniman memilih Benda Sehari-hari sebagai medium utama dalam berkarya. Objek yang sering ditemui dalam kehidupan masyarakat diolah menjadi karya seni dengan makna baru. Pendekatan tersebut mengajak pengunjung melihat benda biasa dari sudut pandang yang berbeda. Salah satu inspirasi berasal dari tradisi mengunyah pinang yang masih dijalankan di berbagai daerah Indonesia. Ritual tersebut tidak hanya…

  • Mercure Jakarta Sabang Hadirkan Kompetisi Abang None Cilik untuk Sambut HUT Jakarta

    Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta, Mercure Jakarta Sabang menghadirkan kompetisi Abang None Cilik yang melibatkan anak-anak sebagai peserta utama. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Betawi sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal budaya daerah sejak usia dini. Kompetisi tersebut mengajak para peserta tampil mengenakan busana khas Betawi…