Kisah Pilu Orfeus dan Euridice Buka SIPFest 2026 di Salihara

Kisah cinta tragis Orfeus dan Euridice menjadi pembuka Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest) 2026 di Jakarta. Pertunjukan tari berjudul Orfeus dipentaskan pada 1 dan 2 Agustus 2026 di Komunitas Salihara, Pasar Minggu. Karya tersebut disutradarai dan dikoreografi oleh seniman performans Melati Suryodarmo. Pertunjukan ini mengadaptasi puisi karya Goenawan Mohamad yang terinspirasi dari mitologi Yunani. Orfeus menjadi pembuka festival dua tahunan SIPFest yang tahun ini mengusung tema “asiaria”.

Pertunjukan mengisahkan perjalanan Orfeus yang berusaha membawa Euridice kembali dari dunia kematian. Tokoh Orfeus dikenal sebagai musikus dengan permainan lira yang mampu memikat manusia, hewan, hingga para dewa. Namun, usahanya gagal setelah menoleh ke belakang sebelum mencapai dunia manusia. Kisah tersebut menjadi simbol cinta, kehilangan, dan harapan yang sulit dipisahkan. Melati Suryodarmo menerjemahkan cerita itu melalui bahasa tubuh, musik, dan tata artistik yang kuat.

Direktur Festival SIPFest, Ening Nurjanah, mengatakan Orfeus dipilih karena memiliki kualitas artistik yang kuat. Karya ini sebenarnya pernah dipentaskan di Salihara pada 2019. Rencana tur ke berbagai kota sempat tertunda akibat pandemi COVID-19. Kini, pertunjukan tersebut kembali hadir sebagai pembuka rangkaian festival sepanjang Agustus 2026. SIPFest tahun ini menghadirkan seniman dari Indonesia, Jepang, Singapura, Tiongkok, Australia, Malaysia, dan Belanda.

SIPFest 2026 berlangsung sepanjang 1 hingga 30 Agustus di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan. Festival ini menampilkan beragam pertunjukan tari, teater, musik, lokakarya, dan presentasi karya dari seniman Asia serta diaspora Asia. Melalui Orfeus, SIPFest membuka perhelatan dengan kisah klasik yang tetap relevan bagi penonton masa kini. Pertunjukan tersebut sekaligus menandai semangat festival dalam menghadirkan karya seni pertunjukan yang berkualitas dan sarat makna.

Similar Posts

  • Bappenas: Seni budaya jadi investasi tingkatkan nilai tambah ekonomi

    Kementerian PPN/Bappenas mendorong seni dan budaya dipandang sebagai investasi pembangunan, bukan sekadar kegiatan pelestarian. Sektor kebudayaan dinilai mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus memperkuat identitas nasional. Pemerintah juga mendorong pengelolaan kebudayaan yang terhubung dengan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat. Bappenas menempatkan pemajuan kebudayaan sebagai bagian penting dalam agenda pembangunan nasional. Program kebudayaan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan…

  • Rangga Riantiarno akan Sutradarai Teater Koma dalam Lakon “Rumah Sakit Jiwa” Karya N. Riantiarno

    Teater Koma kembali menghadirkan lakon legendaris Rumah Sakit Jiwa karya N. Riantiarno setelah 35 tahun sejak pementasan perdananya pada 1991. Produksi ke-237 Teater Koma ini akan disutradarai oleh Rangga Riantiarno dan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pertunjukan dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 melalui kolaborasi Teater Koma dengan…

  • Seniman Perlu Perhatikan Hak Cipta Sumber Data saat Pakai AI

    Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin banyak digunakan oleh seniman dalam proses berkarya. Teknologi tersebut mampu membantu menghasilkan ide, ilustrasi, musik, hingga naskah dalam waktu singkat. Namun, penggunaan AI juga memunculkan persoalan mengenai hak cipta sumber data yang digunakan untuk melatih sistem tersebut. Karena itu, para seniman diingatkan agar memahami aspek hukum sebelum…

  • Buka Festival Lembah Baliem, Wamenpar Janji Bantu Sanggar Seni di Jayawijaya

    Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa membuka Festival Lembah Baliem di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan sanggar seni di daerah. Dukungan itu diharapkan mampu menjaga kelestarian budaya sekaligus meningkatkan kualitas pertunjukan seni lokal. Festival Lembah Baliem dinilai menjadi salah satu agenda budaya penting yang menarik wisatawan…

  • Pemkab Gunungkidul gelar Festival Kethoprak sebagai pelestarian seni

    Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar Festival Kethoprak Tingkat Kabupaten 2026 sebagai upaya melestarikan seni budaya tradisional. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Taman Budaya Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Festival diikuti 18 kontingen dari seluruh kapanewon di Kabupaten Gunungkidul. Acara berlangsung mulai 6 hingga 14 Juli 2026 dan terbuka untuk masyarakat. Pemerintah berharap festival mampu menarik minat generasi…

  • Reog Ponorogo Masuk UNESCO, Begini Perjalanan Panjangnya

    Kesenian Reog Ponorogo resmi masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Pengakuan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Ponorogo, Jawa Timur. Status itu juga menegaskan bahwa Reog merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas kuat bagi bangsa Indonesia. Perjalanan menuju pengakuan UNESCO tidak berlangsung singkat. Pemerintah bersama berbagai komunitas…