Pameran TATAH 2026 Berakhir, Perjalanan Merawat Seni Ukir Jepara Terus Berlanjut
Pameran TATAH 2026 resmi berakhir setelah berlangsung di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, hingga 5 Juli 2026. Mengusung tema Suluk–Sulur–Jepara, pameran ini menghadirkan perjalanan panjang seni ukir Jepara melalui karya, arsip, riset, dan narasi sejarah. Selama penyelenggaraan, TATAH tidak hanya menampilkan keindahan ukiran, tetapi juga mengajak publik memahami nilai budaya yang terkandung di balik setiap karya. Pameran tersebut menjadi bagian dari upaya mengangkat seni ukir Jepara sebagai warisan budaya yang memiliki nilai artistik tinggi.
Direktur TATAH, Veronica Rompies, menegaskan bahwa misi pameran melampaui sekadar menampilkan karya visual. Menurutnya, TATAH hadir untuk mengembalikan pemahaman masyarakat bahwa seni ukir Jepara merupakan warisan pengetahuan yang diwariskan lintas generasi. Pengunjung diajak melihat ukiran bukan hanya sebagai produk mebel, melainkan sebagai identitas budaya yang terus berkembang. Pendekatan berbasis riset menjadi salah satu pembeda utama dalam penyelenggaraan TATAH 2026.
Selama berlangsung, pameran mendapat sambutan positif dari masyarakat. Dalam satu bulan pertama, TATAH mencatat lebih dari 18.000 kunjungan dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, akademisi, pelaku seni, hingga wisatawan mancanegara. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat publik terhadap sejarah dan perkembangan seni ukir Jepara. Berbagai karya maestro, alat tatah tradisional, serta dokumentasi perjalanan ukiran menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.
Meski pameran telah berakhir, semangat merawat seni ukir Jepara dipastikan terus berlanjut. Penyelenggara berharap TATAH menjadi awal dari gerakan budaya yang mendorong pelestarian, pendidikan, dan regenerasi perajin ukir di Indonesia. Dukungan masyarakat dinilai penting agar warisan budaya tersebut tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Melalui kolaborasi antara seniman, perajin, pemerintah, dan publik, seni ukir Jepara diharapkan semakin dikenal sebagai mahakarya budaya Indonesia di tingkat dunia.
