Adaksi Sebut Gaji Dosen Harusnya Berbasis Living Wage

Aliansi Dosen Akademik dan Kevokasian Seluruh Indonesia (ADAKSI) menegaskan gaji dosen seharusnya mengacu pada konsep living wage atau upah layak. Menurut ADAKSI, dosen perlu memperoleh penghasilan yang mampu memenuhi kebutuhan hidup secara bermartabat. Usulan tersebut disampaikan dalam sidang uji materi Undang-Undang Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi. Organisasi itu menilai sistem pengupahan saat ini belum memberikan kepastian kesejahteraan bagi seluruh dosen. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

ADAKSI mengungkap masih banyak dosen menerima penghasilan jauh di bawah kebutuhan hidup layak. Bahkan, di sejumlah daerah terdapat dosen yang hanya memperoleh gaji sekitar Rp450 ribu hingga Rp1,5 juta setiap bulan. Organisasi tersebut menilai penghasilan itu tidak sebanding dengan beban kerja, tanggung jawab, dan kualifikasi akademik dosen. Akibatnya, sebagian dosen harus mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Situasi tersebut dinilai dapat mengurangi fokus terhadap kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kajiannya, ADAKSI mengusulkan agar gaji pokok dosen sekurang-kurangnya berada di atas standar kebutuhan hidup layak atau living wage. Konsep tersebut dinilai lebih tepat dibanding hanya mengacu pada kesepakatan antara dosen dan penyelenggara perguruan tinggi. Penghasilan dosen juga diharapkan mencakup tunjangan yang memadai sesuai tugas dan prestasi. Dengan demikian, profesi dosen akan lebih menarik bagi generasi muda yang ingin berkarier di dunia akademik. Langkah itu juga dinilai dapat meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional.

ADAKSI berharap pemerintah dan pembentuk undang-undang mempertimbangkan konsep living wage dalam penyusunan regulasi pengupahan dosen. Organisasi tersebut menilai kesejahteraan dosen merupakan investasi penting bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Kepastian penghasilan yang layak diyakini mampu meningkatkan profesionalisme dan produktivitas dosen. Pada akhirnya, mahasiswa dan masyarakat akan memperoleh manfaat melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi. Usulan tersebut diharapkan menjadi bagian dari reformasi sistem pendidikan nasional yang lebih berkeadilan.

Similar Posts

  • Faculty of Humanities BINUS University Siapkan Talenta Global di Era AI, Menjawab Kekhawatiran Orang Tua akan Masa Depan Karier Anak

    Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat memunculkan berbagai kekhawatiran di kalangan orang tua terkait masa depan karier anak-anak mereka. Menjawab tantangan tersebut, Faculty of Humanities BINUS University terus mengembangkan kurikulum yang dirancang untuk mencetak talenta global yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi tanpa kehilangan keunggulan manusia yang sulit digantikan oleh AI. Faculty of…

  • Hanya 17.816 Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang, Wamen Stella: Alasannya Bukan soal Biaya UKT Saja

    Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, meluruskan informasi yang menyebut sekitar 60 ribu calon mahasiswa tidak melakukan daftar ulang di perguruan tinggi negeri (PTN). Menurutnya, angka tersebut bukan seluruhnya mahasiswa yang mengundurkan diri. Dari total sekitar 60 ribu, sebanyak 42.315 merupakan bangku yang tidak terisi, sedangkan hanya 17.816 calon mahasiswa yang telah…

  • Indonesia Krisis Guru, Lestari Moerdijat Desak Peta Jalan Rekrutmen Nasional

    Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mendesak pemerintah segera menyusun peta jalan rekrutmen nasional guna mengatasi Krisis Guru yang masih terjadi di berbagai daerah. Menurutnya, kebutuhan tenaga pendidik harus dipenuhi secara terencana agar kualitas pendidikan nasional tidak terus terdampak oleh kekurangan guru. Lestari menilai kekurangan guru terjadi di berbagai jenjang pendidikan, terutama di daerah terpencil…

  • Inovasi UK Maranatha: Hadirkan Wajah Baru Pendidikan Teknologi dan Rekayasa Cerdas Berdampak Nasional

    Universitas Kristen Maranatha (UK Maranatha) terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan teknologi dan rekayasa cerdas. Melalui berbagai inovasi akademik, kampus yang berlokasi di Bandung itu menghadirkan pembaruan kurikulum, penguatan riset, serta kolaborasi dengan industri untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan era digital. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen UK Maranatha…

  • Perkumpulan Strada Padukan Pendidikan Karakter dan Kepedulian Lingkungan

    Perkumpulan Strada terus memperkuat pendidikan karakter dengan mengintegrasikan nilai kepedulian lingkungan dalam kegiatan belajar mengajar. Yayasan pendidikan yang telah berdiri sejak 24 Mei 1924 itu menilai pembentukan karakter peserta didik harus berjalan seiring dengan kesadaran menjaga lingkungan hidup. Melalui berbagai program sekolah, siswa diajak menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut meliputi pengelolaan…

  • Apa Benar Tidak Ada Siswa Tinggal Kelas? Ini Ketentuannya Menurut Permendikbud

    Isu bahwa tidak ada lagi siswa tinggal kelas kembali ramai menjelang pembagian rapor tahun ajaran 2025/2026. Banyak orang tua dan siswa mengira seluruh peserta didik akan otomatis naik kelas tanpa mempertimbangkan hasil belajar. Namun anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Kurikulum dan Pembelajaran menegaskan bahwa mekanisme siswa tinggal kelas…