Lestari Moerdijat Dorong Tari Lengger Banyumas Jadi Warisan Dunia UNESCO
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong Tari Lengger Banyumas untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya dunia dari UNESCO. Menurutnya, kesenian tradisional yang telah hidup dan berkembang di masyarakat Banyumas selama berabad-abad itu memiliki nilai budaya yang tinggi serta layak mendapat perlindungan di tingkat internasional.
Lestari menilai Tari Lengger Banyumas bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa Tengah. Tarian ini mengandung nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal yang mencerminkan kehidupan sosial masyarakat Banyumas. Karena itu, upaya pelestarian harus dilakukan secara berkelanjutan agar warisan budaya tersebut tetap lestari di tengah arus modernisasi.
Selain mendorong pengakuan UNESCO, Lestari juga mengajak pemerintah daerah, komunitas seni, akademisi, dan generasi muda untuk aktif menjaga keberlangsungan Tari Lengger. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak sangat penting agar kesenian tradisional tetap dikenal dan diminati oleh generasi penerus. Dukungan terhadap pelaku seni juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi budaya lokal.
Pengakuan UNESCO diyakini dapat meningkatkan perhatian dunia terhadap Tari Lengger Banyumas sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata budaya. Dengan promosi yang lebih luas, kesenian tersebut diharapkan mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
