Selusur Sirat: Menyusuri Jejak Tradisi Lampung Lewat Bahasa Musik yang Baru

Pertunjukan budaya Selusur Sirat hadir sebagai ruang pertemuan antara tradisi dan kreativitas generasi muda Lampung. Digelar di Taman Budaya Lampung, acara ini mempertemukan musisi muda, seniman senior, dan pegiat budaya dalam satu panggung kolaboratif yang mengusung semangat pelestarian budaya melalui pendekatan yang lebih segar dan relevan.

Mengangkat tema “Menenun Rindu Dalam Bunyi Tepian Nusantara”, Selusur Sirat mengajak masyarakat menelusuri kembali jejak budaya Lampung melalui bahasa musik yang baru. Pertunjukan ini memadukan musik tradisi, komposisi kontemporer, serta eksplorasi visual panggung yang dirancang untuk menjangkau generasi muda.

Grup musik Sako Serikat menjadi salah satu penampil utama dalam acara tersebut. Kelompok ini menghadirkan komposisi yang memadukan instrumen tradisional dengan pendekatan musikal modern. Mereka tampil bersama sejumlah seniman dan budayawan Lampung yang memperlihatkan bahwa tradisi dapat terus berkembang mengikuti zaman.

Pertunjukan juga dibuka oleh kelompok musik muda Lemawong. Kehadiran mereka menunjukkan semakin besarnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan budaya daerah. Para seniman berharap ruang-ruang kreatif seperti Selusur Sirat dapat menjadi wadah lahirnya talenta baru yang memiliki kepedulian terhadap budaya Lampung.

Direktur pertunjukan Arief Rahman menyebut Selusur Sirat sebagai upaya membangun ekosistem seni yang hidup dan berkelanjutan. Menurutnya, seni budaya tidak cukup hanya diwariskan, tetapi juga perlu dihidupkan melalui karya-karya baru yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Kehadiran Selusur Sirat menambah deretan inisiatif pelestarian budaya yang berkembang di Lampung. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai komunitas dan lembaga budaya terus mendorong lahirnya karya inovatif berbasis tradisi, mulai dari musik, tari, hingga sastra. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya daerah di tengah arus modernisasi yang semakin kuat.

Similar Posts

  • Gairah ber-Festival Lima Gunung seperempat abad terus menyala

    Festival Lima Gunung kembali digelar di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Edisi 2026 menjadi momen istimewa karena menandai perjalanan seperempat abad festival yang digagas Komunitas Lima Gunung. Acara berlangsung pada 10 hingga 12 Juli 2026 dengan melibatkan seniman dari kawasan Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh. Selama 25 tahun,…

  • Dari Besakih untuk Indonesia, Waskita Rawat Warisan Peradaban dan Gerakkan Ekonomi Budaya

    PT Waskita Karya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian warisan budaya nasional melalui berbagai proyek strategis. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keterlibatan perusahaan dalam pengembangan kawasan Pura Agung Besakih di Bali. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjaga nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang melekat pada kawasan suci tersebut. Sebagai…

  • FINNA Art 2026 Hadirkan Liffi Wongso dan WD Willy sebagai Juri, Ajang Bergengsi bagi Seniman Indonesia

    Ajang seni bergengsi FINNA Art 2026 kembali hadir dengan menghadirkan dua nama besar di dunia seni visual Indonesia, yakni Liffi Wongso dan WD Willy, sebagai dewan juri. Kehadiran keduanya diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memberikan inspirasi bagi para seniman muda di Tanah Air. FINNA Art dikenal sebagai salah satu wadah yang mendorong kreativitas dan…

  • Pemkab Buleleng optimalkan Lovina Festival genjot pariwisata 

    Pemerintah Kabupaten Buleleng mematangkan persiapan akhir menjelang Lovina Festival 2026 sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali Utara. Festival tahunan tersebut akan berlangsung pada 24 hingga 28 Juli 2026 di kawasan Pantai Lovina. Lovina Festival juga kembali masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata. Pemkab Buleleng berharap ajang ini mampu…

  • Madonna: Algoritma dan AI Membunuh Keberanian Seniman Berkarya

    Penyanyi pop dunia Madonna mengkritik pengaruh algoritma media sosial dan kecerdasan buatan (AI) terhadap industri kreatif. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat banyak seniman kehilangan keberanian untuk bereksperimen. Madonna menilai karya seni seharusnya lahir dari kreativitas dan keberanian mengambil risiko. Ia menyampaikan pandangan tersebut saat berbicara dalam sebuah forum mengenai masa depan industri musik dan seni. Berbagai…

  • Wayang Potehi Perkuat Toleransi dan Keberagaman Budaya Solo

    Wayang Potehi merupakan kesenian tradisional Tionghoa yang telah berkembang dan berakulturasi dengan budaya Indonesia selama berabad-abad. Pertunjukan ini menggunakan boneka tangan yang dimainkan pada panggung kecil dengan iringan musik tradisional. Ceritanya banyak mengangkat legenda, sejarah, dan kisah kepahlawanan dari Tiongkok. Kehadirannya di ruang budaya Indonesia menunjukkan perjalanan panjang interaksi antarmasyarakat. Di Solo, keberagaman budaya memiliki…