Daftar Weton Tulang Wangi Menurut Kepercayaan Jawa, Kerap Dikaitkan dengan Bulan Suro

Menjelang datangnya bulan Suro, pembahasan mengenai weton tulang wangi kembali ramai diperbincangkan. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, weton tulang wangi dianggap memiliki kepekaan spiritual yang lebih kuat dibanding weton lainnya. Kepercayaan ini sering dikaitkan dengan malam 1 Suro, yang merupakan awal tahun dalam penanggalan Jawa.

Menurut pakar Javanologi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), weton tulang wangi merupakan bagian dari tradisi dan pandangan kosmologis masyarakat Jawa. Kepercayaan tersebut dipandang sebagai bentuk refleksi diri dalam menyambut tahun baru Jawa dan tahun baru Islam.

Dalam tradisi yang berkembang di masyarakat, terdapat 11 weton yang sering disebut sebagai weton tulang wangi. Weton tersebut adalah:

  • Senin Kliwon
  • Senin Wage
  • Senin Pahing
  • Selasa Legi
  • Rabu Kliwon
  • Rabu Pahing
  • Kamis Wage
  • Sabtu Wage
  • Sabtu Legi
  • Minggu Pon
  • Minggu Kliwon

Pemilik weton tersebut dipercaya memiliki intuisi yang tajam dan mudah merasakan perubahan suasana di sekitarnya. Sebagian masyarakat juga meyakini mereka lebih sensitif terhadap hal-hal yang bersifat spiritual. Menjelang malam 1 Suro, beberapa orang mengaku mengalami gejala seperti sulit tidur, badan terasa pegal, mudah gelisah, atau lebih emosional dari biasanya. Namun, kepercayaan ini tidak memiliki dasar ilmiah dan lebih merupakan bagian dari tradisi budaya Jawa yang diwariskan turun-temurun.

Para budayawan menilai weton tulang wangi sebaiknya dipahami sebagai warisan budaya, bukan sebagai ketentuan mutlak dalam kehidupan. Nilai utama dari tradisi Suro adalah introspeksi, pengendalian diri, dan mempererat hubungan manusia dengan alam serta Sang Pencipta.

Similar Posts

  • Menjaga Tradisi, Merawat Kebersamaan lewat Sedekah Bumi di Lereng Arjuno Pasuruan

    Tradisi Sedekah Bumi kembali digelar oleh masyarakat di lereng Gunung Arjuno, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas hasil panen dan rezeki yang diperoleh sepanjang tahun. Warga dari berbagai usia turut berpartisipasi dalam rangkaian acara yang berlangsung penuh kebersamaan. Beragam hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan, dan hasil pertanian lainnya diarak dalam prosesi budaya….

  • Ketika Gen Z Mengukir Aksara Sunda di Daun Lontar

    Di tengah derasnya arus digitalisasi, sejumlah anak muda dari generasi Z memilih cara unik untuk melestarikan budaya. Mereka belajar menulis Aksara Sunda di atas daun lontar, media tradisional yang telah digunakan sejak ratusan tahun lalu untuk menyimpan naskah dan pengetahuan masyarakat Nusantara. Kegiatan tersebut digelar dalam berbagai lokakarya budaya yang melibatkan pelajar, mahasiswa, hingga komunitas…

  • Selusur Sirat: Menyusuri Jejak Tradisi Lampung Lewat Bahasa Musik yang Baru

    Pertunjukan budaya Selusur Sirat hadir sebagai ruang pertemuan antara tradisi dan kreativitas generasi muda Lampung. Digelar di Taman Budaya Lampung, acara ini mempertemukan musisi muda, seniman senior, dan pegiat budaya dalam satu panggung kolaboratif yang mengusung semangat pelestarian budaya melalui pendekatan yang lebih segar dan relevan. Mengangkat tema “Menenun Rindu Dalam Bunyi Tepian Nusantara”, Selusur…

  • Pemkab Buleleng optimalkan Lovina Festival genjot pariwisata 

    Pemerintah Kabupaten Buleleng mematangkan persiapan akhir menjelang Lovina Festival 2026 sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali Utara. Festival tahunan tersebut akan berlangsung pada 24 hingga 28 Juli 2026 di kawasan Pantai Lovina. Lovina Festival juga kembali masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata. Pemkab Buleleng berharap ajang ini mampu…

  • Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia

    Lomography kini resmi hadir di Indonesia dan kembali membawa tren fotografi analog ke kalangan pecinta visual.Kehadirannya menjadi angin segar bagi komunitas fotografi yang merindukan proses pemotretan klasik menggunakan film.Fenomena ini sekaligus membangkitkan kembali minat terhadap estetika foto jadul di era digital. Lomography dikenal sebagai gerakan fotografi yang menekankan spontanitas dan eksperimen visual.Gaya ini mendorong fotografer…

  • 16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang

    Sebanyak 16 seniman kontemporer Indonesia membawa semangat dan dinamika skena seni Jakarta ke Jepang melalui sebuah pameran internasional yang menjadi ajang pertukaran budaya antara kedua negara. Pameran tersebut menghadirkan beragam karya yang merefleksikan perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia, sekaligus memperkenalkan wajah kreatif Jakarta kepada publik Jepang. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas…