Legislator Jabar dorong sekolah tampilkan seni dan budaya saat MPLS
Legislator Jawa Barat mendorong seluruh sekolah menampilkan kegiatan seni dan budaya lokal selama pelaksanaan MPLS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya sejak hari pertama siswa memasuki lingkungan pendidikan sekaligus memperkuat karakter generasi muda.
Menurut legislator, MPLS tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah, guru, maupun tata tertib. Kegiatan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kesenian tradisional, bahasa daerah, permainan rakyat, hingga berbagai nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Jawa Barat. Dengan begitu, siswa diharapkan memiliki rasa bangga terhadap warisan budaya daerahnya.
Ia menilai kegiatan seni dan budaya dapat dikemas secara menarik melalui pertunjukan tari, musik tradisional, pencak silat, hingga pameran karya. Selain membuat suasana MPLS lebih menyenangkan, pendekatan tersebut juga mampu menumbuhkan kreativitas, kebersamaan, dan semangat gotong royong.
Legislator juga mengingatkan agar seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan secara edukatif dan bebas dari praktik perundungan maupun kegiatan yang bersifat perpeloncoan. Sekolah diharapkan menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan inklusif sehingga siswa baru dapat beradaptasi dengan nyaman.
Melalui pengenalan seni dan budaya sejak MPLS, diharapkan peserta didik tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga semakin mencintai budaya Indonesia. Upaya tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa yang kreatif, berakhlak, dan menghargai keberagaman budaya bangsa.
