Harga Beras Naik, Bulog Genjot Penyaluran SPHP hingga 424.724 Ton

Perum Bulog mempercepat penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menyusul kenaikan harga beras di sejumlah daerah. Hingga awal Juli 2026, Bulog telah menyalurkan 424.724 ton beras SPHP ke berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan menekan lonjakan harga di tingkat konsumen. Penyaluran beras dilakukan melalui pasar tradisional, pengecer, koperasi, hingga Gerakan Pangan Murah. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan nasional.

Bulog memastikan stok beras pemerintah dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Penyaluran SPHP diprioritaskan ke daerah yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi. Selain memperluas distribusi, Bulog juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha agar beras SPHP mudah diperoleh masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menstabilkan harga dalam waktu dekat.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memantau perkembangan harga beras di seluruh Indonesia. Pemerintah menilai distribusi yang cepat menjadi faktor penting untuk mengendalikan gejolak harga. Selain penyaluran SPHP, pemerintah juga menggelar operasi pasar di berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.

Kenaikan harga beras dipengaruhi beberapa faktor, termasuk tingginya permintaan dan distribusi yang belum merata di sejumlah wilayah. Pemerintah memastikan akan terus mengevaluasi kondisi pasar serta memperkuat koordinasi dengan Bulog dan pemerintah daerah. Jika diperlukan, volume penyaluran SPHP dapat kembali ditingkatkan sesuai kebutuhan. Tujuannya agar pasokan tetap tersedia dan harga kembali stabil.

Pemerintah berharap percepatan penyaluran beras SPHP mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi pangan. Bulog juga mengimbau masyarakat membeli beras sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan stok yang memadai serta distribusi yang terus diperkuat, stabilitas harga beras diharapkan dapat terjaga dalam beberapa waktu ke depan.

Similar Posts

  • Alasan Harga Ayam di Peternak Dipatok Paling Murah Rp 19.500/Kg

    Pemerintah menetapkan harga acuan pembelian (HAP) ayam ras hidup atau livebird di tingkat peternak minimal Rp19.500 per kilogram. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 15 Juli 2026 setelah disepakati bersama pelaku usaha dan organisasi peternak. Selain ayam, pemerintah juga menetapkan harga acuan telur ayam ras sebesar Rp24.000 per kilogram. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan kebijakan ini…

  • Anggaran BGN Dipangkas Dua Kali, Kini Tersisa Rp 228,38 Triliun

    Anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) dilaporkan mengalami pemangkasan sebanyak dua kali dalam proses penyesuaian belanja negara. Setelah dilakukan efisiensi anggaran, pagu yang semula lebih besar kini tersisa Rp228,38 triliun. Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga efektivitas penggunaan anggaran sekaligus menyesuaikan prioritas program nasional. Meski mengalami pemangkasan, pemerintah menegaskan bahwa program-program utama…

  • Kementerian UMKM siapkan sertifikasi halal gratis bagi 500 ribu UMKM

    Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan program sertifikasi halal gratis bagi 500 ribu pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus membantu pelaku usaha memenuhi kewajiban sertifikasi halal yang berlaku secara nasional. Melalui program tersebut, pelaku UMKM dapat memperoleh sertifikat halal tanpa dikenakan biaya. Pemerintah berharap kebijakan…

  • Bulog Baru Serap 190 Ribu Ton Jagung Petani, 19% dari Target

    Perum Bulog mencatat realisasi penyerapan jagung petani mencapai sekitar 190 ribu ton hingga awal Juli 2026. Jumlah tersebut setara sekitar 19 persen dari target pengadaan nasional sebanyak 1 juta ton pada tahun ini. Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya mengatakan penyerapan terus dilakukan di berbagai sentra produksi sesuai penugasan pemerintah. Bulog juga…

  • Neraca Dagang RI Defisit, Mendag Sebut Gara-gara Harga Minyak

    Indonesia mencatat defisit neraca perdagangan sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit tersebut mengakhiri tren surplus yang bertahan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan kondisi itu terutama dipicu meningkatnya defisit sektor minyak dan gas (migas). Kenaikan harga minyak dunia membuat nilai impor migas melonjak sehingga menekan kinerja neraca perdagangan…

  • Warga RI Kini Pilih Beli Mobil Murah, Penjualan LCGC Naik 14%

    Masyarakat Indonesia semakin memilih mobil dengan harga terjangkau di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Tren tersebut terlihat dari meningkatnya kontribusi kendaraan Low Cost Green Car atau LCGC terhadap pasar otomotif nasional. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan segmen LCGC menyumbang sekitar 14 persen dari total penjualan mobil nasional pada Februari 2026. Mobil murah…