Kemdikti Sebut Talenta STEM Indonesia Kurang, Siapkan Lulusan SMA Unggul Garuda
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyebut Indonesia masih kekurangan talenta di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau STEM. Saat ini, proporsi talenta STEM Indonesia masih di bawah 20 persen, jauh tertinggal dibanding negara maju yang telah mencapai 30 hingga 40 persen.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Karena itu, pemerintah terus memperkuat program SMA Unggul Garuda untuk mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
Menurut Ardi, penguatan talenta STEM Indonesia tidak berarti mengesampingkan bidang sosial dan humaniora. Kedua bidang tersebut tetap memiliki peran penting dan harus dikembangkan secara lintas disiplin agar mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.
Ia menjelaskan bahwa berbagai inovasi sains dan teknologi membutuhkan dukungan ilmu sosial agar dapat diterapkan secara efektif di masyarakat. Karena itu, siswa SMA Unggul Garuda tetap diberikan ruang untuk mendalami bidang ekonomi, geografi, hukum, hingga kebijakan publik.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie sebelumnya menjelaskan bahwa Sekolah Garuda menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut difokuskan untuk memperkuat ekosistem sains dan teknologi nasional.
Data Kemdiktisaintek menunjukkan Program Sekolah Garuda Transformasi berhasil meningkatkan penerimaan mahasiswa Indonesia di 100 kampus terbaik dunia. Hingga 24 April 2026, sebanyak 330 siswa telah memperoleh surat penerimaan atau Letter of Acceptance dari perguruan tinggi kelas dunia.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 150 persen dibandingkan 2025 yang tercatat sebanyak 132 siswa. Sementara jumlah Letter of Acceptance yang diterima mencapai 1.567 surat atau naik sekitar 167 persen dibanding tahun sebelumnya.
Melalui penguatan SMA Unggul Garuda, pemerintah berharap jumlah talenta STEM Indonesia terus meningkat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung ketahanan pangan, energi terbarukan, kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi nasional pada masa depan.
