29 Guru Honorer di Metro yang Dirumahkan Minta Bantuan Presiden Prabowo

Sebanyak 29 guru honorer di Kota Metro, Lampung, meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto setelah berbulan-bulan dirumahkan tanpa kepastian status. Para guru mengaku tidak lagi dapat mengajar sejak awal 2026. Mereka juga menyatakan nama mereka telah dihapus dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Kondisi tersebut membuat mereka kehilangan kesempatan kembali bertugas di sekolah.

Para guru menyebut telah menempuh berbagai upaya untuk memperoleh kepastian. Mereka melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, PGRI, DPRD, hingga berkonsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Namun, hingga kini mereka mengaku belum memperoleh keputusan yang memungkinkan kembali mengajar. Mereka berharap pemerintah pusat dapat membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

Ketua Forum Komunikasi Guru Dirumahkan Kota Metro, Ana Zelfia, mengatakan tuntutan utama para guru adalah mengaktifkan kembali akun Dapodik. Menurutnya, langkah tersebut penting agar mereka dapat kembali menjalankan tugas sebagai pendidik. Sebagian guru yang terdampak telah mengabdi selama bertahun-tahun. Beberapa di antaranya juga telah memiliki NUPTK dan sertifikat pendidik.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro menyatakan persoalan tersebut masih memerlukan koordinasi dengan instansi terkait. Pemerintah daerah juga telah melakukan konsultasi mengenai dasar kebijakan yang akan diterapkan. Sementara itu, DPRD Kota Metro meminta penyelesaian dilakukan secara hati-hati. DPRD juga mendorong validasi data guru non-ASN sebelum keputusan akhir ditetapkan.

Para guru berharap Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap persoalan yang mereka alami. Mereka menilai kepastian status kerja sangat penting bagi keberlangsungan pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik. Selain ingin kembali mengajar, mereka berharap pemerintah menghadirkan solusi yang memberikan kepastian hukum serta perlindungan bagi guru honorer di daerah.

Similar Posts

  • Mendikdasmen: Sekolah Nasional Terintegrasi Gunakan Kurikulum Nasional

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) tetap menggunakan kurikulum nasional sebagai fondasi utama pembelajaran. Kurikulum tersebut akan menjadi dasar standar, arah, dan capaian pembelajaran di seluruh SNT. Namun, pemerintah akan memperkaya kurikulum dengan muatan bahasa asing, teknologi digital, wawasan global, budaya, serta kearifan lokal. Langkah ini bertujuan membekali…

  • UPI Perkenalkan Fun Chemistry, Ubah Pembelajaran Kimia dari Hafalan ke Eksperimen

    Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkenalkan pendekatan Fun Chemistry untuk membuat pembelajaran kimia lebih menarik dan mudah dipahami. Program ini mendorong siswa belajar melalui eksperimen sederhana, pengamatan langsung, dan pemecahan masalah. Pendekatan tersebut diharapkan mengurangi anggapan bahwa kimia merupakan mata pelajaran yang sulit karena identik dengan rumus dan hafalan. UPI menilai pengalaman praktik akan membantu siswa…

  • Dinsos: Siswa SRMA 18 Blora mengalami peningkatan rasa percaya diri

    Dinas Sosial menyatakan para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora menunjukkan peningkatan rasa percaya diri setelah mengikuti proses pembelajaran dan pembinaan. Perubahan tersebut terlihat dari keberanian siswa menyampaikan pendapat, berinteraksi dengan teman, serta mengikuti berbagai kegiatan sekolah. Program pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan keterampilan sosial. Upaya…

  • Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas

    Bupati Talius Tabuni menilai keterbatasan sumber daya manusia (SDM) masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan di Papua. Karena itu, ia mendukung penguatan Beasiswa Puncak Cerdas sebagai langkah untuk memperluas akses pendidikan dan mencetak generasi muda yang berkualitas. Menurut Talius, pendidikan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas SDM di daerah. Melalui program beasiswa, pelajar…

  • Pentingnya Deteksi Buta Warna Sejak Dini bagi Siswa Sekolah

    Deteksi buta warna sejak dini menjadi langkah penting bagi siswa sekolah karena dapat membantu proses belajar dan perencanaan masa depan. Banyak anak tidak menyadari bahwa kemampuan membedakan warnanya berbeda dari teman sebaya. Akibatnya, kondisi tersebut sering baru diketahui ketika mengikuti seleksi pendidikan atau pekerjaan tertentu. Buta warna merupakan gangguan penglihatan yang membuat seseorang sulit membedakan…

  • UB Jadikan Kesehatan Mental Prioritas PKKMB 2026, 17.300 Mahasiswa Baru Jalani Skrining

    Universitas Brawijaya (UB) menjadikan kesehatan mental sebagai fokus utama dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Sebanyak 17.300 mahasiswa baru menjalani skrining kesehatan mental sebagai langkah deteksi dini agar mampu beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya kampus membangun ekosistem belajar yang aman, sehat, dan bebas dari perundungan. Direktur Direktorat…