Sekolah Harus Sosialisasikan MPLS ke Ortu, Boleh Lewat Surat-Saat Daftar Ulang

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa sekolah wajib menyosialisasikan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada orang tua siswa.
Sosialisasi ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk surat resmi saat proses daftar ulang.
Langkah ini bertujuan agar orang tua memahami kegiatan yang akan diikuti siswa baru.

Kemendikdasmen menilai keterlibatan orang tua penting dalam mendukung pelaksanaan MPLS yang aman dan edukatif.
Dengan adanya informasi yang jelas, orang tua dapat mengetahui isi kegiatan sejak awal.
Hal ini juga diharapkan mencegah kesalahpahaman terkait pelaksanaan MPLS di sekolah.

Sekolah diminta menyampaikan informasi secara terbuka mengenai jadwal dan bentuk kegiatan MPLS.
Selain itu, aturan terkait larangan kekerasan juga perlu dijelaskan kepada orang tua.
Transparansi ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.

Pemerintah juga mendorong sekolah untuk menggunakan berbagai media komunikasi.
Selain surat, informasi dapat disampaikan melalui grup orang tua atau platform digital sekolah.
Hal ini agar penyampaian informasi lebih cepat dan mudah dipahami.

Dengan kebijakan ini, MPLS diharapkan berjalan lebih tertib, aman, dan melibatkan peran aktif orang tua.
Sekolah dan keluarga diharapkan dapat bekerja sama dalam mendampingi siswa baru.

Similar Posts

  • Alumni Dilarang Ikut Urus MPLS 2026, Perpeloncoan hingga Atribut Tak Edukatif Dihapus

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pelaksanaan MPLS 2026 harus berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari praktik perpeloncoan. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Mendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Salah satu poin penting dalam aturan itu adalah larangan melibatkan alumni sebagai penyelenggara MPLS 2026. Ketentuan tersebut diterapkan untuk memastikan kegiatan…

  • UKDW Kukuhkan Guru Besar AI Termuda, Soroti Deep Learning dan LLM

    Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali mencatatkan prestasi di bidang akademik dengan mengukuhkan salah satu akademisinya sebagai guru besar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) termuda. Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan riset dan pendidikan AI di Indonesia yang terus berkembang pesat. Dalam pidato ilmiahnya, guru besar tersebut menyoroti perkembangan teknologi Deep Learning dan Large…

  • Faculty of Humanities BINUS University Siapkan Talenta Global di Era AI, Menjawab Kekhawatiran Orang Tua akan Masa Depan Karier Anak

    Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat memunculkan berbagai kekhawatiran di kalangan orang tua terkait masa depan karier anak-anak mereka. Menjawab tantangan tersebut, Faculty of Humanities BINUS University terus mengembangkan kurikulum yang dirancang untuk mencetak talenta global yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi tanpa kehilangan keunggulan manusia yang sulit digantikan oleh AI. Faculty of…

  • Perkumpulan Strada Padukan Pendidikan Karakter dan Kepedulian Lingkungan

    Perkumpulan Strada terus memperkuat pendidikan karakter dengan mengintegrasikan nilai kepedulian lingkungan dalam kegiatan belajar mengajar. Yayasan pendidikan yang telah berdiri sejak 24 Mei 1924 itu menilai pembentukan karakter peserta didik harus berjalan seiring dengan kesadaran menjaga lingkungan hidup. Melalui berbagai program sekolah, siswa diajak menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut meliputi pengelolaan…

  • STIK Masih Bahas Rencana Pengembangan Menjadi Universitas Kepolisian

    Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) masih membahas rencana pengembangan kelembagaan menjadi Universitas Kepolisian. Wacana tersebut muncul sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kepolisian yang semakin menghadapi tantangan kompleks di era modern. Transformasi menjadi universitas dinilai dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan…

  • Kemdikti Sebut Talenta STEM Indonesia Kurang, Siapkan Lulusan SMA Unggul Garuda

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyebut Indonesia masih kekurangan talenta di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau STEM. Saat ini, proporsi talenta STEM Indonesia masih di bawah 20 persen, jauh tertinggal dibanding negara maju yang telah mencapai 30 hingga 40 persen. Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini, mengatakan kondisi…