Data Anak Putus Sekolah di Muba Capai 19 Ribu Orang, Pemkab Bantah

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin membantah kabar yang menyebut jumlah anak putus sekolah di daerahnya mencapai 19 ribu orang. Bantahan itu muncul setelah data tersebut disampaikan dalam rapat Komisi V DPRD Sumatera Selatan. Pemkab menegaskan angka tersebut merupakan data mentah yang belum melalui proses verifikasi. Pemerintah daerah meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan kondisi pendidikan di Musi Banyuasin.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Musi Banyuasin menyatakan data 19 ribu merupakan akumulasi anak tidak sekolah selama tiga tahun. Data itu mencakup berbagai kategori, termasuk lulusan yang belum melanjutkan pendidikan dan data yang masih perlu diperbarui. Menurut pemerintah, sebagian nama dalam daftar sudah kembali bersekolah atau berpindah domisili. Karena itu, angka tersebut belum mencerminkan jumlah anak putus sekolah yang sebenarnya.

Pemkab Musi Banyuasin menjelaskan data resmi 2025 menunjukkan jumlah siswa putus sekolah jauh lebih rendah. Berdasarkan Portal Satu Data Muba, terdapat 49 siswa SD dan 23 siswa SMP yang tercatat putus sekolah. Pemerintah daerah juga terus melakukan validasi data bersama sekolah dan instansi terkait. Langkah tersebut dilakukan agar kebijakan penanganan pendidikan tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menegaskan penanganan anak tidak sekolah tetap menjadi prioritas pembangunan daerah. Berbagai program telah dijalankan untuk mencegah peserta didik berhenti sekolah karena kendala ekonomi maupun sosial. DPRD Sumatera Selatan juga meminta seluruh pemerintah daerah mempercepat verifikasi data sebelum menentukan langkah penanganan. Proses pembaruan data diharapkan menghasilkan informasi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan.

Similar Posts

  • Pastikan Kualitas Bangunan, Revitalisasi Sekolah Libatkan Pakar Kampus-Mahasiswa

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan program revitalisasi sekolah melibatkan perguruan tinggi untuk menjaga kualitas pembangunan. Keterlibatan akademisi diharapkan mampu memastikan setiap proyek memenuhi standar teknis, keamanan, dan keberlanjutan. Selain dosen dan pakar konstruksi, mahasiswa juga akan dilibatkan dalam proses pendampingan serta pengawasan di lapangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu infrastruktur pendidikan…

  • Alumni Dilarang Ikut Urus MPLS 2026, Perpeloncoan hingga Atribut Tak Edukatif Dihapus

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pelaksanaan MPLS 2026 harus berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari praktik perpeloncoan. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Mendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Salah satu poin penting dalam aturan itu adalah larangan melibatkan alumni sebagai penyelenggara MPLS 2026. Ketentuan tersebut diterapkan untuk memastikan kegiatan…

  • Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan

    Sejumlah massa yang mengatasnamakan pendukung sebuah partai politik menggelar aksi unjuk rasa di jalanan ibu kota.Aksi tersebut dilakukan dengan mendirikan tenda dan berkemah di ruang publik sebagai bentuk protes terbuka.Mereka menyuarakan tuntutan agar Menteri Pendidikan mundur dari jabatannya. Massa aksi menilai sejumlah kebijakan di sektor pendidikan tidak berjalan sesuai harapan masyarakat.Mereka menganggap ada kebijakan yang…

  • Inovasi UK Maranatha: Hadirkan Wajah Baru Pendidikan Teknologi dan Rekayasa Cerdas Berdampak Nasional

    Universitas Kristen Maranatha (UK Maranatha) terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan teknologi dan rekayasa cerdas. Melalui berbagai inovasi akademik, kampus yang berlokasi di Bandung itu menghadirkan pembaruan kurikulum, penguatan riset, serta kolaborasi dengan industri untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan era digital. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen UK Maranatha…

  • Di Tengah Isu Penutupan Prodi, Bagaimana Cara Pendidikan Pariwisata Tetap Relevan?

    Wacana penutupan sejumlah program studi memunculkan kekhawatiran di dunia pendidikan tinggi. Salah satu bidang yang ikut menjadi perhatian adalah pendidikan pariwisata. Banyak pihak mempertanyakan relevansi program studi ini di tengah perubahan kebutuhan industri. Padahal, sektor pariwisata masih menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia. Industri ini terus berkembang dengan karakter yang berbeda dibanding beberapa tahun lalu….

  • Apa Benar Tidak Ada Siswa Tinggal Kelas? Ini Ketentuannya Menurut Permendikbud

    Isu bahwa tidak ada lagi siswa tinggal kelas kembali ramai menjelang pembagian rapor tahun ajaran 2025/2026. Banyak orang tua dan siswa mengira seluruh peserta didik akan otomatis naik kelas tanpa mempertimbangkan hasil belajar. Namun anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Kurikulum dan Pembelajaran menegaskan bahwa mekanisme siswa tinggal kelas…