Kemenkum Buka Peluang Gratiskan Pendaftaran Hak Cipta Karya Seni Rupa

Kementerian Hukum membuka peluang menggratiskan pendaftaran hak cipta bagi karya seni rupa sebagai bentuk perlindungan terhadap para seniman. Wacana tersebut disampaikan dalam pembukaan Pameran Seni Rupa Art Jakarta Gardens 2026 di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026. Kebijakan itu masih dikaji sebagai bagian dari upaya memperluas akses perlindungan kekayaan intelektual. Pemerintah berharap semakin banyak karya seni yang memperoleh kepastian hukum.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum, Razilu, mengatakan pemerintah ingin mempermudah seniman mendaftarkan hak cipta. Menurutnya, banyak pelaku seni belum mengurus perlindungan hukum karena mempertimbangkan biaya dan prosedur. Padahal, hak cipta memberikan kepastian hukum apabila terjadi pelanggaran atau penggunaan tanpa izin. Perlindungan tersebut juga meningkatkan nilai ekonomi sebuah karya seni.

Razilu menjelaskan usulan pembebasan biaya masih memerlukan pembahasan lebih lanjut bersama kementerian terkait. Pemerintah akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menetapkan kebijakan tersebut secara resmi. Selain biaya, Kementerian Hukum juga terus mendorong digitalisasi layanan pendaftaran kekayaan intelektual. Langkah itu diharapkan membuat proses pengajuan menjadi lebih cepat, mudah, dan transparan.

Pemerintah menilai perlindungan hak cipta menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan industri kreatif nasional. Kepastian hukum dapat memberikan rasa aman bagi seniman untuk terus menghasilkan karya baru. Kementerian Hukum juga mengajak para pelaku seni memanfaatkan layanan kekayaan intelektual yang telah tersedia. Kebijakan tersebut diharapkan memperkuat ekosistem seni rupa sekaligus meningkatkan daya saing karya kreatif Indonesia di tingkat global.

Similar Posts

  • Mercure Jakarta Sabang Hadirkan Kompetisi Abang None Cilik untuk Sambut HUT Jakarta

    Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta, Mercure Jakarta Sabang menghadirkan kompetisi Abang None Cilik yang melibatkan anak-anak sebagai peserta utama. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Betawi sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal budaya daerah sejak usia dini. Kompetisi tersebut mengajak para peserta tampil mengenakan busana khas Betawi…

  • TRCC Raih Juara Umum Kompetisi Paduan Suara di Hungaria

    The Resonanz Children’s Choir (TRCC) kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional setelah meraih gelar Grand Prix Champion pada ajang 13th Budapest International Choral Celebration 2026 di Budapest, Hungaria. Paduan suara anak asuhan Avip Priatna itu tampil gemilang dengan mengungguli peserta dari berbagai negara. Penghargaan tersebut menjadi pencapaian bergengsi bagi TRCC di salah satu kompetisi…

  • Gairah ber-Festival Lima Gunung seperempat abad terus menyala

    Festival Lima Gunung kembali digelar di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Edisi 2026 menjadi momen istimewa karena menandai perjalanan seperempat abad festival yang digagas Komunitas Lima Gunung. Acara berlangsung pada 10 hingga 12 Juli 2026 dengan melibatkan seniman dari kawasan Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh. Selama 25 tahun,…

  • Pancer Art Exhibition #3 Tampilkan 54 Karya Seni di Pacitan

    Pancer Art Exhibition #3 kembali menjadi ruang bagi seniman untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pameran tersebut menghadirkan sebanyak 54 karya seni dengan karakter visual dan pendekatan kreatif beragam. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan geliat seni rupa yang terus berkembang di daerah berjuluk Kota 1001 Gua tersebut. Puluhan karya yang dipamerkan menjadi…

  • Mengenal Lawang Sakepeng, Warisan Budaya Dayak yang Meriahkan Festival Kampung 5

    Lawang Sakepeng menjadi salah satu atraksi budaya yang mencuri perhatian dalam Festival Kampung 5. Pertunjukan tersebut memperkenalkan tradisi khas Suku Dayak Ngaju kepada masyarakat luas. Lawang Sakepeng merupakan seni tradisional yang digunakan untuk menyambut tamu kehormatan. Atraksi ini menggabungkan unsur bela diri, adat, dan penghormatan kepada tamu yang datang. Pada Festival Kampung 5, penampilan Lawang…

  • Menafsir Dakwah dalam Goresan Kaligrafi A.D Pirous

    Nama A.D. Pirous memiliki tempat istimewa dalam perkembangan seni rupa Indonesia. Seniman asal Aceh yang bernama lengkap Abdul Djalil Pirous itu dikenal sebagai pelopor kaligrafi Islam modern di Indonesia. Melalui karya-karyanya, Pirous tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menjadikan seni sebagai media dakwah yang mengajak masyarakat merenungkan nilai spiritual dan kemanusiaan. Berbeda dengan kaligrafi…