BI Tegaskan Beli Dolar AS Lebih dari US$ 10.000 Harus Dilengkapi Dokumen

Bank Indonesia (BI) menegaskan pembelian dolar Amerika Serikat (AS) di atas US$10.000 per orang per bulan wajib disertai dokumen pendukung atau underlying transaction. Ketentuan tersebut merupakan bagian dari penguatan prinsip kehati-hatian di pasar valuta asing yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026. Meski demikian, BI menegaskan masyarakat tetap dapat membeli dolar AS di atas batas tersebut selama memiliki dokumen yang menunjukkan tujuan transaksi. Kebijakan ini bukan pembatasan pembelian valuta asing, melainkan penyesuaian ambang batas transaksi tanpa dokumen pendukung.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan ambang batas pembelian valuta asing tanpa dokumen diturunkan dari US$25.000 menjadi US$10.000 per orang per bulan. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat stabilitas pasar keuangan serta memastikan transaksi valuta asing benar-benar didukung kebutuhan ekonomi riil. Menurut Perry, transaksi di atas US$10.000 tetap dapat dilakukan sepanjang pembeli melampirkan dokumen yang sah sesuai ketentuan. Kebijakan itu juga menjadi bagian dari penguatan pasar uang dan pasar valuta asing domestik.

Selain memperketat aturan pembelian valuta asing, BI juga menurunkan batas kewajiban penyampaian dokumen untuk transfer dana ke luar negeri. Jika sebelumnya dokumen diwajibkan untuk transfer di atas US$50.000, kini batasnya menjadi di atas US$25.000 atau nilai yang setara. Penyesuaian tersebut juga berlaku efektif mulai 1 Juli 2026. BI berharap kebijakan ini meningkatkan transparansi transaksi sekaligus memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas devisa.

Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono menyebut penurunan ambang batas diharapkan meningkatkan transaksi yang didukung dokumen hingga sekitar 98,1 persen dari total transaksi valuta asing. Sebelumnya, penurunan batas dari US$50.000 menjadi US$25.000 berhasil menekan rata-rata transaksi harian tanpa dokumen sekitar US$9 juta. BI optimistis kebijakan terbaru akan memperkuat efektivitas kebijakan moneter, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mengurangi potensi transaksi spekulatif di pasar valuta asing.

Similar Posts

  • OJK Jambi membekali perempuan dengan edukasi literasi keuangan

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi terus memperkuat literasi keuangan di kalangan perempuan melalui berbagai program edukasi. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya perempuan, dalam mengelola keuangan secara bijak dan memanfaatkan layanan keuangan formal dengan aman. Kegiatan edukasi tersebut menyasar berbagai kelompok perempuan, mulai dari pelaku UMKM, ibu rumah tangga, komunitas perempuan, hingga…

  • Harga Pangan Turun, Sumsel Catat Deflasi 0,24% pada Juli 2026

    Provinsi Sumatera Selatan mencatat deflasi sebesar 0,24 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Juli 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut penurunan harga sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama yang mendorong deflasi tersebut. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga kebutuhan pokok mulai mereda setelah sebelumnya mengalami kenaikan pada beberapa bulan terakhir. Meski terjadi deflasi bulanan, inflasi tahunan Sumatera…

  • Asing Jual Saham Rp1,03 Triliun saat IHSG Melonjak, Ini Daftar yang Dilepas

    Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp1,03 triliun pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026. Aksi tersebut terjadi ketika IHSG justru melonjak 1,59 persen ke level 6.401,88. Data BEI melalui RTI Business menunjukkan tekanan jual asing berlangsung di tengah penguatan pasar. Nilai transaksi saham pada Jumat mencapai Rp12,44 triliun dengan volume 32,45 miliar saham. Sebanyak 334…

  • Lima Bank di Sumut Dilebur ke Satu Bank, Incar Perkuat UMKM

    Lima Bank di Sumut akan dilebur menjadi satu entitas perbankan sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan keuangan dan meningkatkan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah konsolidasi tersebut diharapkan mampu menciptakan bank yang memiliki permodalan lebih kuat serta jangkauan layanan yang lebih luas. Proses penggabungan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperbesar…

  • Bank Mandiri (BMRI) Salurkan KUR Rp21,41 Triliun ke 162.000 UMKM hingga Semester I/2026

    PT Bank Mandiri Tbk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp21,41 triliun hingga akhir Semester I 2026. Penyaluran tersebut menjangkau lebih dari 162.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah. Capaian ini menunjukkan komitmen Bank Mandiri dalam memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan penyaluran KUR…

  • Puncak Musim Panen Kopi Berakhir

    Puncak musim panen kopi di sejumlah daerah penghasil utama Indonesia mulai berakhir pada akhir Juli 2026. Memasuki penghujung panen, aktivitas petani beralih dari memetik buah menjadi merawat tanaman. Hasil panen yang diperoleh pada periode akhir memang lebih sedikit dibanding awal musim. Namun, pendapatan tersebut tetap membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya perawatan kebun. Di Kabupaten…