Adhi Karya (ADHI) Raup Rp3,11 Triliun, Laba Naik 12,6% di Semester I/2026

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Emiten konstruksi pelat merah tersebut membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,11 triliun. Pada saat yang sama, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 12,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut ditopang oleh perbaikan kinerja operasional serta kontribusi proyek-proyek infrastruktur strategis yang masih berjalan. Capaian ini memperlihatkan tren pemulihan kinerja perseroan di tengah tantangan industri konstruksi.

Manajemen ADHI menjelaskan pendapatan perseroan masih didominasi proyek jalan tol, gedung, serta proyek engineering, procurement, construction, and commissioning (EPCC). Perseroan juga terus menerapkan strategi selektif dalam memperoleh proyek baru dengan mempertimbangkan profil pembayaran dan tingkat keuntungan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga arus kas sekaligus meningkatkan kualitas portofolio proyek. Efisiensi operasional turut menjadi faktor yang mendukung pertumbuhan laba pada paruh pertama tahun ini.

Selain membukukan kenaikan laba, ADHI terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan keuangan yang lebih disiplin. Perseroan menjaga rasio keuangan agar tetap memenuhi ketentuan dalam perjanjian obligasi. Manajemen juga fokus meningkatkan produktivitas, mempercepat penyelesaian proyek, dan mengoptimalkan penggunaan modal kerja. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga kinerja perusahaan di tengah persaingan sektor konstruksi yang masih cukup ketat.

Ke depan, ADHI optimistis prospek bisnis tetap terbuka seiring berlanjutnya pembangunan infrastruktur nasional dan meningkatnya peluang proyek baru. Perseroan akan terus memperkuat transformasi bisnis melalui efisiensi, digitalisasi, dan tata kelola yang berkelanjutan. Dengan strategi tersebut, ADHI berharap dapat mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan laba hingga akhir 2026. Manajemen juga menargetkan kinerja yang lebih sehat untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia.

Similar Posts

  • Pemerintah Diminta Perbanyak Ayam dan Telur di Menu MBG, Peternak Bisa Terima Rp31,68 Triliun

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai dapat memberikan dampak besar bagi sektor peternakan nasional. Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) meminta pemerintah memperbanyak porsi ayam dan telur dalam menu MBG. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan gizi peserta sekaligus menyerap produksi peternak lokal. Jika direalisasikan, nilai transaksi yang diterima peternak diperkirakan mencapai Rp31,68 triliun per tahun….

  • Kimia Farma Bidik Layanan Kesehatan Lansia, Potensinya Rp 700 T

    PT Kimia Farma Tbk melihat layanan kesehatan bagi lansia sebagai salah satu sektor yang memiliki prospek besar di Indonesia. Seiring meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut, kebutuhan terhadap layanan kesehatan, perawatan, dan produk penunjang kesehatan diperkirakan terus bertumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Potensi pasar sektor ini bahkan disebut dapat mencapai sekitar Rp700 triliun. Pertumbuhan populasi…

  • Di Tengah Heboh Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Harganya di Ritel

    Beras fortifikasi kembali menjadi perhatian publik setelah muncul polemik terkait kualitas sebagian produk di pasaran. Meski demikian, pemerintah dan pelaku ritel menegaskan produk yang beredar tetap diawasi sesuai ketentuan yang berlaku. Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya vitamin dan mineral, seperti zat besi, asam folat, vitamin B12, dan zinc. Produk ini dikembangkan untuk membantu meningkatkan…

  • UMKM Teriak, Bisnis Makin Susah Gara-Gara Ulah Presiden

    Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah mengeluhkan kondisi bisnis yang semakin berat akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kenaikan kurs membuat harga bahan baku impor meningkat dan biaya produksi ikut membengkak. Dampak tersebut paling dirasakan pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri. Kondisi itu memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha…

  • Penjualan Semen Indonesia (SMGR) Tumbuh 4,4% Jadi 15,09 Juta Ton per Mei 2026

    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 4,4 persen secara tahunan hingga Mei 2026. Total volume penjualan mencapai 15,09 juta ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didorong oleh permintaan yang mulai membaik di pasar domestik dan kontribusi penjualan ekspor. Pencapaian ini menunjukkan daya tahan perusahaan di tengah persaingan…

  • BI Tegaskan Beli Dolar AS Lebih dari US$ 10.000 Harus Dilengkapi Dokumen

    Bank Indonesia (BI) menegaskan pembelian dolar Amerika Serikat (AS) di atas US$10.000 per orang per bulan wajib disertai dokumen pendukung atau underlying transaction. Ketentuan tersebut merupakan bagian dari penguatan prinsip kehati-hatian di pasar valuta asing yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026. Meski demikian, BI menegaskan masyarakat tetap dapat membeli dolar AS di atas batas…